03 Perkara Cinta dalam Diam

1.8K 113 0
                                        

"Cinta dalam diam itu cuman sedikit yang berhasil. Nggak ada yang bisa mencintai dalam diam sesempurna Sayyidatina Fatimah Az-zahra dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib"

Setuju, gak? Komen, Yok!

~

Suara merdu yang terdengar di telinga Ayesha membuat tubuhnya terpaku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suara merdu yang terdengar di telinga Ayesha membuat tubuhnya terpaku. Rasa penasarannya membuncah ingin membuka sedikit kain pembatas shaf antara laki-laki dan perempuannya. Tapi, tetap saja ia masih punya harga diri.

Persoalannya, pria itu melantunkan salah satu surah kesukaannya, yaitu Al-Mulk. Sudah beberapa kali, Ayesha mendengarkannya selama sebulan ini. Ia selalu suka dengan suara itu. Terkadang, ia juga mendengarkan suara pria lainnya yang tidak kalah merdu dari pria yang saat ini sedang bertilawah.

Perbedaannya, yang saat ini melantunkan surah Al-Mulk nadanya lebih bersemangat. Sementara yang satunya terdengar merdu namun menyedihkan. Ahh, ia bodoh dalam menilai.

"Ehem, dari tadi ditungguin. Ternyata lagi jatuh cinta," celetuk Mila dari belakang.

Ayesha tidak menghiraukan. Justru ia melemparkan sebuah pertanyaan.

"Kamu gak sholat dzuhur?" tanya Ayesha dengan raut polos. Raut wajahnya selalu terlihat polos.

Mila hanya memamerkan giginya yang tertata indah. "Gak dulu, deh. Nanti."

Gadis itu hanya menggeleng. Mila terlalu sering menjawab nanti. "Nanti kapan, Mil? Kamu pengen nunggu disholatin yah?" sembur Ayesha tanpa saring.

Plak!

"Aww!" pekik Ayesha saat merasakan panas diarea lengannya akibat pukulan Mila yang lumayan keras.

"Napa mukul sih?" kesal Ayesha. Padahal apa yang ia katakan benar adanya.

"Lo nakutin gue aja."

"Aku gak nakutin. Emang kayak gitu kok. Bunda sering ngomong kayak gitu kalo aku males sholat," jawabnya lalu memanyunkan bibir.

Mila yang melihatnya hanya memutarkan bola matanya malas. "Iyaa, besok aja deh."

"Kalo besok kamu mati, gimana?" sembur Ayesha lagi-lagi.

"Bangke! SEKARANG GUE SHOLAT."

Mila yang ketakutan, beranjak dari tempatnya untuk mengambil air wudhu. Ayesha yang kelewat polos hanya bisa mengangguk-angguk.

"Temenan sama Ayesha, gue jadi tobat, Njir!"

Jamaah yang lain pun mulai bangkit menyisakan Ayesha dengan satu jamaah yang memperhatikan gerak-gerik Ayesha yang sedang mencari celah untuk melihat si pemilik suara itu.

GoodBye, Memories! [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang