🤸🤸🤸
Author POV
"Enghhh"
Hana melenguh meregangkan ototnya jam menunjukan pukul 07.30
"Aku malas" ucapnya memutar posisi tidurnya
"Aaa" triaknya kencang saat melihat hanjun berbaring di sampingnya dengan posisi santai, kepala yang di sangga satu tangan melihat Hana dengan senyum manisnya
"Ngapain?" Geram Hana
"Morning kiss" hanjun memajukan wajah dan bibirnya sangat dekat dengan Hana, melihat itu Hana kaget dan langsung memundurkan kepalanya
"Tidak, bekas semalam pun aku bingung ngilanginnya pake apa" geram Hana
"Kenapa kau mau menghapusnya?"
"Jelas aku malu lah, bagaimana jika aku ingin keluar membeli Setok untuk dapur"
"Aku sudah siapin baju untukmu, lebih baik kau cepat mandi. Aku akan kesini 15 menit lagi"
"Hah?!"
"Gunakan waktumu baik-baik aku orang yang tepat waktu"
"Dimulai dari sekarang"
"Aku tidak mau" kesal Hana menarik selimutnya lagi
"Aku tidak perduli, yang jelas 15 menit kedepan kau belum siap!? aku yang akan menyiapkan mu"
"Cepat!! Waktumu tidak banyak" ucap hanjun santai
"Semakin lama kau bergerak semakin aku senang" ancam hanjun dengan senyum evilnya
"Karna bisa saja kejadian semalam akan terselesaikan pagi ini" ancam hanjun
"Waktu mu tinggal 10 menit lagi" ucap hanjun lagi dengan santainya
Mendengar itu Hana langsung bergegas ke kamar mandi tidak perduli apapun yang jelas dia mandi dengan cepat.
"Hanjunnnn!!!" Triak Hana
"Apa?" Jawab hanjun santai
"Kau masih di situ?"
"Hmm"
"Kau tidak tepat janji heh"
"Aku tidak pernah berjanji untuk keluar dari sini, aku hanya bilang akan keluar tapi tidak jadi"
"Mana bisa begitu"
"Waktumu 5 menit lagi"
"Aku minta tukar baju"
"Tidak"
"Hanjun, ini tidak baik"
"Cepat keluar"
"Aku tidak mau"
"1 menit tersisa, tidak keluar aku akan buka pintunya secara paksa"
"Kau?!!"

KAMU SEDANG MEMBACA
My CEO Is Devil Ice
Romance*HANA STEFANNY* ketika sebuah kebohongan berubah menjadi cinta. dan begitu pula sebaliknya ketika cinta harus ditutupi oleh kepalsuan yang merugikan pemilik cinta itu sendiri. dan bodohnya aku yang terjebak dalam cerita cinta rumit yang entah kapan...