Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own.
– Robert A. Heinlein –
Satu bulan...
Dua bulan...
Tiga bulan...
Akhirnya penantian panjang Maisa terbayar juga. Setelah kurang lebih selama 3 bulan harus berpisah dengan Juna, ia bisa bertemu kembali dengannya. Tak bisa dibayangkan bagaimana perubahan Juna selama menjalani latihan diksar Chandradimuka.
Sebuah kebaya modern berwarna campuran biru muda dan pink dipadu dengan rok batik selutut telah ia siapkan jauh-jauh hari. Ia tak ingin mengecewakan pertemuannya dengan Juna. Ia bahkan menyiapkan sebuket bunga spesial untuk sang kekasih yang hari ini akan resmi dilantik menjadi taruna.
"Akhirnya, kita bisa ketemu lagi, Ju."
Maisa memilih untuk merias wajahnya senatural mungkin. Kulit wajahnya yang halus membuatnya tak perlu susah payah berdandan. Hanya sedikit polesan bedak tabur, ditambah dengan eye shadow dan blush on berwarna merah muda, dan sentuhan akhir lipstik berwarna senada, sudah membuatnya bak seorang putri.
"Cantik," celetuk Mama Juna yang tiba-tiba berdiri di belakang Maisa.
"Eh, tante. Lebih cantikan juga tante," balas Maisa. Mama Juna memang tak kalah cantik. Meskipun sudah kepala empat, hampir tak ada satupun tanda-tanda penuaan di wajahnya.
"Udah selesai kan dandannya? Kalau gitu, sekarang kita berangkat. Jangan lupa itunya dibawa. Tante mau ke kamar Papanya Juna dulu."
"Siap."
Maisa segera mengambil tas kecil dan juga buket bunga yang telah disiapkan. Dengan wajah sumringah, ia meninggalkan kamar dan segera menghampiri calon mertuanya.
***
Seluruh orang tua dari para capratar dan cabhatar sudah berkumpul di Akademi Militer. Mereka bersiap menghadiri upacara wisuda prajurit dan bhayangkara taruna di Lapangan Sapta Marga, Kampus Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. Upacara ini menandai berakhirnya masa pendidikan dasar terintegrasi kemitraan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian.
Terlihat ada ratusan prabhatar yang sudah berbaris rapi di pinggir lapangan. Mereka dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok PDU biru dan kelompok PDU merah. Mereka yang berwana biru adalah capratar dari Akademi TNI. Sementara mereka yang berwarna merah adalah cabhatar dari Akademi Kepolisian.
Maisa mulai menebar pandangan. Dari kanan ke kini, depan ke belakang, ia menamatkan pandangannya pada satu per satu prajurit yang berbaris. Sampai tiga kali pengulangan, ia tetap tak bisa menemukan Juna.
Ke mana ya dia?
Namun tiba-tiba Maisa melihat ada 4 orang lain yang berada di luar barisan. Masing-masing 2 orang laki-laki dan perempuan dengan warna seragam berbeda. Ia pun menamatkan pandangannya pada sosok laki-laki yang berseragam biru. Meskipun tak terlalu dapat mengenali, ia yakin kalau itu adalah Juna.
Wisuda jurit dibuka dengan display drumband Genderang Suling Canka Lokananta yang beranggotakan para taruna Akademi Militer. Setelah penampilan display selesai, korps musik yang mengiringi upacara memasuki lapangan diikuti barisan para caprabhatar.
Upacara dimulai.
Setelah komandan upacara memasuki lapangan upacara dan dilakukan penghormatan, dibacakan berita acara pelaksanaan latihan diksar Chandradimuka. Kemudian di akhir pembacaan berita acara, diumumkan mereka-mereka yang meraih predikat prabhatar berprestasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rindu Komandan
Novela Juvenil[UNPREDICTABLE UPDATE] "Seseorang yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah melepaskanmu. Bahkan jika ada ratusan kata untuk menyerah, dia punya satu alasan untuk bertahan." - Maisadipta Deepika Cadudasa "Terkadang dua orang harus berpisah unt...
