12. Cheating on You

44.1K 2.7K 826
                                        

a/n: Halo lagiii!! Absen dulu pakai emoji terakhir yang kalian pakai 🙋🏻‍♂️💗

⋆。 ゚☁︎。 ⋆。 ゚☾ ゚。 ⋆

4 PM |

Kairo Sangkara baru selesai memberesi alat tulis ketika Joya menghampiri bangkunya yang dihuni bersama Naja.

"Hey, boys! Kalian hari ini mau jenguk cowok gue enggak?"

"Rencana iya," jawab Sangkara. Sementara Naja berkata sebaliknya. "Enggak."

Kerutan di dahi Sangkara lantas membuat Naja kembali membuka suaranya. "Gue ada urusan."

Bohong!

Padahal Naja hanya malas bertemu dengan Elio. Sejak tahu bagaimana perlakuan kasar dan hubungannya dengan Amora di belakang Joya, cowok itu seakan hilang respect kepada sosok yang telah lama menjadi temannya itu.

"Lo yakin enggak ikut kita, Ja?" Kali ini Joya ikut menimpali." Emang urusan lo enggak bisa ditunda dulu?"

"Hooh! Ayo lah, gue males kalau berdua doang sama si nenek lampir―"

"Mulut lo!" peringat Joya sambil menutup mulut Sangkara dengan sebelah tangannya.

"Bah! Tangan lo bau, Joyooo!"

"Sembarangan lo! Dasar daki monyet. Gue juga ogah kali berangkat sama lo."

Joya lantas teringat tentang Amora yang masih duduk di bangku depan. "Babe! Ikut kita jenguk El, yuk!"

"No, thanks. Gue sibuk," tolak Amora padat dan singkat.

"Kok orang-orang pada sibuk, sih? Kalian berdua emang mau ngapain? Ah... " Detik selanjutnya Joya tersenyum menggoda ke arah Naja dan Amora secara bergantian.

"Mau pacaran, ya?" tebak gadis itu yang membuat Sangkara melebarkan mata.

"Lah? Lo berdua deket?"

"Katrok lo! Enggak update," desis Joya yang membuat Sangkara mencibir dengan wajah menyebalkan. "Ada yang ngomong sama anda, kah?"

Di tengah pertikaian Sangkara dan Joya itu, ekor mata Naja bergerak mengikuti langkah Amora yang sudah dulu keluar dari kelas. Hal itu langsung membuat Naja ikut meraih tas sekolahnya.

"Gue duluan, ya!" Naja menepuk pundak Sangkara sebelum beralih ke Joya. "Gue titip salam buat El. Semoga cowok lo cepet sembuh."

Lantasnya, Naja langsung melangkahkan kakinya keluar kelas. Mengekori langkah Amora yang masih berada dalam jangkauannya. Cowok itu menuruni anak-anak tangga, berbelok ke lorong, dan berakhir di parkiran terbuka Trisakti.

"Amora!"

Si pemilik nama sedikit terkejut begitu lengannya ditarik ke belakang oleh seseorang. Jantung Amora itu nyaris turun ke perut mendapati Naja berada di hadapannya saat ini.

Terkutuk lah pemilik rambut coklat yang telah resmi berantakan karena keringat, rahang tegas, dan aroma parfume yang menguar di kerah seragamnya.

Drunk Text (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang