01 Sosok Rahasia

3K 152 2
                                        

"Bisa saja karna aku tidak mampu mendekripsikan rindu sehingga mata ini ingin selalu menatapnya dan raga ini selalu menginginkan temu."

~

Langkah gadis itu terhenti saat nyeri hebat melanda kepalanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Langkah gadis itu terhenti saat nyeri hebat melanda kepalanya. Bayangan tiap bayangan ikut serta menghiasi kepala kecilnya. Seolah ada ingatan yang berusaha ia blokir, namun kembali hadir. Ayesha merasa deja vu. Seharusnya hari pertamanya ia melangkahkan kaki di kampusnya tidak dengan keadaan yang seperti ini. Ia ingin marah, tapi justru dirinya yang tidak sanggup melakukannya karena nyeri yang sungguh hebat.

Penglihatannya buram.

"Yaa Allah ...," lirihnya.

Mengingat ia belum tiba di ruang kelasnya, Ayesha pun berinisiatif untuk melanjutkan perjalanannya sembari berusaha melawan rasa sakit di kepalanya.

Lagi-lagi, langkahnya terhenti. Air matanya merembes jatuh membasahi pipinya. Apalagi melihat bayangan dirinya di dalam ingatan itu seperti sedang dilecehkan oleh beberapa pria brengsek. 

"I-ingatan a-apa itu?" tanya Ayesha pada dirinya.

"Si-siapa mereka?"

"Si-siapa pe-perempuan itu?"

"Bu-bukan aku, kan?"

Langkahnya linglung. Ayesha ingin pulang ke rumah menanyakan perihal bayangan yang ada di kepalanya. Bayangan yang membuat dadanya sesak bukan main.

"Ayah? Bunda?" panggilnya.

Bugh!

Kepalanya semakin sakit akibat tertubruk sesuatu yang ada dihadapannya. Meski tak terlalu keras. Namun cukup membuat langkahnya mundur beberapa centi.

"Ma-maaf, sa-saya gak sengaja," ujar Ayesha lemah. Sementara yang ditabrak pun cukup terkejut bertemu dengan gadis yang saat pagi tadi berseliweran di kepala pria itu.

Tapi bukan itu yang sekarang ada di kepalanya. Melainkan wajah Ayesha yang terlihat pucat dengan artian ia sedang tidak baik-baik saja.

"Kamu sakit?" tanya pria itu. Ia tidak bodoh untuk seorang yang telah menempuh pendidikan sarjana kedokteran. Apalagi tahun lalu, ia menyelesaikan co-assnya di rumah sakit milik Abinya.

Ayesha menggeleng. Ia tidak ingin merepotkan siapa pun. Apalagi orang asing yang wajahnya pun tak jelas dipenglihatannya.

Karena sempat menabrak dada bidang pria itu, ia tidak sengaja melihat setengah namanya di jas milik cowok itu.

"Gak. Kamu harus saya periksa dulu."

"Maaf, Pak. Gak perlu," tolak Ayesha pelan.

Dengan sekuat tenaga, ia membawa tubuhnya menjauhi tempat pria itu berdiri. Namun, baru beberapa langkah tubuh Ayesha terhuyung hingga tak sadarkan diri.

GoodBye, Memories! [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang