⭐⭐ jangan lupa di klik yaa😉
baru deh scroll kebawah😋
17+ Ok dosa tanggung sendiri yaa!!*
*
*Outhor pov
"andre" ucap rayhan kaget
sedangkan pria itu berlari dan rayhan mengejarnya
hanjun melihat keadaan hana saat ini, merasa jijik dan kesal tanpa aba-aba hanjun menarik tangan hana lalu didorongnya tubuh hana pelan sampai tubuhnya bersandar di mobil lalu hanjun dengan cepat menghampiri hana dan menciumnya pelan sampai hanjun merasakan penolakan dari hana karna tanga gadis itu terus-terusan memukul dada bidangnya
hanjun yang emosi semakin menempelkan tubuhnya dengan hana kuat hingga tangan hana terhapit dengan posisi memegang dada bidang hanjun sedangkan tangan hanjun berada di tengkuk hana karna jika itu tidak dilakukan gadis itu pasti akan dengan mudah melepas kontaknya dengan hanjun.
karna hana masih berontak hanjun semakin bernafsu dan mempercepat ciumannya dan mungkin itu sangat kasar sampai hana lelah untuk berontak hanjun mulai memperlambat aksinya bahkan ini sangat lembut menurutnya saat tak ada lagi perlawanan dari hana hanjun menurukan wajahnya keleher hana menghapus bercak merah tadi dengan kreasinya sendiri.
"han-junn apa yang kau lakukan?" tanya hana menahan desahan karna geli di lehernya
tak ada jawaban hanjun hanya melanjutkan kegiatannya sedangakan hana mulai menutup matanya merasakan apa yang hanjun lakukan.
di sisi lain rayhan dan andre berada dalam keadaan yang membingungkan
"dre, apa lu gila huh?!! dia hana sahabat gua dre, dia orang yang berarti bagi hidup gua"
"gua jaga dia agar tidak pernah merasa sendiri dan putus asa, tapi lu dengan seenak jidat mau merusak karya gua, gua gak akan izinin dre sampe kapan pun?!!" tegas rayhan lagi
"tenang adek gua sayang, bekas gua udah lagi di hilangin tuh" ucap andre santai dan tertawa mengejek
"maksud lu?" heran rayhan
"lu liat aja sendiri, orang yang kita sayang dan di jaga sejak kecil ternyata rusak bukan hanya karna aku tapi karna boss lu sendiri" ucapnya lalu beranjak pergi meninggalkan rayhan yang menatap hana kecewa.
hanjun melepas ciumannya merasakan semua bekas pria breng*ek tadi sudah hilang
lalu hanjun menarik tangan hana dan membawanya memasuki mobil mewahnya setelah hana masuk hanjun menutup pintunya tapi pandangannya teralihkan kepada seorang pria yang berada tak jauh dari tempatnya menatap hanjun penuh dengan kekecewaan.
"rayhan gua bawa hana pulang, lu baik-baik di jalan yah. makasih untuk tadi" ucap hanjun mendekati rayhan dan menepuk pundaknya pelan lalu berbalik pergi meninggalkan rayhan yang tersenyum melas.
sedangkan hana yang melihatnya merasa tidak enak dengan rayhan, karna dia yang menyuruh rayhan untuk datang menolongnya
'aku lebih baik pulang dengan rayhan' batin hana
setelah itu baru saja hana membuka pintu tapi hanjun sudah menutupnya kembali dengan tiba-tiba.
hana membuka kaca mobilnya untuk bicara pada hanjun
"aku ingin pulang dengan rayhan saja, jika aku dengan mu aku takut" ucap hana bergetar karena masih ketakuan
"tidak akan, diam di tempat mu jangan bergerak sedikitpun, mengerti?!!" tegas hanjun di akhir kalimat lalu hanjun berlari kecil memutari mobil tersebut lalu duduk di kursi pengemudi
"rayhan, maafkan aku. cepat lah pulang dan hati-hati di jalan" triak hana sekuat tenaga yang masih tersisa
rayhan hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya
"pasti!!" jawabnya cukup pelan
"jaga dirimu juga, hana" lanjut rayhan lirih
"pasti" ucap hana menirukan gaya rayhan tadi
"sudah basa-basi nya sayang?" ketus hanjun
"Cepat lah jalan aku ingin pulang" ketus hana lalu hanjun menjalankan mobilnya
Hanjun sesekali melirik hana yang masih melamun dengan tatapan kosong ke depan
"Apa pria brengsek itu melukaimu?" tanya hanjun memecahkan keheningan
"Ya" singkat hana
Hanjun yang mendengarnya langsung menatap hana serius
"Dimana? Apa kita perlu kedokter sekarang juga??" tanya hanjun cemas
"Buat apa? Toh aku yakin dia akan melakukannya lagi" malas hana
Hanjun mengerem mobilnya mendadak karna kaget
"Apa?!! Apa laki-laki brengsek itu sering melakukan hal seperti tadi pada mu?" tanya hanjun panik
"Ya, ini sudah kedua kalinya dia melakukannya padaku dan brengseknya dia tak pernah menyadari dan sok-sokan mau bawa aku kerumah sakit padahal dia penyebab utamanya. Lucu yah" tawa hana garing
"Maksudmu... Aku?" tanya hanjun meyakinkan
"Aku rasa iya" ucap hana lalu menyandarkan kepalanya dan menutup matanya
"Ck dasar cewe tidak tau trimakasih" kesal hanjun melanjutkan menyetir
"Hana?"
"Hemm"
"Apa kau yakin akan pulang ke rumah mu?"
"Ya"
"Apa ibumu tidak akan curiga dengan bercak merah di leher dan penampilanmu yang tak karuan itu?"
"Terserah bawa aku kemana aja, aku ingin istirahat aku lelah" ucap hana entah sadar atau tidak
"Aku bawa ke apartemen ku saja ya?"
"Terserah"
"Apa kau tidak takut dengan ku?"
". . ."
"Hana"
". . ."
"Han. . . hemm tidur" dengus hanjun kesal lalu kemudian tersenyum entah apa sebabnya
Sampai di depan gerbang hanjun langsung menggedong hana ke apartemennya
"Gadis ini kecil tapi berat sekali" ringis hanjun saat menurunkan hana di ranjangnya hanjun menatap hana lekat
'Gadis cantik dan pekerja keras, tapi sayang keras kepala' ucap hanjun dalam hati
"Emm" hana menggeliat dan hampir jatuh dari ranjang tapi dengan sigap hanjun menahannya dan mengembalikan hana seperti semula
"Aku takut" rancau hana
"Dengan ku?" tanya hanjun
"Aku tidak tau dengan siapa"
"Aku akan menjagamu"
"Ck tidak usah, aku masih kuat jaga diri aku sendiri"
"Oh oke terserah apa katamu, apa yang aku ingin lakukan pasti aku lakukan"
"Egois dan seenaknya"
"Terserah, aku tidak perduli"
"Ck..." ucapan hana terhenti dan tidur lelap
Tbc.
Vote comen jangan lupa cintah😘.
Ngaret? Maap yaa😁

KAMU SEDANG MEMBACA
My CEO Is Devil Ice
Romance*HANA STEFANNY* ketika sebuah kebohongan berubah menjadi cinta. dan begitu pula sebaliknya ketika cinta harus ditutupi oleh kepalsuan yang merugikan pemilik cinta itu sendiri. dan bodohnya aku yang terjebak dalam cerita cinta rumit yang entah kapan...