07 🔰 L

811 57 1
                                    

"Kenapa lo suka banget sama donat?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kenapa lo suka banget sama donat?"

Dahi gue berkerut samar. Sambil memikirkan jawaban dari pertanyaan Aldo mulut gue masih sibuk untuk mengunyah donat yang sekarang tinggal sebagian karena sebagian lainnya sudah masuk ke mulut gue. Sesuai permintaan gue, sore ini Aldo senantiasa menemani gue untuk membeli donat kesukaan gue.

"Karena donat itu manis." Jawab gue simpel karena memang hanya itu yang ada di pikiran gue.

"Kalau Aldonat suka gak?" Katanya lalu tersenyum jahil. Laki- laki itu tanpa canggung membenarkan rambut gue yang mengganggu aktivitas makan gue. Bahkan dari caranya dia sama sekali tidak merasa grogi ataupun malu.

"Gue sukanya donat gak paket Al." Kata gue sambil menjulurkan lidah gue bermaksud untuk meledeknya.

Sebenarnya gue sedang gugup karena perlakuan manis Aldo. Bukan hanya kali ini Aldo bersikap manis terhadap gue. Sebelumnya, sebelum dia mengakui kalau dia suka gue, ceilah gue pede amat yak? Intinya sebelum gue tahu isi hati dia, dia juga sering bersikap manis seperti ini namun dengan gaya cuek tapi perdulinya. Namun karena dulu gue gak tahu ada udang di balik sikap manisnya itu akhirnya gue cuek-cuek aja karena memang pada saat itu gue mengira perlakuannya memang seperti itu.

Dan hari ini gue baru menyadarinya kalau Aldo itu memang sangat manis dari segi apapun.

"Lo sama donat itu sama."

"Sama bentuknya maksud lo?" Ujar gue sewot.

"Iya sama bentuknya. Kayak sundel bolong gitu. Terus perut lo kan bentuknya juga bulat, jadi... "

Dengan cepat gue menjejali mulut Aldo dengan sisa donat gue yang tinggal sebagian. Bukannya menghindar atau memuntahkannya, yang ada Aldo malah memakan habis sisa donat gue bahkan terlihat menikmatinya.

Gue berdecak, "Perut gue gak bulat. Perut seksi gini kok di bilang bulat. Rabun ya mata lo Do?"

"Gue bercanda Adinaya.. "

Dan perut gue seketika mulas saat Aldo memanggil gue dengan sebutan Adinaya. Ada banyak kupu-kupu berterbangan di perut gue dan hal itu di sebabkan karena panggilan Aldo.

Gue heran. Kenapa gue bisa sebaper itu hanya karena Aldo memanggil nama belakang gue. Padahal nyokap gue juga memanggil gue dengan seperti itu namun gue tidak pernah merasakan kupu-kupu berterbangan ataupun jantung gue yang jumpalitan hanya karena sapaan itu.

Sial. Gue sebenarnya kenapa sih?

"Lo sama donat itu sama- sama manis. Dan gue gak pernah bosan buat mencicipinya walaupun setiap hari gue harus makan donat."

Lagi-lagi perut gue terasa mulas, dan sekarang rasanya gue pengen pup di celana.

Ini apalagi sih?

Nenek jangan paksa aku untuk pulang ke rumah mu. Di rumah mu gak ada cowok donat yang bibirnya seksi seperti di depan Adinaya ini. Please besok kapan- kapan saja Adinaya nyusulnya.

Long Distance RelationShit [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang