Sunshine --; 1.0

2.3K 300 12
                                        

Selesai dari gereja aku memutuskan untuk pulang. Dan gadis di sampingku, kurasa aku sudah bisa beradaptasi dengannya. Entah setan apa yang merasuki diriku aku dengan percaya dirinya menawarkan tumpangan padanya lagi. "Mau ku antar?" Tanyaku dan dia sedang menatap Yerin dan Taehyung, ah aku faham sekarang. "Aah, ku rasa Taehyung dan Yerin juga akan langsung pulang, maka dari itu kau pulanglah bersama ku."

"Terimakasih tapi―" Belum sempat dia berucap, aku memotong ucapan nya.

"Tak ada penolakan Nona Kim," ucapku. Hah? Apa? Apa aku bilang? Nona Kim? Astaga, konyol sekali. Aku bisa melihat rona merah di wajahnya, dia tersenyum malu. Senyumannya begitu indah, apa mungkin aku mencintainya?

>,<

Huft hari ini adalah hari yang membosankan. Aku hanya bermain gadget di kamar. Hah, rasanya aku ingin pergi ke Restaurant.

"Jin! Kemarilah nak, turun kebawah!" Suara itu– suara itu adalah suara yang membuatku sedikit muak. Astaga, bicara apa aku ini?

Saat aku turun, disana sudah ada Eunha dan kedua orang tuanya. Apa? Apa sebenarnya maksud dari semua ini? Mengapa sepertinya ada acara besar yang aku lewat kan? Astaga, ada-ada saja.

Aku duduk di kursi meja makan, bersama semuanya. "Ada apa ini?" Tanyaku.

"Begini Jin, aku tau kau anak baik-baik, tapi mau-kah kau menolongku?" Tanya Tuan Jeong.

"Kau tau sejauh ini aku selalu membantu mu, Tuan, lalu mengapa sekarang kau bertele-tele untuk meminta bantuanku?" Tanyaku.

"Kali ini cukup berat Jin," ujarnya. "Kau harus berjanji kau bisa menepati nya," lanjutnya lagi.

"Selagi aku mampu pasti akanku bantu, Tuan," ucapku sambil menyeruput Green Tea yang di sajikan oleh eomma.

"Tolong, tolong nikahi anakku segera Jin, dia hamil. Aku– aku tidak mau reputasi-ku turun hanya karena dia hamil tanpa suami," Mendengar apa yang di ucapkannya, aku tersedak dan pasti nya kaget bukan main.

"Apa?! Apa-apaan ini?! Bukan aku yang menghamili anakmu Tuan, mengapa kau menyuruh aku yang bertanggung jawab?" ujarku tidak terima. "Appa, Eomma ini apa-apaan sih?!" lanjutku masih tidak terima.

Marah?
Tentu saja, aku marah!

Kaget?
Bahkan lebih dari itu!

Bagai petir yang menyambar, jujur aku kaget mendengar hal itu. Astaga ya Tuhan cobaan apa lagi ini. Aku belum mau menikah!

Bagaimana bisa aku di libatkan dalam urusan seperti ini. Bahkan Eunha, Eunha saja aku hanya mengenalnya aku tidak pernah bersama dengannya apa lagi menyentuhnya!

"Ayolah Jin, bantu dia, lagi pula ini waktu yang tepat untuk kau menikah, bahkan umur mu sudah hampir kepala tiga," ucap Appa.

"Tapi appa–" Belum sempat ku terus kan eomma memotong ucapanku.
"Tak ada tapi-tapian Jin, Eunha anak yang baik, sopan dan juga cantik. Jadi kita putuskan bahwa kalian akan menikah tiga hari lagi!"

Apa? Tunggu sebentar, tadi eomma bilang apa? Eunha gadis baik? Kalau memang dia gadis baik, mengapa bisa sampai dia hamil?! Sungguh ini di luar logika!

Ya Tuhan kali ini aku harus berbuat apa? Aku– Aku tak  bisa berbuat apa-apa.
Atau mungkin ini jalan hidupku? Jalan hidup yang sudah Kau tulis sebelum aku datang ke dunia. Jika memang bisa aku memohon, maka aku mohon lahirkan aku kembali ke dunia ini dengan jalan hidup dan takdir cinta yang berbeda.







Karena jika boleh jujur, sekarang aku mencintai Sojung.





























Tbc

Jangan lupa vomment nya.
Btw Terimakasih loh kalian baru juga seminggu aku publish cerita ini, eh sekarang udah masuk rank, ya walaupun rank nya masih ratusan.
Tapi terimakasih loh, sayang kalian 😭😭💖💖💖

Sunshine; Sowjin ミ°endCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang