⚠️ a/n: Skin-ship content. Please be wise. Happy reading + tandai TYPO 😋💗💤
⋆。 ゚☁︎。 ⋆。 ゚☾ ゚。
"How long is forever?" - Alice
"Sometimes, just one second!" - White Rabbit
Menjadi kutipan favorit Amora dari film Alice In Wonderland. Terkadang 'selamanya' hanya berlangsung dalam satu hitungan detik.
Di mana sekarang Amora menginginkan detik ini menjadi selamanya. Berada dipelukan hangat Naja membuat Amora enggan menyudahinya. Berharap bisa berlama-lama dengan posisi yang sama.
"I miss us," gumam Amora sambil terus mengeratkan pelukannya pada Naja.
"I miss your hair ... your hazel eyes ... your lips ... your smell ... your voice when you call my name."
Naja tersenyum merasakan serbuan nafas tenang dan bisikan lembut dari bibir Amora yang kian mendera daun telinganya.
"Call my name, please... " pinta Amora yang langsung dipatuhi oleh Naja.
"Abby Rachel Amora." Lalu keduanya berbagi tertawa. Saling melempar tatapan hangat.
Gejala euphoria.
Mulanya kupu-kupu seakan berterbangan dan memenuhi perut, hingga mendesak ke rongga dada mereka. Lalu perasaan mendebarkan, bersama deraaan yang tak terjabarkan mulai membuat mereka saling kecanduan.
Tuhan ... tolong biarkan mereka saling jatuh cinta, lagi. Lantaran Amora tak bisa menahan diri untuk tak berjinjit dan dengan sengaja menggesekkan ujung hidung mereka.
"I don't wanna you leave, please stay!" Naja menahan nafas sesaat, merasakan sentuhan Amora di rambut bagian belakangnya. Amora sudah merapat kepada Naja. Seakan tengah mencari kehangatan dalam balutan ketenangan dari suhu tubuh cowok itu.
"Jangan pulang dulu, ya?"
Naja memilih diam. Dengan sengaja membiarkan Ballerina cantik itu berupaya lebih keras untuk membujuk Naja tetap tinggal.
"Aku masih kangen sama kamu. Pulang nanti aja, Naja."
"Temenin aku makan."
"Ayo peluk cium-peluk cium dulu... "
Memberi bisikan-bisikan yang terdengar sama lembutnya dengan bujukan malaikat kepada Naja.
Oh, geez!
Iblis dalam diri Naja diam-diam menikmati bagaimana cara Amora memohon seraya menggenggam erat kedua tangan cowok itu. Memperlihatkan puppy eyes menggemaskan layaknya seekor anak anjing.
Berkat paras cantik dan lucu yang Amora punya, Naja akui dirinya sedikit tergoda. Namun usapan lembut yang handak Naja berikan di puncak kepala gadis itu terhalang oleh bunyi alarm.
Tepatnya alarm dari ponsel milik Naja.
19.00 WIB. Waktunya bagi Naja menjenguk Neva di rumah sakit. Naja menghela nafasnya dengan pelan.
"Sorry, Ra. Gue harus pulang." Detik itu juga Naja melerai pelukan Amora darinya.
Amora mencebikan bibir, sebelum mengangguk mengerti. "Yaudah, deh... "
KAMU SEDANG MEMBACA
Drunk Text (SELESAI)
Romansa𝐓𝐡𝐞 𝟏𝟒𝟎𝟐 series | Genre: Young Adult - Romance Semua berawal dari kecerobohan 𝐍𝐢𝐜𝐡𝐨𝐥𝐚𝐬 𝐃𝐞𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐚𝐧𝐚𝐣𝐚 yang mengirimkan pesan text dalam keadaan mabuk. Kejadian itu membuat Naja harus berurusan dengan ballerina paling cantik...
