"Baca istigfar sebanyak 100 kali!" Ucap bu Citra sedikit memaksa.
Lala bernafas gusar. Hatinya tak karuan karena ini pertama kalinya ia mendapatkan hukuman atas perbuatannya.
"Baik bu." Jawab Irwan dan Lala bersamaan.
Mereka pun mulai membaca istigfar sampai 100 kali hingga memakan waktu lumayan lama.
"Sudah bu."
"Silahkan duduk dan untuk kedepannya jangan diulang lagi." Ucap bu Citra kepada Irwan dan Lala.
Irwan dan Lala pun duduk ke bangkunya masing-masing.
"Gila La , Ini pertama kali lo kesiangan." Ujar Zahra heboh.
"Iya , emang ada apa sih kok lo bisa sampe kesiangan gitu? Biasanya juga paling pagi dateng ke sekolah." Cindy mulai berbicara.
"Aduuuh.. Kalian gak usah kepo deh , ntar aja Lala ceritain nya oke.. Lala takut dimarahin lagi sama bu Citra." Ujar Lala resah.
"Yaudah iya."
Proses pembelajaran pun dimulai dengan kondusif.
Hingga akhirnya..
Tring... Tring.. Triing ...
Bel berbunyi di setiap penjuru sekolah. Pertanda waktunya jam istirahat. Semua siswa pun berhamburan menuju tempat yang dapat membuat mereka kenyang. Ya! Kantin lah tujuan mereka saat ini. Termasuk Lala dan kedua temannya.
Mereka duduk di bangku yang paling ujung sambil berbincang-bincang dan kadang tertawa dengan celotehan-celotehan yang diucapkan Lala.
"Jadi , lo ketemu sama yang namanya Fadil itu?" Tanya Zahra mengintrogasi Lala yang sedang menceritakan kejadian tadi pagi saat ia kesiangan.
"Iya , dia ternyata emang baik loh. Sama kayak si Rian , tapi kayaknya Fadil lebih baik dari Rian hehe." Ucap Lala tersenyum kikuk.
"Jangan bilang lo naksir sama dia!" Tuduh Zahra.
"Ih enggak kali , Lala setia sama Difa." Jawab Lala sambil melanjutkan aksinya.-Memakan bakso.
"Eh iya , gimana hubungan lo sama Difa? Baik baik aja kan La?" Kali ini Cindy ikut bertanya.
"Hm.." Jawab Lala menganggukan kepalanya.
"Syukurlah." Ucap Zahra dan Cindy pelan tapi masih dapat terdengar oleh Lala.
***
Seorang siswi cantik berjilbab dengan pakaian super muslimah tiba-tiba mendekati bangku Cindy yang sudah jelas dibelakangnya ada Lala dan Zahra.
"Hai.." Ujarnya tersenyum kikuk.
"Eh,Aisyah.." Jawab Lala mendongkakkan kepalanya. Takut salah orang.
"Aku boleh duduk disini?" Tanya Aisyah dengan sopan menunjuk ke bangku kosong yang berada di sebelah Cindy.
Cindy pun mengangguk.
"Eh kenalan dulu gih Aisyah , sama Cindy dan Zahra." Ujar Lala kepada Aisyah. Lala sudah mengenal Aisyah sejak dulu karena mereka satu kelas pas kelas IX di SMP.
Merekapun berkenalan dan semenjak itulah Aisyah menjadi penghuni bangku kosong yang ada disebelah Cindy. Ehehehe maksudnya Aisyah menjadi teman sebangku Cindy dan semenjak itu pula Aisyah menjadi sahabat Lala , Zahra , dan Cindy. Mereka akan saling membantu apabila ada salah satu dari mereka yang sedang kesusahan. Nah itulah gunana Sahabat Sejati.
***
Hari ini masih sama seperti hari biasanya. Penuh dengan ketidakbebasan karena Lala satu kelas dengan Difa sehingga ia harus benar-benar jaga jarak dengan para lelaki untuk menjaga perasaan Difa.
"Kantin yuk! Laper nih.." Ajak Zahra kepada Lala , Cindy , dan Aisyah.
"Ayoooook..." Teriak Lala bersemangat. Lala memang paling depan kalo urusan makan , tapi anehnya. Tubuhnya tidak pernah gendut , padahal Lala ingin sekali gendut.
"Gue disini aja , masih kenyang." Tolak Cindy secara halus sambil tetap fokus pada layar handpone miliknya.
"Beneran?" Tanya Lala memastikan.
"Hm." Jawab Cindy singkat namun pasti.
Mereka bertiga pun pergi ke kantin meninggalkan Cindy seorang diri. Hm kasihannn:(
Saat mereka sedang menunggu pesanan mereka , yang tujuannya akan dimakan dikelas saja tiba-tiba bel masuk berbunyi.
Tringg... Tring.. Tring..
"Bel?" Tanya Aisyah kepada Lala dan Zahra.
"Iya." Jawab Zahra santai.
"Ihh terus ntar kalo Pak Dino keburu masuk kelas gimana? Kita telat dong? Terus kita dimarahin? Aduh Lala takuut.." Rengek Lala dengan manja. Sikap manjanya tiba-tiba kumat.
"Gak bakal , tenang aja." Ujar Zahra so tau.
Lala pun hanya diam sambil bergerak-gerak tak karuan.
Setelai pesanannya sudah jadi mereka pun berlari cepat secepat kilat agar segera sampai di kelas sebelum pak Dino masuk.
Tapi tiba-tiba..
"Hei kamu.." Teriak seorang guru perempuan yang berada di pintu perpustakaan sekolah. Kebetulan saat mereka menuju kelas pasti harus melewati perpustakaan terlebih dahulu.
"Iya bu?" Lala menengok kearah guru tersebut.
"Tolong panggilkan KM kelas X Social 1 , suruh ke perpus sekarang juga ya."
Hah! Lala berteriak dalam hati. Ia sedang buru-buru ke kelas tapi malah disuruh dulu. Makin telat lah dia dengan kedua temannya itu.
"I-Iya bu.." Ucap Lala dengan berat hati.
***
"Kayaknya pak Doni udah masuk deh." Ujar Aisyah was-was.
"Iya , soalnya diluar udah gak ada siapa-siapa." Zahra ikut menambahkan.
Lalu saat mereka memasuki kelas ternyata-
Ternyata apa ya ? Tunggu kelanjutan ceritanya aja yaa guys😘
Jangan lupa vote and comment nya!
Salam,
Lastri Nurhayati

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dan Kesabaran
Teen Fiction"Barangkali benar, hati paling keras hanya mampu diluluhkan oleh kelembutan cinta paling sabar yang memeluknya." ***** "CUKUP La! Hati lo gak terbuat dari besi ataupun baja! Mau sampe kapan sabar kayak gini?" ^^^^