Sunshine --; 0.5

2.8K 376 2
                                        

"Hai, Jin!"

Pria yang kira-kira berumur setengah abad itu menghampiri ke tempat Seokjin berada, dan menyapanya dengan hangat.

"Halo tuan Choi," balas Seokjin. "Senang bisa bertemu denganmu kembali," lanjutnya.

Tuan Choi adalah rekan kerja Seokjin, sekaligus rekan kerja Sowon. Tuan Choi lah yang telah membantu usaha Seokjin hingga maju seperti sekarang ini, dan kali ini dia akan membantu usaha milik Sowon yang bergerak di bidang busana.

"Kau sibuk?" tanya tuan Choi pada Seokjin.

"Tidak," jawab Seokjin. "Memangnya kenapa?" tanya Seokjin.

"Jika ada waktu, berkunjunglah ke butik seberang," kata tuan Choi.

"Apa butik baru itu milikmu?" tanya Seokjin.

Tuan Choi sedikit tertawa, "Tentu saja bukan," katanya. "Itu butik klein baruku," sambungnya.

"Oh oke, nanti aku akan berkunjung kesana," ucap Seokjin.

"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu, Jin," ujar tuan Choi. "Permisi," sambungnya lagi.

"Ya silakan."

>,<

Sementara itu, tuan Choi kini telah tiba di depan butik baru itu yang diketahui adalah butik milik Sowon.

"Selamat pagi, nona," sapa nya pada gadis pemilik butik itu.

"Pagi tuan," balasnya dengan senyuman indahnya. "Mari, silahkan masuk," ujar gadis itu mempersilahkan. Tuan Choi pun masuk kedalam.

"Bagaimana, apa sudah siap semua?" tanya tuan Choi.

"Tentu saja tuan," jawab Sowon.

"Baiklah, sepertinya acara nya sudah bisa kita mulai," ucap tuan Choi.

Tapi tak lama, seorang pemuda gagah nan tampan masuk ke dalam butik Sowon. Sowon yang melihat nya langsung menyambutnya dengan penuh senyuman, sementara dia, dia tak menggubris Sowon sedikit pun.

"Oh Jin, kau datang?" tanya tuan Choi.

"Kak Jin?" heran Taehyung.

"Oh iya," ucap tuan Choi. "Jin ini datang karena aku yang mengundangnya kemari. Tidak apa kan nona Sowon?"

"Tentu saja," jawab Sowon.

>,<

Seokjin's pov

Sungguh ini lah suasana yang sangat aku impikan sejak dulu, ada canda tawa di sela waktu kami makan. Berbeda dengan sekarang, suasana yang ku dapatkan di rumah bersama appa dan eomma ku, sama sekali tidak ada canda tawa, hanya membahas masa depan ku yang selalu membuat ku jenuh.

Ku rasa tuan Choi lebih cocok menjadi ayahku. Karena dia lah orang kedua setelah Taehyung, yang bisa mengerti diriku.

Hingga akhir waktu makan kami aku masih merasakan kehangatan keluarga. Yera yang duduk dipangkuan gadis di samping ku, untuk pertama kalinya, dia membuatku gemas sendiri. Walau yang ku tahu dia adalah anak dari pasangan Taehyung dan Yerin.

Dan jauh sebelum ini, jika aku bertemu Yera, aku selalu tidak suka dengannya. Mungkin karena aku benci perkataan kedua orang tuaku yang terus mendesakku untuk menikah.

Tapi, kenapa sekarang berbeda? Yera justru lebih menarik perhatianku. Tawa canda nya, terdengar di telingaku.

Saat ini aku masih berbincang pada Taehyung dan juga tuan Choi. Sampai akhirnya, waktu menuntutku untuk kembali ke Restaurant.


"Baiklah semua, sepertinya aku harus pergi," ucap ku.

"Ah, biar ku antar, tuan," ucap gadis pemilik butik ini.

"Tak apa, tak perlu aku bisa pergi sendiri," ucapku yang mungkin terkesan dingin.

"Tak apa biar ku antar, lagi pula hanya sebentar," katanya lagi.

"Jika aku bilang tak perlu, maka tak perlu!" Dan pada akhirnya aku mengeluarkan kalimat yang seharusnya kalimat itu tidak keluar dari mulut ku.

"Huft, maafkan aku nona, baiklah semua aku pamit, permisi," ucap ku dan langsung pergi keluar.

Seokjin's pov end

Ada apa dengannya? Dia, kasar sekali. Padahal niatku baik. Aku hanya ingin, mengantarnya sampai depan. Tapi, dia menolakku dengan cara membentakku, batin Sowon berbicara.

"Maafkan kak Jin, noona. Dia memang seperti itu. Dia sedikit kesulitan dalam mengatasi emosinya," kata Taehyung.

"Yang dikatakan Taehyung itu benar. Jin, memang orang nya mudah sekali untuk marah," tambah tuan Choi.

"Iya, tak apa," jawab Sowon dengan nada lesu. Mungkin, dia kecewa akan sikap Jin.

Tbc

Jangan pelit sama bintang_-''

Sunshine; Sowjin ミ°endCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang