Khawatir itu wajar. Apalagi sama pacar sendiri!
-lastrinh-
***
Sudah berulang kali Lala mengecek handpone nya, ia berharap ada chat dari difa. Tapi ternyata tak ada satu pun chat dari difa.
"La lo kenapa? Kok kaya yang khawatir gitu?" Tanya Zahra pada lala. Ia cemas melihat teman sebangkunya yang terlihat beda belakangan ini.
"Lala gak papa kok Ra.. " Jawab lala sambil memaksakan tersenyum.
Sebenarnya Lala sangat khawatir dengan difa, sudah 1 minggu ini difa tidak ada kabar. Di sekolah juga mereka jarang bertemu. Lala ingin tau kabar difa. Tapi lala bingung lala harus bagaimana?
"Ra.. " Lirih lala pada teman sebangkunya yaitu Zahra.
"Kenapa La?" Jawab Zahra sambil menghadapkan tubuhnya ke lala.
"Sebenarnya Lala khawatir sama difa. Udah satu minggu ini difa gak ada kabar. Disekolah juga kan lala jarang banget liat difa. Apa dia sakit ya gii?" Akhirnya lala pun berterus terang pada Zahra.
"1 minggu? Gak ada kabar sama sekali?"
"Iya Ra,"
"Hmm.. Menurut gue sih lebih baik lo positive thinking aja la, siapa tau dia lagi sibuk. " ucap Zahra yang berusaha menenangkan lala.
"Lala gak bisa gi, lala kepikiran difa terus. "
"Nah maka dari itu, jangan gara-gara difa konsentrasi belajar lo jadi kurang."
"Terus lala harus gimana gi? Harus yaa lala samperin difa aja ke kelasnya?" Tanya lala pada Zahra.
"Gak boleh ih apaansih la kek cewek murahan aja! "
"Terus gimanaaa? Lala rinduu difaa gia.. Lala pengen tau kabar difa! Lala pengen ketemu sama difa.." Ucap lala yang tak sadar telah meruntuhkan pertahanannya sedari tadi.
"La, lo nangis?" Zahra kaget melihat lala yang tiba tiba menangis.
Lala berusaha menahan pertahanannya. Mata nya sudah panas sedari tadi. Ia ingin menangis sekencang kencangnya.
"Nggak kok Ra, lala gak nangis. " Ucap lala sambil menghapus air matanya.
"Lo jangan boong la, gue tau lo nangis! Lo gak boleh cengeng gini la! Masa cuma gara gara difa gak ada kabar lo nangis?"
Lala hanya terdiam tak ingin menjawab perkataan Zahra.
"Gue punya ide!" Ucap zahra sambil tersenyum licik.
"Apa?" Lala penasaran dengan ide Zahra.
"Kenapa gak lo coba tanya aja sama si lisa? Dia kan satu kelas sama difa" Ucap Zahra memberi solusi pada lala.
"Lala jarang ketemu sama lisa gii"
"Yaudah biar gue yang nanya sama dia" Ucap Zahra sambil menepuk nepuk bahu lala.
"Makasih Ara.. Baik banget sih ah makin sayang mwaaaah" Teriak lala yang mulai heboh sendiri.
"Yey biasa aja kali bebs:v"
Merekapun tertawa bersama.
*****
Tring tring tring..
Bel sekolah pun berbunyi, pertanda kegiatan pembelajaran di sekolah sudah selesai dan semua siswa diperbolehkan pulang.
Lala pun pulang bersama sisil. Mereka memang tidak satu kelas tapi itu tidak membuat pertemanan mereka menjadi jauh. Mereka tetap berangkat dan pulang bersama.
Tiba-tiba diparkiran lala melihat lisa. Lala mengenal lisa karena mereka satu sekolah di smp.
"Lisaaaa.. " teriak lala tiba tiba pada lisa.
Lisa pun menengok ke arah lala.
"Iya la? Ada apa?" tanya lisa pada lala.
"Lala mau tanya sama lisa."
Lisa hanya mengangguk.
"Lisa satu kelas sama difa?" Tanya lala.
"Difa yang tinggi itu?"
Lala menangguk sambil tersenyum.
"Iya gue satu kelas sama dia. Emang kenapa la?"
"Dia pacar lala. " Lala memberikan senyum termanisnya.
Lisa mengangguk pertanda mengerti.
"Difa setiap hari sekolah kan lis? Difa baik baik aja kan?"
"Iya setiap hari dia sekolah kok, dia juga baik baik aja. Lo tenang aja." Jawab lisa santai
"Allhamdulilah.. Akhirnya lala lega" Ucap lala pada dirinya sendiri.
"Emang kenapa la?" Tanya lisa pada lala.
"Gak papa kok lis, lala boleh minta tolong kan sama lisa?"
"Hm" Lisa hanya berdehem dan mengangguk.
"Lala minta tolong yaa beritahu lala kalau ada apa apa sama difa. Kalau difa gatel sama cewek lain juga kasih tau lala yaa lis, tapi jangan sampai difa tahu kalo lala jadiin lisa mata mata" Pinta lala panjang lebar pada lisa.
"Oke siap la, gampang lah itu mah."
"Aaaah makasih lisa" Teriak lala pada lisa.
Lisa pun mengangguk sambil berjalan meninggalkan lala.
"Gue pulang duluan la" teriak lisa dari kejauhan.
"Hati hatiiii dijalan lisaaa"
TBC
Jangan lupa vote and comment selaluu aku tunggu dari kaliian semuaaaa loh😘😘

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dan Kesabaran
Teen Fiction"Barangkali benar, hati paling keras hanya mampu diluluhkan oleh kelembutan cinta paling sabar yang memeluknya." ***** "CUKUP La! Hati lo gak terbuat dari besi ataupun baja! Mau sampe kapan sabar kayak gini?" ^^^^