"Diam tidak akan membuat suatu masalah menjadi selesai."
****
Difa bergegas menaiki satu persatu anak tangga disekolahnya itu. Tujuan utamananya saat ini adalah kelas lala. Ia ingin segera bertemu dengan lala dan menjelaskan semuanya bahwa apa yang diucapkan oleh lisa adalah salah. Difa tidak menyukai tina!
****
"Lala kemaren nangis dikelas!" Ucap giana sinis.
"Kenapa?" Jawab difa heran.
"Lo gak mikir banget sih! Ini semua gara-gara lo!" Jawab Zahra kesal sambil membulatkan matanya kepada difa.
"Maksud lo?"
"Lo suka sama siapa tuh yang temen sekelas lo kan?" Tanya Zahra menyelidik.
"Siapa?" Tanya difa datar.
"Kalo gak salah namanya si tina! Lo sering deketin dia kan dikelas? Gausah ngelak gue udah tau semuanya dari lisa!" Ucap Zahra sambil melirik tajam kearah difa.
Difa tersentak mendengar ucapan Zahra barusan. Ia tak menyangka akan ada orang yang laporan seperti itu kepada lala.
"Gue gak suka sama si tina!" Jawab difa datar. Ia mencoba mengatur ekspresinya agar terlihat biasa saja.
"Halah munafik!" Ucap Zahra sambil pergi meninggalkan difa.
Itulah percakapan difa dan Zahra tadi pagi. Dan saat ini difa sedang berada diluar kelas lala. Menunggu lala nya keluar untuk menemuinya.
"La, menurut gue mendingan lo samperin dulu dia aja tuh diluar. Kan katanya lo mau nanya soal yang kemaren sama dia." Ucap cindy memberi saran pada lala.
"Lala gak mau ketemu sama difa! Lala benci difaaaa!" Jawab lala sambil fokus memainkan handpone nya.
"La, dengan cara diam itu gak bakalan menyelesaikan masalah lo tau gak! Udah sana samperin gih!" Ketus Zahra pada lala.
Lala berpikir sejenak. Apa yang di ucapkan giana memang benar! Diam tidak membuat suatu masalah menjadi selesai.
Lalapun pergi menghampiri difa yang sudah menunggunya sedari tadi.
Kini difa dan lala sedang berhadapan.
"Akhirnya lo keluar juga." Ucap difa pada wanita dihadapannya.
"Ada perlu apa kesini?" Tanya lala ketus.
"Kenapa ketus gitu sayang?" Tanya difa berusaha mencairkan suasana.
"Gak usah manggil-manggil sayang lagi sama lala!" Teriak lala sambil melirik tajam kearah difa.
"Kenapa?"
"Pikir aja sendiri!" Jawab lala sinis.
"Kalo soal yang diucapin lisa kemarin itu cuma gosip la! Gosip!" Ucap difa berusaha meyakinkan lala.
"Gosip apanya? Udah jelas-jelas lisa sendiri yang liat kamu deketin tina terus!" Ucap lala dengan nada tinggi.
"Gue gak deketin dia, dianya aja yang genit deketin gue mulu." Ucap difa seolah-olah dia tidak bersalah.
Lala hanya tersenyum sinis.
"La, gue serius. Gue gak deketin dia. Dianya aja yang deketin gue." Ucap difa menekan kata dia!
"Difa pikir lala percaya?" Tanya lala sambil tersenyum mengejek.
"La,plis percaya sama gue. Gue gak mungkin suka sama orang lain selain lo. Gue gak ada niat sedikitpun buat nyakitin lo. Maafin gue yaa." Ucap difa memelas pada lala.
Lala tak bisa lebih lama bersikap cuek pada lelaki dihadapannya ini. Sungguh! Lala mudah sekali melupakan semua kesalahan difa saat difa bicara dengannya. Lala terlalu menyayangi dan percaya sama difa.
"La?" Ucap difa mengagetkan lala.
"Hm?" Lala hanya berdehem.
"Maafin gue.. Plis! Gue janji gak bakal deket deket lagi sama dia." Ucap difa sambil memegang kedua tangan lala.
Watdefaaaak! Jangan pegang pegang bang dedeq geli:v -author
"La, lo maafin gue kan? Lo percaya kan sama gue? Gue bener-bener sayang sama lo. Gue gak mungkin nyakitin lo."
Lala bingung harus bersikap bagaimana. Perlahan ia mulai percaya kembali kepada difa.
"La jawab dong, lo percaya kan sama gue?" Difa rupanya tak mau menyerah.
"Percaya jangan yaaaa?" Tanya lala entah kepada siapa.
"Percaya lah!" Jawab difa dengan sangat yakin.
"Iyaa deh lala percaya. Tapi difa janji yaa jangan deket deket lagi sama si tina itu!"
"Iya sayang." Ucap difa sambil tersenyum.
"Kalo dia genit sama difa jangan dilayanin! Diemin aja!" Ucap lala pada difa.
"Iya lala ku."
"Janji yaaa janji! Janjinya jangan di ingkarin! Kalo difa ngelanggar janji lala gak mau kenal lagi sama difa!" Ucap lala ketus.
"Astagfirulloh iya la, iya" Ucap difa sambil mengacak-ngacak kerudung lala.
Lala pun tersenyum. Kini ia bahagia bisa diperlakukan romantis lagi dengan difa.
"Difa kemana aja siii? Udah seminggu ini gak ada kabar! WhatsApp difa juga gak online teruus! Lala khawatir tauuu.. " Tanya lala pada difa nya itu.
"Maaf la, hp gue rusak jadi gak bisa hubungi lo. Maaf yaaa" Jawab difa sambil memelas minta maaf seperti anak kecil yang memelas minta uang pada ibunya.
"Iya iya lala maafin. Udah sana difa ke kelas lagi gih sebentar lagi masuk loh!" Usir lala kepada difa.
"Gak mau." Jawab difa datar.
"Ihhh kenapa? pergii sanaaa cepetan! Ntar dimarahin sama guru loh kalo telat"
"Gue masih rindu la." Ucap difa.
"Ntar ketemu lagi kok, kek orang yang gak bakal ketemu lagi aja!"
"Hehe iya deh iya.. Gue ke kelas dulu yaaa.. Bye! Selamat belajar cantik." Ucap difa sambil pergi meninggalkan lala.
"Hati-hati. " Ucap lala sambil senyum senyum sendiri.
TBC!
Semoga feelnya dapet aminnn😇😇
Jangan lupa vote and comment yaaa ❤❤❤Salam
-LastriNurhayati-

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dan Kesabaran
Teen Fiction"Barangkali benar, hati paling keras hanya mampu diluluhkan oleh kelembutan cinta paling sabar yang memeluknya." ***** "CUKUP La! Hati lo gak terbuat dari besi ataupun baja! Mau sampe kapan sabar kayak gini?" ^^^^