I was smiling yesterday, I am smiling today, and I will smile tomorrow. Simply because life is too short to cry for anything.
– Santosh Kalwar –
Hari ini Juna bangun pagi. Waktu baru saja menunjukkan pukul 05.30, namun lelaki itu sudah terlihat segar. Ia memang sengaja bangun cepat karena sudah tak sabar ingin menemui Maisa, kekasihnya. Juna memakai kaos berwarna krem yang bertuliskan TARUNA di punggung serta celana training gelap yang membuatnya kelihatan gagah dengan setelan sporty itu.
"Halo, Tante?"
"Halo, Juna. Sudah siap belum? Nggak usah buru-buru, ini Maisa baru aja bangun."
"Siap, Tante."
Juna mematikan ponselnya dan segera menyambar kunci mobilnya yang berada di atas meja. Laki-laki gagah itu mengendarai mobilnya dengan wajah berseri-seri. Ia sengaja tak memberitahu Maisa kalau ia sudah pulang kemarin Sabtu. Ia hanya memberitahu Maisa jika mendapat cuti natal dan baru akan pulang pada hari Minggu. Lagi-lagi ia ingin memberikan surprise pada kekasihnya itu.
Akhirnya Juna sampai di depan rumah Maisa setelah mengendarai mobilnya selama 20 menit. Ia bisa melihat Maisa yang baru saja membuka jendelanya. Bahkan gadis itu masih menguap, hingga membuat Juna terkekeh. Juna membuka pintu mobilnya dan berjalan mendekati rumah itu. Sepertinya Maisa belum menyadari kedatangannya.
"Mai?"
Maisa membalikkan tubuhnya dan mata indah itu melebar sempurna ketika menyadari siapa orang yang baru saja memanggil namanya.
"Juna... Kok, udah pulang? Katanya besok?" ujar Maisa tak percaya.
"Surprise!" Juna tersenyum penuh kemenangan.
Maisa yang masih memakai piyama tidur dengan rambut acak-acakan terlihat menggembungkin pipinya. Ia sukses dibuat kesal sekaligus bahagia dalam sekejap.
"Udahan dulu ya keselnya, rekanitaku. Dilanjut nanti aja keselnya. Sekarang ganti baju terus terus kita CFD-an." Juna berucap sambil menatap mata Maisa. Gadis itu merona dibuatnya dan itu membuat Juna tersenyum.
Seketika Maisa berubah menjadi grusa-grusu. Secepat mungkin ia mencuci muka dan menggosok giginya. Kemudian ia segera mengganti pakaian dan menghampiri kekasihnya untuk segera berangkat ke tempat CFD.
Selama di perjalanan, dua orang itu tak henti-hentinya berceloteh. Juna sibuk menceritakan tentang segala kegiatannya di akademi, sementara Maisa sibuk menceritakan kegalauannya selama ditinggal Juna.
Juna tak henti-hentinya tersenyum. Bagaimana tidak, Maisa terlihat begitu menggemaskan saat menceritakan masa-masa galaunya. Seperti anak kecil yang merengek karena tidak dibelikan mainan.
"Sebegitu kangennya ya kamu sama aku?"
Maisa menghela napasnya. Ia menangkup wajah Juna dengan kedua telapak tangannya dan tersenyum manis sambil berkata, "Ya iyalah, Ju. Sehari aja nggak tahu kabar kamu rasanya aku bisa gila."
Sambil terus menggoda kekasihnya, Juna melihat-lihat tempat parkir yang kosong di sekitar Solo Check Point. Namun akhirnya ia diarahkan oleh seorang juru parkir ke tempat yang kosong.
Sepasang kekasih itu segera berjalan santai menuju ke Slamet Riyadi. Di sana terlihat sudah banyak orang yang berkumpul dengan beragam aktivitas. Ada yang berlari-lari kecil, ada yang melakukan senam, ada pula yang sliweran dengan sepeda ataupun in line skate. Keduanya memilih berjalan santai menikmati ramainya CFD. Sesekali mereka berhenti dan melihat komunitas pecinta hewan, mulai dari burung, anjing, sampai reptil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rindu Komandan
Teen Fiction[UNPREDICTABLE UPDATE] "Seseorang yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah melepaskanmu. Bahkan jika ada ratusan kata untuk menyerah, dia punya satu alasan untuk bertahan." - Maisadipta Deepika Cadudasa "Terkadang dua orang harus berpisah unt...
