Hari ini tanggal 17 Agustus 2017. SMA Pelita Harapan mengadakan acara perlombaan untuk merayakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Semua siswa yang terlibat menjadi panitia rupanya sedang sibuk mengurus semuanya. Termasuk lala, ia adalah anggota osis dan ia menjabat sebagai sekretaris osis. Alhasil ia menjadi panitia urusan menuliskan apa saja yang akan dibutuhkan dan lomba apa saja yang akan di adakan. Ada lomba balap karung, lomba memasukan paku ke dalam botol, lomba makan kerupuk, lomba memecahkan air di dalam plastik , dan sebagainya.
"Gimana la? Udah beres nulisnya?" Tanya rian sambil duduk disebelah lala. Rian adalah ketua osis di SMA Pelita Harapan. Ia sangat baik kepada siapapun, dan ia juga sangat pintar. Rian selalu mendapat ranking 1 umum setiap tahun nya.
"Eh ian, udah kok." Jawab lala sambil tersenyum.
"Coba liat?" Ucap rian sambil mengambil buku yang di pegang oleh lala.
"Yaudah yuk gabung sama yang lain." Lanjutnya.
Merekapun bergegas menghampiri panitia yang lain. Nampak mereka sedang sibuk sekali mempersiapkan segalanya.
Lala melihat cindy. Rupanya cindy sedang membaca sebuah kertas. Isinya berisi daftar orang-orang yang akan mengikuti lomba dari masing-masing kelas.
"Cindy.. " Teriak lala pada cindy sambil menghampirinya.
"Hm?" Cindy hanya berdehem sambil fokus membaca kertas itu.
"Lagi baca apa sih?" Tanya lala.
"Ini lagi baca daftar nama siswa yang ikut lomba." Jawab cindy pada lala.
"Wahh liat dong.. " Ucap lala sambil mengambil kertas yang dipegang cindy. Lala selalu penasaran dengan segala hal.
"Yey main ambil aja, untung gue udah selesai baca. " Ucap cindy sinis.
Lala hanya tersenyum malu.Lala baca satu persatu nama yang tertera di sana. Dan lala kaget ketika melihat sebuah nama yang ditulis di hampir paling ujung. Perwakilan dari kelas X Social A.
"Hah difaaaaa?" Teriak lala entah kepada siapa.
"Ada apa sih la?" Tanya cindy juga tak kalah kagetnya.
"Difa ikut lomba tepuk air di dalam plastik?" Tanya lala pada cindy.
Cindy pun hanya mengangguk.
"Kok bisa?" Tanya lala pada cindy.
"Gue gak tau la, emangnya salah? Enggak kan?" Jawab cindy sambil membereskan beberapa hadiah untuk para pemenang nanti.
"Ya enggak salah sih, tapi kok lala gak tau yaaa?" Ucap lala sambil meletakan tangan di dagu nya.
"Tapi sekarang lo tau kan?" Tanya cindy pada lala.
Lala hanya mengangguk sambil mengerucutkan bibirnya.
"Lala gak nyangka loh cin cowok kayak difa ikutan lomba 17 agustusan." Ucap lala datar.
Cindy tak mendengarkannya. Ia fokus membereskan hadiah.
****
Perayaan hari kemerdekaan RI pun dimulai. Semua siswa yang mengikuti lomba nampak bersiap-siap. Termasuk difa, ia sedang memasangkan sal di kepalanya untuk menutupi matanya. Difa tidak memasangkan nya sendiri,melainkan dibantu oleh panitia yang lain.Lala hanya diam memerhatikan difa dari sisi lapangan. Difa nampaknya sangat antusias mengikuti perlombaan ini. Ia melihat lala sedang memperhatikannya. Difa tersenyum kearah lala. Lalapun membalas senyuman difa.
"Semangat difaaaa.. " Teriak lala dari kejauhan.
Difa hanya mengangguk.
Perlombaan pun dimulai.
Difa nampak kesusahan mencari air yang digantung itu untuk memecahkannya."Ayoo difaaa semangat difaaa.. " Teriak lala kepada difa dari sisi lapangan.
Dan difa yang mendengar itu tambah semangat. Ia hampir memecahkan airnya tapi tiba-tiba
Bruuuk
Ia menabrak sesuatu. Dia tak tau apa yang ia tabrak. Ia hanya fokus mencari dan memecahkan air di dalam plastik yang digantung itu.
Tiba-tiba saja tubuh difa susah bergerak. Dan ternyata ia tak sengaja dipeluk oleh salah satu peserta yang lain. Dan parahnya, dia cewek. Difa dipeluk oleh seorang cewek.
"Lepasiiin" Ucap difa sambil menghindar dari cewek itu. Tapi cewek itu tetap saja memeluk difa.
Lala yang melihat kejadian itu hanya bisa menahan rasa kesal dan cemburu. Ia tak bisa diam saja melihat difa dipeluk oleh wanita lain. Tapi ia tak bisa apa-apa. Itu hanyalah ketidak sengajaan.
***
Semua penonton nampak bersorak ramai. Rupanya sudah ada peserta yang berhasil memecahkan air di dalam plastik yang digantung itu.Difa membuka sal yang di ikat di kepalanya. Ia ingin memarahi orang yang memeluknya. Gara-gara orang itu difa tidak jadi menang. Padahal sedikit lagi ia akan sampai untuk memecahkan air di dalam plastik itu tetapi orang itu sudah tidak ada. Entah kemana.
Lalu difa teringat pada lala. Lala masih ada di sisi lapangan memerhatikan difa sambil berusaha menahan amarahnya.
Difa pun menghampiri lala tapi lala malah berlari menjauh. Difa baru sadar lala pasti cemburu. Ia pun mengejar lala.
"La tunggu la." Teriak difa pada lala.
Lala semakin mempercepat langkahnya.
Difa pun frustasi. Ia berhenti mengejar lala sambil mengacak-ngacak rambutnya.
"Siapa sih yang meluk gue?" Tanya difa entah kepada siapa.TBC
Jangan lupa vote and comment yaaa selalu aku tunggu 😘
Salam
-LastriNurhayati-

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dan Kesabaran
Teen Fiction"Barangkali benar, hati paling keras hanya mampu diluluhkan oleh kelembutan cinta paling sabar yang memeluknya." ***** "CUKUP La! Hati lo gak terbuat dari besi ataupun baja! Mau sampe kapan sabar kayak gini?" ^^^^