"Ada apa ibu memanggil ku kemari?" Dengan santai hanjun berjalan menghampiri ibunya"Ternyata benar kau masih bersama gadis ini"
"Aku tanya ada apa ibu memanggilku kemari?"
"Baiklah"
"Apa kau sangat yakin dengan gadis ini?" Tanya ibu hanjun menatap Hana intens
"Ya"
"Jika dia yang menurut mu baik, ibu bisa apa, mungkin itu yang terbaik untukmu. Lagian kamu sudah cukup dewasa untuk memilih mana yang baik dan tidak"
"Hanya itu?" Santai hanjun
"Dan satu lagi, ibu harap kau Dan gadis ini nantinya tinggal disini bermasa kita"
"Aku tidak setuju"
"Maksudmu?"
"Aku tau pikiran ibu seperti apa"
"Ibu tidak akan melukai gadismu sedikitpun hanjun"
"Tetap aku tidak setuju, aku dan Hana akan tinggal di apartemenku"
"Baiklah terserah"
Pranggg...
Suara gelas jatuh dari belakang hanjun dan Hana
"Taejun, apakah itu kau?" Panik ibu hanjun mendekati sumber suara itu
"Iya Bu, den taejun menyenggol gelasnya padahal tadi dia sendiri yang minta diambilkan air"
Ibu hanjun dengan ekspresi panik menghampiri taejun lalu mengelus wajahnya bak anak kecil
"Taejun, kenapa sayang?" Tanpa suara pria itu mengangkat telunjuknya kearah hana
"Ini lah alasanku mengapa aku dan Hana harus tinggal terpisah dari rumah ini" ucap hanjun
"Hanjun?!" Heran Hana
"Sudahlah hana, ayo aku antar kamu pulang"
"Tapi apa dia baik-baik saja?" Tanya hana khawatir
"Tidak, dan dia tidak butuh kita" ucap hanjun lalu menarik tangan Hana pelan keluar dari rumah megah milik keluarga hanjun
Hana berjalan mengikuti hanjun dengan perasaan penasaran dan heran mengapa hanjun sangat bertingkah aneh
"Dia sodara kembarmu?" Tanya hana memecahkan keheningan
"Ya"
"Lalu kenapa kau kelihatan tidak suka pada pria itu?"
"Apa itu penting bagimu?" Pertanyaan itu sontak membuat Hana terdiam dia merasa hanjun sedang menahan emosinya entah apa yang membuat dia seemosi itu
"Dulu saat aku sekolah menengah pertama, aku pernah suka dengan perempuan hampir dua bulan kita dekat aku berusaha sangat keras untuk mendapatkannya tapi" hanjun menghentikan ucapannya
Sedangkan Hana kaget, bukankah tadi pria ini sangat emosi saat Hana membahasa sodara kembarnya
"Entah kapan dia melihat taejun, dia mengira taejun adalah aku karna aku tidak pernah memberitahu temanku tentang taejun"
"Ck. Lalu sampai sekarang kau membencinya?"
"Entahlah"
"Hanjun, kau egois"
"Yah.. sudah banyak yang bilang seperti itu padaku"
"Lalu kau masih berdiri kekeh dengan keegoisan mu?"
"Terlalu banyak hal yang dia rebut dariku" lirih hanjun
"Memangnya apa yang bisa direbut adikmu itu hanjun, sedangkan makan saja dia perlu bantuan orang lain?!" Tegas Hana kesal

KAMU SEDANG MEMBACA
My CEO Is Devil Ice
Romance*HANA STEFANNY* ketika sebuah kebohongan berubah menjadi cinta. dan begitu pula sebaliknya ketika cinta harus ditutupi oleh kepalsuan yang merugikan pemilik cinta itu sendiri. dan bodohnya aku yang terjebak dalam cerita cinta rumit yang entah kapan...