Bagian 12 - She?!

11.7K 822 16
                                        

Aku lihat cerita ini semakin banyak yang berminat... Big thanks ya... 💙

-o0o-

Kilatan-kilatan itu memenuhi penglihatan Arletta, sementara telinganya sudah berdengung karena dipenuhi dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan wartawan mengenai dirinya yang mundur tiba-tiba dari entertainment. Ron berteriak untuk meminta para wartawan itu mundur dan memberikan jalan untuk mereka berdua dan sialnya hal itu seperti dianggap masa lalu. Tapi sungguh, Arletta tidak perduli. Ia sudah biasa di potret dan ia sudah hapal kalau para wartawan itu tidak akan pulang tanpa hasil. Tapi apa yang akan diucapkannya?

"Arletta, benarkah anda berhenti dari dunia entertainment karena anda sedang mengandung sekarang?"

"Tidak sedikit yang melihat anda dirumah sakit ibu dan anak. Apa anda sedang memeriksakan kandungan anda?"

Cukup! Arletta menutup telinganya. Kepalanya mulai berdengung bahkan untuk bernafas saja ia kesulitan. Ron... Arletta berusaha mencari Ron tapi penglihatannya mulai menggelap. Hal terakhir yang ia rasakan hanyalah rengkuhan seseorang pada tubuhnya. Arletta mendongak dan menemukan Levin disana.

Ya, Levin.

Oh tuhan, ia pasti bermimpi!

"Levin....?" Lirih Arletta sebelum menutup matanya.

"Apa itu sebuah pertanyaan?......atau sebuah hujatan?!" Sinis Jacob didepan wartawan. Ia tidak melanjutkan ucapannya dan mengangkat tubuh Arletta, wanita itu masih setengah sadar.

Sungguh ia tidak tahu apa yang terjadi antara wanita ini dan juga sahabatnya itu. Levin sering berkata begitu membenci wanita ini tapi tidak pernah dengan jelas menyampaikan alasannya. Dan ia hanya membantu dan mendukung Levin sebanyak mungkin karena persahabatan mereka. Tapi sahabatnya itu harusnya membuka matanya dan dengar nama siapa yang disebut wanita itu di ambang kesadarannya itu.

Ada apa dengan sahabat bodohnya itu?

"Dimana mobil kalian?" Tanya Jacob dingin.

Ron hanya berdecih. "Kenapa kau menolongnya mengingat kau lah orang yang menjerumuskannya. Kau bahkan menahanku.... Bastard!" Ingin sekali Ron menjambaki rambut gondrong milik Jacob. Laki-laki itu berlagak sok malaikat setelah memerankan peran setannya!

"Apa kau masih ada waktu untuk menanyakan hal itu?" Decih Deron. Tidak habis pikir dengan tingkah ajaib gadis Asia di depannya ini. "Baiklah akan kubawa temanmu ini ke bar ku." Putus Jacob. Sungguh berdebat bukanlah dirinya.

"Apa?!... Kau!" Ucap Ron dengan nada mengancam tertahan.

"Jadi dimana mobilnya?" Tanya Jacob lagi sebelum wanita itu semakin banyak mengeluarkan ucapan-ucapan tidak pentingnya.

Ron mendengus sebelum akhirnya menuntun mobil Jacob yang tengah membawa Arletta ke arah mobil mereka. Setelah ia pikirkan ada benarnya juga. Arletta seperti akan kehilangan kesadarannya meski ibu hamil itu masih sadar. Mengingat kehamilan Arletta rasanya Ron kembali terbawa Emosi pada laki-laki berambut wanita itu. Bahkan panjang rambut laki-laki itu sepanjang rambutnya!

"Kau bisa menurunkan Arletta sekarang." Perintah Ron yang dituruti Jacob. Jacob membaringkan Arletta dengan perlahan di kursi penumpang di belakang dan Ron dengan cepat menutup pintu. Wanita berambut sebahu itu segera akan masuk ke dalam mobil namun dengan cepat ditahan Jacob.

"Tidak ada ucapan terima kasih?" Tanya Jacob seraya menahan pintu mobil yang baru saja dibuka wanita di hadapannya itu.

"Perlukah?... Dan hey! Siapa yang mau mengucapkan terima kasih pada bastard berambut wanita sepertimu?!" Ejekan Ron suksesbuat Jacob termangu.

Apa?! Bastard berambut wanita?! Seumur hidup ia sudah biasa dipanggil dengan sebutan bastard, tapi......... berambut wanita?! Tidak pernah ada yang mengatakan hal itu. Rambut gondrong kebanggaannya baru saja dihina! Oleh gadis kerdil itu?!

Jacob memasang wajah jengkelnya. Ia kesal sekaligus gemas dengan wanita kerdil Asia ini.

"Kau?!" Geramnya.

"Apa?!" Tanya Ron menantang.

Jacob mendekatkan wajahnya ke arah wajah wanita itu dan dalam sekejap ia sudah menyaksikan ekspresi was-was Ron.

"Ka... kau mau ap-?" Ron membulatkan matanya saat merasakan pipinya digigit oleh laki-laki yang ia sebut 'bastard berambut wanita' itu!

Sekuat tenaga Ron mendorong Jacob. Ia mengembungkan wajahnya. Menatap jengkel kearah Jacob sementara matanya sudah memancarkan api permusuhan.

"BASTARD!" Teriaknya sebelum masuk ke mobil dan meninggalkan laki-laki itu.

Sementara Jacob masih termangu di tempatnya. Apa yang dilakukannya tadi? Awalnya ia berniat mencium bibir tipis wanita itu tapi niatnya urung saat melihat pipi bulat wanita itu yang bergerak saat wanita kerdil itu bicara.

Jacob terkekeh sejenak. Sepertinya ia tahu kemana pertumbuhan gadis itu pergi.

Itu pasti kepipinya.

Ah, apa gadis Asia semuanya semanis dan sepolos itu. Gadis itu sekilas terlihat seperti seorang remaja. Wajahnya yang bulat itu bahkan tidak ditaburi bedak sedikit pun.

Benar-benar polos.

Mungkin hari ini ia akan mengunjungi psikiater yang sempat dikunjungi Levin kemarin. Kekehnya....

-o0o-

Pendek ya...? Gak papalah ya... Yang penting update dulu... Hehe...

Karakter Ron itu aku buat unik yah kalian bayangin aja gadis Korea yang kalian suka... (Authornya suka Korea! ""salam Oppa?!"")

Pengen aja gitu si cewek Korea dijodohin sama cowok bule gondrong. Lucu kan😎

Dua karakter ini aku buat biar cerita ini ada manis-manisnya.

Galau kalau liat Arletta sekarang... Bumil lagi lemah dan gemes liat kelakuan Levin yang ngeselin dan jengkel liat Barry yang plin- plan.😣

Udah Arletta buat Jacob aja!

Ron : Jangan!!!.... (Krik... Krik...)

Ron : Eh?!😯

Darts With The BastardCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang