Sowon berlari mencari taksi untuk bisa segera sampai di kontrakannya. Sesampainya di kontrakan ia segera menuju kamar nya dan menangis.
Sowon mengusap hidungnya dengan punggung tangannya. Sowon terus menangis hingga dia tiba-tiba memutuskan untuk membereskan pakaiannya ke dalam koper. Dia memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper sambil menangis. Setelah beres semua dan dia memastikan tidak ada barang yang tertinggal, Sowon pun pergi keluar untuk mencari taksi.
Taksi membawa Sowon ke stasiun kereta api, mau apa Sowon ke stasiun kereta api? Apa dia mau pulang ke rumahnya? Ke Incheon? Iya, tentu saja Sowon ingin pulang ke Incheon. Tapi bagaiman dengan butiknya, Yerin dan Yera, serta Seokjin? Sowon melupakan semuanya yang ada dalam pikirannya sekarang adalah ibu nya .Ya ibu nya,ibu nya adalah tempat yang paling tepat untuk menangis .Dia merindukan ibunya, apalagi disaat seperti sekarang ini, Sowon memerlukan ibunya.
Didalam kereta Sowon hanya menangis dan menunduk. Mungkin tadi ia sempat melupakan Seokjin, tapi sekarang dia kembali teringat sosok pria yang dikenalnya dengan nama Seokjin.
'apa yang kau lakukan itu membuat hatiku teriris Tuan Kim Seokjin!' Batin Sowon geram!
Sowon mencoba meredakan emosi nya dengan cara menarik nafas panjang, lalu membuang nya perlahan.
>,<
Sowon sampai di stasiun Incheon, senyuman manis kembali terpancar di wajah cantiknya. Dia menuju ke lobi taksi, dia bermaksud menggunakan taksi sebagai kendaraannya agar bisa sampai ke rumah ibu nya.
"Permisi Pak, apa taksi ini kosong?" Ucap Sowon kepada supir taksi yang tinggi dan tampan itu. Bisa di lihat di name tag nya, dia bernama Park Chanyeol.
"Kosong mbak, mau kemana?" Tanya Supir itu dengan senyuman indah nya.
"Ke jalan Teratai tiga berapa ya, pak?" Tanya Sowon.
"Dua ribu won, mbak." Ucap Chanyeol kembali menebar senyuman nya.
"Yaudah deh." Jawab Sowon. Dan Chanyeol pun langsung membuka kan pintu taksi dan memasukkan koper Sowon ke bagasi taksi.
>,<
Sesampainya Sowon di rumah. "Ibu!" Sowon berlari dan langsung memeluk ibunya yang sedang asyik menonton televisi. "Ada apa nak, mengapa kau menangis?" tanya ibu Sowon lembut.
"Bu, hiks, hiks," Sowon belum menanggapi pertanyaan ibunya. Dia masih menangis sekarang ini.
"Baiklah, menangis saja dulu sampai kau puas, setelah itu baru kau cerita kan pada Ibu," kata Ibu Sowon membelai rambut indah Sowon.
"Ibu," panggil Sowon, nada suaranya sudah mulai stabil tanpa isakan.
"Sudah siap menceritakannya?" tanya Ibu Sowon. "Baiklah ayo ceritakan pada Ibu," kata Ibu Sowon.
"Ibu, kau tau aku kan? Aku tak pernah merasakan apa itu cinta," kata Sowon yang hanya di balas anggukan halus ibu nya.
"Tapi sekalinya aku merasakan cinta. Cinta itu malah menyakiti ku, bu," adu Sowon kembali menangis.
"Siapa cintamu itu, nak? Berani sekali dia menyakiti anak ibu," tanya ibu Sowon.
"Ibu, apa yang harus aku lakukan?" tanya Sowon.
"Ceritakan pada ibu, bagaimana bisa cintamu itu menyakitimu," tutur ibu Sowon.
Sowon pun menceritakan kejadian yang kemarin terjadi di momen pernikahan Jin dan Eunha. Ibu Sowon mengangguk mengerti.
"Tidak perlu menangis seperti itu nak, tidak ada yang salah dalam hal ini, begitu juga dengan Seokjin. Dia mengungkapkan perasaannya padamu di depan semua orang, karena dia ingin semua orang tau bahwa dia menyayangi kamu, anak Ibu yang paling ibu sayang," jelas ibu Sowon panjang lebar.
"Tapi bu, dia membuatku malu," ucap Sowon kembali memeluk ibunya.
"Kenapa harus malu sayang? Harusnya kau senang, karena Seokjin berani menyatakan perasaannya padamu di depan semua orang," kata ibu Sowon lagi.
"Jadi? Apa yang harus aku lakukan sekarang, bu?" Tanya Sowon.
"Merenung-lah dikamar, pikirkan jalan keluar yang terbaik untukmu," titah Ibu Sowon.
"Baiklah bu, aku akan ke kamar," kata Sowon.
"Anak ibu sudah besar rupanya," kata ibu Sowon ketika Sowon melewatinya dan pergi menuju kamarnya.
Tbc
Hwhw Tata kembali :^^:
Ih mau curhat deh..
Suka kesel gitu ya ama readers yang baca tapi gak vote -,- gemes deh sumpah!
Apa private aja kali ya? :v
KAMU SEDANG MEMBACA
Sunshine; Sowjin ミ°end
Short StoryHigh Rank #1 in sowjin (11-07-2018) Start; 24-03-2018 End; 01-07-2018 MALES REVISI [CERITA JAMAN AUTHORNYA MASIH BOCIL] Sinar mentari merupakan hal penting bagi Sowon dan Jin. Karena sinar mentari-lah, Jin menemukan Sowon, dan Sowon menemukan Jin. T...
