45

5.9K 254 49
                                        

David menatap Lia yang kini memejamkan matanya dengan nanar , perlahan tapi pasti air mata mulai menetes dari kelopak mata David. David masih mematung dengan air mata yang semakin deras, tangannya dengan gemetar mengusap halus pipi Lia yang terasa dingin .

Detik berikutnya dirinya di liputi oleh emosi.

" Kamu tau nggak ? Hal yang paling ku benci dari pertemuan itu perpisahan, jika aku bisa , aku akan meminta kepada-nya untuk mengembalikan mu kepada kami yang menyayangi mu, Hahaha tapi itu nggk mungkin kan? " David meracau sesekali mengusap air matanya yang jatuh.

Sementara Al kini menunduk menyembunyikan kepalanya di antara lipatan tangan dengan kaki yang di tekuk, di sampingnya ada Rani yang menatap depan dengan kosong .

Semua kenangan yang Al jalani bersama Lia , bagaikan kaset rusak, senyumnya,tawanya, sifat manjanya, ketika Lia cemberut karena telah ia ganggu , semuanya berada di ingatannya dengan berulang ulang .

David mendekatkan wajahnya ke arah wajah Lia , dan mencium kening, pipi , dan terakhir bibir lia , dia menciumnya dalam meski hanya dingin yang ia rasakan , tetapi anehnya bibir lia masih terasa manis .

Setelah itu , dia langsung mengeluarkan telfonnya dengan rahang yang mengeras .

" Saya tidak mau tahu, usut kasus  tentang zelia Angeli Brahmana, setuntas tuntasnya , segera temekuan siapa pelakunya, dan buat dia mendapatkan hukuman seberat beratnya hingga dia lebih memilih mati " setelah mengucapkan itu dengan suara dingin dan tegasnya dia langsung menutup telfonya.

Al kini berdiri dan berjalan ke arah Lia dengan Rani yang berada di belakangnya .

Dia mendekatkan kepalanya kearah Lia , dan mencium kening Lia lama dengan air mata yang menetes di atas pipi Lia .

Setelah itu Al menjauhkan kepalanya dan mengusap air matanya .

Kali ini Rani yang mendekatkan kepalanya ke arah Lia dan mengecup pipi Lia sekilas .

"Gue gak nyangka lo bakal pergi secepat ini, padahal baru kemarin kita seneng2 bareng . Tapi gue sadar, umur nggk ada yang tau, dan kematian adalah hukum alam , semoga lo tenang di sana , kami semua di sini bakal rindu sama lo " ucap Rani dan tersenyum tulus .

Tapi satu hal yang membuat Rani tersenyum lebih lebar, saat melihat sudut bibir lia terangkat membentuk senyuman tanpa di ketahui oleh Al dan David . Tapi Rani berusaha untuk menutupinya .

Beberapa saat kemudian petugas rumah sakit datang bersamaan dengan ke dua orang tuanya .

" Mohon maaf, jenazah nona akan kami antar ke kediaman Brahmana" ucap salah satu petugas itu .

" JAGA MULUT LO YA , LIA BELUM MENINGGAL, GUE BISA RASAIN ITU , JADI JANGAN PERNAH NYBUT TUBUH LIA ITU JENAZAH !!"  Teriak Al histeris seperti orang kesetanan , ia ingin menghajar petugas itu namun tubuhnya di tahan oleh dadynya dan momynya yang memeluknya .

" Al tenangin diri kami, mom mohon " ucap momynya dengan terisak, yang membuat Al perlahan tenang.

" Baiklah sekarang bawa Lia ke kediaman Brahmana sekarang " ucap Dady Al .

Saat suasana tegang karena Al yang emosi ,David melihat semuanya.

Sangking kagetnya David hanya melongo, Rani yang mengerti itu berjalan mendekat ke arah David, dan membisikan sesuatu , yang membuat David lebih terkejut, tetapi dia segera mengatur raut wajahnya dengan baik , kembali dengan wajah datarnya yang menyiratkan kesedihan seperti awal.

" Mau tidak mau , kamu harus menerimanya , Lia sudah bahagia di sana , ikhlaskan dia Al " ucap dadynya.

" Nggak dad , ini nggk mungkin, lia masih hidup, Al bisa rasain itu , percaya sama Al dad!" Ucap Al dengan air mata yang menetes. Yang di tanggapi oleh angin lalu.

Perlahan tubuh Lia di tutupi oleh kain putih, dan bankar yang di tempatnya , di dorong oleh para petugas .

Al ingin sekali membunuh orang yang telah menghilangkan nyawa  Lia , tetapi apa boleh buat, ia masih belum menemukan siapa pelakunya .

Al menatap semuanya satu persatu dengan emosi, pandangannya kini berhenti ke arah David .

Al berjalan menuju David, dan menarik kerah baju David .

" Lo bilang lo cinta sama Lia! Lo bilang lo sayang sama lia! Tapi kenapa lo diem aja waktu petugas itu bawa pergi Lia hah!!" Ucap Al murka, David menatap tajam Al, dan dengan kasar melepas tangan al yang berada di kerah bajunya .

Bugh

Tanpa aba aba Davi memukul rahang Al , hingga darah mulai muncul di sudut bibirnya.

" Lo kira apa Al! Lo kira gue gak sedih!? lo kira gue nggak ngerasa kehilangan?! Mikir dong lo! Gue pacarnya , pasti gue ngerasain itu semua , bukan cuma lo aja . Jangan egois Al! Lia di sana juga butuh ketenangan , kalo lo kayak gini , sama aja lo ngebuat saudara kembar lo nggk tenang di sana !!" Ucap David dengan nada yang keras .

Seketika itu Al diam , dia merenungi ucapan David , tapi semuanya sia sia.  Dia masih belum bisa mengikhlaskan lia , biarkanlah kali ini dia bersikap egois, dia tidak perduli.

" Sudah Al , David , Rani . Ayo kita ke rumah , mungkin lia sekarang sudah samapi di sana , apa kamu tidak ingin menyolat i adik kamu al?" Ucap momynya yang kini sudah tenang .

Tapi untuk pertama kalinya al tidak menghiraukan ucapan ibunya , ia malah keluar dari ruangan itu penuh emosi, Al sendiri bingung kenapa dia tidak bisa mengendalikan emosinya.

----------------------------------------------------

Hallo guys , mungkin besok sabtu dan 1 Minggu itu aku nggk bisa update, karena Sabtu besok aku ada PAS , tapi insyaallah aku usahain buat updatee buat kalian para pembaca setia ku .

DO'A in yah agar aku bisa dapet nilai yang memuaskan 😂.

Oke kali ini nggk banyak bcd , terimakasih .

#sorryfortypo

Devil twins Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang