a/n: Happy 35K votes. Maaf yaa aku telat update, selamat membaca. Semoga cerita ini selalu bikin kalian bahagia 💌❗️
⋆。 ゚☁︎。 ⋆。 ゚☾ ゚。 ⋆
Jl. Ganesa No. 10, Bandung |
Selain aroma parfum, satu satu hal yang tak berubah dari Nicholas Dean Pranaja adalah selera musiknya.
Lewat earphone putih favorit Naja, kembali bisa Amora mendengarkan lagu-lagu Dewa 19 yang sering Naja cover dan dikirimkan kepada Amora (dulunya).
Yeah ... Amora meminjamnya dari Naja karena takut kebosanan. Sedikit ada perdebatan dan ritual ancaman di sana, tapi lupakan! Pada akhirnya Amora mendapatkan yang ia inginkan.
Omong-omong, persiapan Dies Natalis Stema kampus mengharuskan Naja berkumpul di ruang rapat organisasi. Meninggalkan Amora yang kini menghabiskan waktu sendirinya untuk mengelilingi kampus, sesuai yang gadis itu mau sejak awal.
Ini masih tentang Amora, hoodie merah, celana tidur, dan sepatu Air Jordan milik Naja yang kebesaran di kedua kakinya. Dari aula barat, ballerina itu berjalan melewati gedung Graha Irama dan bertemu macam-macam tipikal mahasiswa.
Ada yang asik mengobrol, mendebatkan project TAS kelompok, berpacaran, si ansos yang sibuk dengan Ipad, hingga kumpulan kating yang suka mengusili adik tingkat yang lewat.
Berkeliling di kampus Ganesha juga membuat Amora menaruh perhatian lebih pada gedung teater yang mereka punya. Di sana terdapat para peraga yang tengah latihan, lengkap dengan kostum-kostum unik dan properti seni yang memanjakan mata.
Mereka terlihat sangat keren dan kompak!
Amora tak melebih-lebihkan, tetapi kualitas tenaga kerja pendidik dan fasilitas kampus tersebut tak main-main.
Sejujurnya, alasan paling mencolok dari ketertarikan Amora di kampus Negeri Bandung tersebut adalah suku dan tingkat sosial yang beragam. Di sana Amora tak hanya menemukan anak Diplomat, pewaris perusahaan atau chindo berdompet tebal, layaknya yang akan ia temui di Binus atau UPH.
What's Your Dream?
Amora memasukkan kedua tangannya ke saku hoodie, menghindari dingin dan lembabnya udara Kota Bandung yang tengah diguyur gerimis pada pukul 11 siang.
Sekarang ia telah kembali ke lorong ruangan yang sama di mana Naja dan rekan-rekan organisasinya mengadakan rapat. Tepatnya berdiri di hadapan mading kampus yang kini penuh dengan notes warna-warni.
"My dream is ... 2026 Magna Cumlaude."
"My dream is ... project TA gue kelar bulan Januari. Capek anjing!"
"My dream is ... Natal tahun ini bisa pulang ke Kalimantan. Kangen masakan rumah, bosen makan ayam geprek mulu."
"My dream is ... semester depan jangan ada yang ulang kelas lagi, Tuhan."
"My dream is ... bisa beli laptop baru."
"Bismillah Kak Joel mau jadi pacar aku. Udah pake jalur langit, moga-moga enggak macet."
Tawa Amora lolos begitu membaca tulisan notes yang tertempel di mading paling ujung. Ah ... mading itu memang penuh dengan notes-notes bertuliskan mimpi yang ingin para mahasiswa capai dalam waktu dekat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Drunk Text (SELESAI)
Romantizm𝐓𝐡𝐞 𝟏𝟒𝟎𝟐 series | Genre: Young Adult - Romance Semua berawal dari kecerobohan 𝐍𝐢𝐜𝐡𝐨𝐥𝐚𝐬 𝐃𝐞𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐚𝐧𝐚𝐣𝐚 yang mengirimkan pesan text dalam keadaan mabuk. Kejadian itu membuat Naja harus berurusan dengan ballerina paling cantik...
