02 Buah Bibir Kampus

2.2K 137 1
                                        

~

Kuliah di jurusan kesehatan tidak semudah itu, Maemunah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kuliah di jurusan kesehatan tidak semudah itu, Maemunah. Mungkin karena Ayesha baru terbangun dari komanya, ia merasa menjadi bayi yang baru lahir yang tidak tahu apa-apa. Anggap saja, ia bodoh karena dipikirannya hanyalah para tokoh utama yang luarbiasa sempurna dimatanya dan hanya ada di dunia novel kesayangannya.

Otaknya keriting. Apalagi setelah menabrak tiang karena menghafal anatomi tubuh manusia sehingga ia pun tidak memperhatikan langkahnya sendiri.

Bugh!

"Aww!" pekik Ayesha cukup keras.

Seperti mendapat bogem mentah, lagi-lagi ia menabrak sesuatu untuk kedua kalinya. Entah kenapa, menabrak sepertinya akan menjadi salah satu hobi Ayesha selama menjadi seorang mahasiswa. Namun kali ini membuat dahinya nyeri karena tekstur yang ia tabrak lebih keras dari sebelumnya.

"Siapa saja, tolong bawakan penawar untukku. Ini terlalu sakit dan mungkin setelah ini, akan muncul bukit di dahiku," keluh Ayesha. Ia langsung melemparkan tatapan tajam pada tiang tidak punya adab itu.

"Gak ada akhlak nih tiang. Ngapain berdiri disini sih? Aduh! Kalo kayak gini kan jidat lebar sang putri seperti aku nggak cantik lagi," protesnya.

Terdengar suara tawa dari arah belakang membuat Ayesha terkesiap. Kaget, malu, kesal. Itu yang ia rasakan saat mendapati satu orang sedang melihatnya bertingkah gila. Apalagi sindrom queennya yang kembali kambuh. Tapi masih dikategorikan beruntung, karena hanya ada satu orang yang melihatnya. Kalau tidak, mungkin Ayesha lebih memilih pindah kuliah.


"Aneh," gumam Khoiril.

Pria yang melihatnya itu tertawa terpingkal-pingkal. Namun, setelah Ayesha menatapnya tajam, barulah ia sadar karena tidak kesopanannya. Wajah tampannya memerah menahan tawa dan tidak sanggup menatap gadis yang sedang merajuk itu.

"Seneng?" tanya Ayesha judes.

"Kamu lucu makanya saya ketawa," jawabnya.

"Bagus loh, bikin orang ketawa. Setidaknya kamu bisa dapet pahala," imbuhnya lagi yang membuat Ayesha sedikit gagal fokus.

Suara Khoiril membuatnya deja vu karena sama persis dengan suara pria yang menolongnya. Tapi karena masih kesal, Ayesha memilih tidak menghiraukannya dan pergi dari tempat laknat itu.

"E-ehh, jangan marah."

Khoiril menarik tas selempangan Ayesha hingga langkah gadis itu terhenti.

"Apa sih?" Ayesha mencoba untuk bersabar menghadapi pria aneh itu.

"Maaf."

GoodBye, Memories! [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang