Lala membanting tubuhnya diatas kasur setelah usai membersihkan diri. Ia malas keluar kamar , karena tadi Marisa bilang ibu-ibu arisan akan dinner dirumahnya hari ini. Otomatis rumah Lala sangat ramai saat ini.
Lala menarik ponselnya yang tadi ia charger. Lala memainkannya. Ia membuka aplikasi hijau miliknya. Ponselnya langsung ramai dipenuhi oleh chat grup. Apalagi chat grup dengan ketiga sahabatnya itu. Tapi Lala tidak tertarik dengan gc itu melainkan tertarik dengan grup teman-teman sekelasnya. Tidak biasanya grup kelas rame.
Lala terkejut bukan main saat melihat isi chatnya ternyata sedang membicarakan Lala. Hubungan Lala dengan Difa tepatnya.
WhatsApps On~
TAK SEDARAH TAPI SAUDARA(965)
"WAH tolol banged si Difa!"
"Emang mereka kapan putus?"
"Kasihan ya Lala."
"Gue gak nyangka Difa kayak gitu."
"Cewek murahan!"
"Difa pantesan sama Lala"
"Kakak kelas laknat."
"Gak tau diri banget si tuh Kakak kelas."
Dan masih banyak lagi obrolan-obrolan teman-teman sekelasnya tentang Lala , Difa dan... Kakak kelas? Siapa kakak kelas yang mereka maksud?
Belum lama Lala membaca satu persatu chat grupnya tiba-tiba saja Zahra melakukan panggilan video kepada Lala.
Zahra gendut is calling..
Tanpa basa basi Lala pun langsung saja mengangkatnya.
"Hallo?" Ucap Lala dengan santai.
"Hallo La , ya ampun lo kemana aja sih? Kenapa baru on?" Zahra terlihat sangat panik disebrang sana.
"Lala gak kemana-mana kok. Emangnya kenapa sih Ra?"
"Astagfirulloh La.. Lo gak tau atau emang pura-pura gak tau sih?"
"Maksudnya.."
"Itu loh kakak kelas yang lagi temen-temen kelas omongin di gc."
"Iya,emang dia siapa sih? Kok kebawa-bawa sama hubungan Lala dan Difa?" Kini Lala mulai penasaran.
"Lo beneran gak tau?"
"Hm." Lala hanya berdehem.
"Katanya Difa lagi deket sama kakak kelas! Itu trending topic ter-hot malam ini La. Sampe grup sekolah juga rame ngomongin itu. Secara kan , Difa most wanted sekolah kita."
What?
Apa-apaan ini? Apa Zahra sedang tidak bercanda?
"Hahaha.. Ra , kamu ngaco deh!" Ucap Lala sembari tersenyum.
"STOP La! Kali ini gue serius." Zahra terlihat sangat serius kali ini. Ia menampakannya lewat tatapan mata melalui ponsel mereka masing-masing.
"Zahra,Lala itu tadi pagi abis aja berangkat bareng sama Difa. Hubungan kita itu lagi baik-baik aja. Difa gak lagi deket sama siapapun kok." Lala masih saja menampakan senyumnya.
"Terserah kalo lo gak percaya. Bye!"
Tiba-tiba saja Zahra memutuskan panggilan video call nya dengan sepihak.
Lala hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Ia benar-benar tidak peduli dengan apa yang diucapkan Zahra barusan. Sebenarnya Lala juga penasaran karena teman-teman sekelasnya juga percaya bahwa Difa sedang dekat dengan kakak kelas. Tapi , Lala tidak boleh percaya begitu saja. Ia harus menanyakannya dulu kepada Difa , siapa tau itu hanya gosip saja. Semoga!
"Lala harus tanyain sama Difa besok."
"Lala butuh kepastian."
"Difa gak mungkin kaya gitu."
"Difa sayang sama Lala."
Lala terus saja berbicara sendiri. Hingga akhirnya ia terlelap dengan mimpi indahnya.
******
Keesokan pagi. Lala berjalan menuju kelasnya dengan kegugupan tingkat dewa. Sepanjang lorong kelas,banyak pasang mata yang memperhatikannya dan menyorotnya dengan tatapan beraneka ragam.
Lala menjadi sangat risih. Lala mempercepat langkahnya agar cepat sampai dikelas.
"Laa.. Jangan masuk!" teriak Zahra dan Aisyah tiba-tiba berlari dari arah lain. Diikuti Cindy juga dibelakangnya.
Lala terpaksa menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kelasnya. Ia menatap mereka heran. Keningnya berkerut.
"Kenapa?" Tanya Lala bingung.
Zahra dan Aisyah tersenyum kaku dengan nafas yang tersenggal-senggal. Sedangkan Cindy , ia hanya diam dengan cueknya.
"Lo nggak pingin ke kantin dulu gitu? Kita sarapan dulu disana." Ajak Zahra sambil mengaleng tangan Lala.
"Nggak laper La pagi-pagi?" Tanya Aisyah menimpali.
"Palingan Lala udah sarapan dirumah." Ujar Cindy yang sedari tadi hanya diam.
Lala semakin tak paham. Kelakuan ketiga sahabatnya ini sangat aneh.
"Apaansih! Cindy bener , Lala udah sarapan dirumah." Ucap Lala dan ingin melangkah masuk.
"LA , PLEASE JANGAN MASUK!" Teriak Zahra dan Aisyah bersamaan.
Lala menepis tangan mereka yang berusaha menghalanginya. Lala sudah sangat risih dilihat anak-anak diluar. Ia ingin secepatnya kedalam kelas.
"Masuk aja La!" Ujar Cindy yang berbeda pendapat dengan Zahra dan Aisyah.
Lala pun menerobos Zahra dan Aisyah begitu saha dan masuk ke dalam.
Namun , baru 5 langkah saja kedua kaki Lala terhenti. Matanya menyorot tajam kearah bangku seseorang yang tak asing lagi bagi Lala.
Lala kaget bukan main melihat orang itu sedang...
#CuapCuapAuthor
Sedang apa ya ? Kira-kira siapa yang Lala liaaat?
Penasaran ?
Penasaran ?
Penasaran ?
Tunggu kelanjutan ceritanya okeyy😘 Jangan lupa voteee and comment selaluuu aku tunggu dari kaliann❤
Salam,
LastriNurhayati

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dan Kesabaran
Ficțiune adolescenți"Barangkali benar, hati paling keras hanya mampu diluluhkan oleh kelembutan cinta paling sabar yang memeluknya." ***** "CUKUP La! Hati lo gak terbuat dari besi ataupun baja! Mau sampe kapan sabar kayak gini?" ^^^^