Apa yang akan kalian lakukan saat sweet seventeen-mu malah mendapatkan suatu musibah? Seperti, diperkosa.
Ada tiga pilihan saat musibah itu datang; tetap melanjutkan hidup meski perlahan menghancurkanmu, memilih mengakhiri hidup meski hidupmu pun t...
"Lain kali, kamu harus sayang sama diri kamu sendiri. Kalo udah love yourself, baru kamu bisa love others."
~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Untuk pemeriksaan laporan praktikum kalian harus H+2 setelah praktikum, yah. Jadi hubungi asisten tiap kelompoknya."
Ucapan salah satu asisten di dalam laboratorium anatomi dua hari yang lalu, masih terngiang-ngiang di kepalanya. Ia sudah menghubungi asisten yang dimaksud oleh Mita. Tapi tak kunjung ada balasan.
"Guys, gimana kalo Kak Faisal gak bales-bales chat aku?" tanya Ayesha tepat saat teman-temannya merapat ke gazebo sebelah perpustakaan.
"Gak periksa laporan dong," jawab Mila santai dengan posisi berbaring berbantalkan paha Ayesha.
"Kita berusaha dulu. Bila perlu kita spam chat. Gue heran, kok mereka pada kayak gitu sih. Udah dikasih amanah, masih aja gak respon kita," kesal Aurel. Ingin rasanya ia memaki mereka. Tapi keberaniannya cuma seupil. Mana bisa? Aurel masih menyayangi nilainya.
"Gak boleh gitu, ihh. Asisten juga manusia. Pasti mereka punya kesibukan lain yang lebih penting." Ayesha berusaha menenangkan teman kelompoknya. Meski ia sendiri tidak yakin kalau dirinya bisa setenang itu.
"Positif vibes banget lo, Ca. Gue jadi insecure sekelompok sama lo. Nanti kalo lo kurang ajar, dikira nanti kita yang ngajarin," timpal Resta.
Ayesha hanya terkekeh. Tepat saat mereka berhenti membahas tentang asisten, tiba-tiba di depan mereka Faisal berjalan terburu-buru. Sepertinya memang ia sangat sibuk.
"Raf, woyy. Bangun, kupret!" Aurel berteriak tepat di telinga teman cowok di kelompoknya.
"Apaan sih? Ganggu orang tidur aja," omel Rafa yang masih setengah sadar. Ingin rasanya ia menguliti Aurel yang super duper nothing akhlak.
"Samperin Kak Faisal tuhh. Tanya, bisa gak dia periksa laporannya kita? Nanti kami nyusul. Yang penting lo cegat dia dulu," jelas Aurel.
"Dasar penakut!" hina Rafa. "Mana laporannya?"
Ayesha pun menyodorkan laporan itu setelah menyaksikan pergulatan lisan antara Aurel dan Rafa. Cowok itu memang bisa diacungi jempol untuk persoalan keberaniannya. Kalau yang lainnya, nol.
"Permisi, Kak. Saya Rafa, praktikannya Kak Faisal. Kakak punya waktu untuk memeriksa laporannya kami? Karna Kakak sendiri gak respon chat teman kami," ujar Rafa to the point.
Yang lain pun ikut mendekat dan mengiyakan apa yang dikatakan Rafa.
"Mana orang yang hubungi saya?" tanya Faisal dengan wajah dingin.