Angga dan Sehira jalan berdua, dengan payung dan hujan yang menemani mereka. Hujan semakin deras begitupun tangisan Sehira. Angga hanya diam dan terus berjalan, begitupun dengan Sehira. Hari itu Angga tidak membawa motor, ia memilih untuk berjalan kaki. Menggunakan angkutan umum. Tentunya bersama Sehira.
Langkah mereka terhenti ketika Angga berhenti, ia kemudian melepaskan jaketnya dan mengenakannya kepada Sehira. "Gak usah berfikir gue masih perduli, gue gak mau disalahin sama emak emak" Sehira mengerti maksudnya, Angga hanya gengsi untuk mengakuinya kalau ia memang masih memperdulikan Sehira.
Merekapun naik angkutan umum yang sama, Sehira dan Angga duduk bersebelahan. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama akhirnya Sehira bisa begitu dekat dengan Angga. Senang dan sedih juga, dirasakan Sehira. Disatu sisi Angga memperdulikannya disisi lain ia melukai andika, orang yang tulus mencintai dia.
"Rumah lo masih di situ ga?"
"Hmm"
Sehira kembali diam. Angga merasa bingung kenapa Sehira tidak sebawel biasanya? Mungkinkah Sehira sedang terluka? Hingga mengabaikannya?
"Kiri.." Angga mengikutinya dari belakang tapi ditahanSehira. "Udah sampai sini aja ga, makasih, gue duluan" Angga kembali dudukdiangkutan itu. Dan Sehira? Jalan terus sampai ke rumahnya. Hujan rintik rintikmasih tersisa, membasahi wajahnya. Hari ini ia mengetahui dua hal, bahwamelukai Seseorang itu memang tidak enak dan sulit, yang kedua, Angga.. masihmemiliki rasa perduli, walaupun sedikit padanya...
***
Yuu yang masih ingin cerita nya berlanjut vote dan comment :)
Ig: syarahnmr (Boleh di follow haha)
KAMU SEDANG MEMBACA
Why ?
Teen FictionCinta.. hadir disaat yang tak terduga. Cinta hadir dengan beberapa alasan Entah untuk membahagiakan ...
