𝐓𝐡𝐞 𝟏𝟒𝟎𝟐 series | Genre: Young Adult - Romance
Semua berawal dari kecerobohan 𝐍𝐢𝐜𝐡𝐨𝐥𝐚𝐬 𝐃𝐞𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐚𝐧𝐚𝐣𝐚 yang mengirimkan pesan text dalam keadaan mabuk. Kejadian itu membuat Naja harus berurusan dengan ballerina paling cantik...
a/n: Udah siap baca part yang full sama efek kupu-kupu? Harus siap, ya! 😩🦋
Jangan lupa vote, comment, and share. Happy reading as always. Tandai TYPO 💌❗️
⋆。 ゚☁︎。 ⋆。 ゚☾ ゚。 ⋆
Ocean Side, Jakarta 8 PM |
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Amora sadar jika kehadirannya bersama Naja mengundang banyak tatap tak suka dari anggota tim basket. Khususnya Elio dan Erlang―dua korban dari bogem tangan Naja.
Gossip buruk mengenai Naja beredar selama beberapa minggu terakhir. Bahwasanya Naja dimusuhi oleh anggota tim, lantaran dianggap kasar dan berlebihan hanya karena seorang gadis.
Tahu sendiri, kan, siapa gadis itu?
"Di sini boring. Mau pindah tempat aja enggak?" bisik Naja kepada Amora yang sejak tadi memandang kosong api unggun di hadapan mereka.
Cowok itu peka, jika tatapan dingin dan tak bersahabat dari rekan basketnya tak membuat ballerina itu nyaman. Sejujurnya Naja tak peduli dengan mereka, atau apapun yang orang-orang katakan tentangnya. Namun, jika ini menyangkut kenyamanan Amora ... Naja tak mempunyai toleransi lebih.
"Mau ke mana?" Bersamaan dengan pertanyaan Amora, Naja meraih jemari hangat gadis itu. Menuntun Amora untuk meninggalkan lingkaran api unggun dan berjalan ke sisi pantai.
Naja membawa Amora jauh dari keramaian. Menawarkan ketenangan―di mana selain butir-butir pasir di kaki telanjangnya, hanya ada suara ombak yang berkilau saat terkena cahaya bulan.
Amora tersenyum. Mengagumi keindahan di depan matanya.
"Beautiful, right?"
Tatapan Naja justru terhenti pada Amora yang tengah memejamkan kedua matanya. Seolah menikmati belaian angin malam yang sukses menerbangkan helai rambut panjangnya yang tergerai.
Naja tanpa sadar mulai mengukir senyum hingga lesung pipinya terlihat. "Yeah ... fucking beautiful."
Amora masih menikmati ombak pantai, bulan, dan bintang-bintang ketika Naja mulai memikirkan ide gila.
"Renang, yuk!"
Ketika Amora kembali menoleh ke arah Naja, cowok itu sudah melepas kaos melewati kepala.
Hal itu langsung membuat Amora terpaku sesaat. Terkutuklah ekspresi wajahnya, yang memancing Naja menatapnya penuh menggoda.
"Kalau mau pegang langsung aja," ucap Naja dengan santainya mendekat ke arah Amora, hingga tubuh mereka nyaris menempel.
"Sinting!"
Amora langsung mundur selangkah dan mengalihkan pandangannya dari Naja. Mati-matian mengabaikan tawaran berenang bersama, permak sempurna dari otot perut dan lengan Naja, hingga tato di dekat pinggang saat cowok itu melepas semua pakaian, kecuali boxer selututnya.