📌 FILE 1 : STOPED
📌 FILE 2 : FINISHED
Apakah ini permainan waktu? Rasanya ia begitu dekat denganku. Rasanya, aku seperti mengenal dirinya. Kami bagai tak berjarak, selain waktu dan ingatan yang sama-sama lumpuh pada waktu yang tak t...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HEHEHE, JIMIN TERKEKEH sewaktu nggak sengaja ketemu Christa di lobi apartemen. Christa yang memang udah punya bakat alam jadi cenayang atau kerdusnya Jimin yang udah basi sampai kecium, mau nggak mau bikin Jimin ketar-ketir. Wajah Christa udah sepet abis.
"Dek Tata kok di luar."
"Nasi gorengnya mana?" Tiba-tiba aja tangannya nengadah, bikin Jimin gelagapan. "Beli nasi gorengnya di Zimbabwe, ya."
"Hehehe." Menggaruk-garuk tengkuknya, "Bukannya kamu nggak mau, ya?"
"Makan mas aja kalau gitu. Siap sedia─a ... a ... a. Jangan dijewer, Dek. Sakit ... sakittt." Jimin memegangi telinganya yang dijawil Christa, lalu mengelusnya lembut. "Kasar, deh. Mas nggak suka nih."
Sembari menghentak, Christa berlalu begitu saja meninggalkan Jimin. Jimin tentu tidak tinggal diam, ia bergegas menyusul dan memeluk Christa dari belakang. Masa bodo dengan satpam yang berjaga di meja resepsionis.
"Ihhh ... lepas!"
"Nggak mau." Jimin mulai menyeret Christa keluar seraya menggoyang-goyangkan tubuhnya ke kanan dan kiri. "Kita jalan-jalan, yuk!"
"Gila!" maki Christa. "Udah jam setengah tiga, Om!"