So, this is my life. And I want you to know that I am both happy and sad. And I'm still trying to figure out how that could be.
– Stephen Chbosky –
Sekitar pukul tiga sore, Maisa diperbolehkan melaksanakan pesiar untuk pertama kalinya setelah tiga bulan terkungkung di dalam Lembah Tidar tanpa melihat dunia luar sedikitpun.
"Langkah tegap maju, jalan!"
Maisa memimpin rekan-rekannya melewati pintu gerbang Akademi Militer dengan derap langkah nan gagah perkasa. Seirama dan satu suara.
Betapa bahagianya Maisa ketika salah satu kakinya sudah melangkah keluar dari gerbang Ksatrian Akademi Militer. Dan ia langsung dijemput oleh orang-orang yang ia cintai. Gadis itupun hanya meminta agar hari ini ia bisa bercerita banyak hal dan bersendau gurau bersama mereka.
"Kakak, beli es kepal yuk," ujar Jeanny di dalam mobil.
Maisa melongo. Es kepal? Gadis itu rasanya sama sekali belum pernah mendengar dan melihat yang namanya es kepal.
"Es kepal? Apaan itu dek?" tanya Maisa penasaran.
"Hahaha..."
Semuanya yang ada di mobil pun tertawa. Sebegitu kudet-nya Maisa sampai-sampai ia tidak tahu apa yang sedang menjadi hits dalam tiga bulan terakhir. Bahkan ia sampai tak tahu jika idolanya dalam drama, Song Joong Ki, telah menikah dengan lawan mainnya, Song Hye Kyo.
Setelah sekian lama berpisah dengan ponsel pintarnya, akhirnya hari itu ia bisa memegang dan memainkan kembali benda kecil kesayangannya itu.
Ratusan notifikasi langsung menyerbu ponselnya selang beberapa menit dihidupkan. Dari sekian banyaknya percakapan, ia hanya fokus pada satu percakapan.
Arjuna.
Terlihat puluhan chat dikirimkan laki-laki itu setiap minggunya. Entah itu sekedar memberi kabar, memberi emotikon-emotikon cinta, sampai memberi kata-kata motivasi untuknya.
Selamat ya sayang atas wisuda juritnya. Selamat karena kamu telah berhasil menyelesaikan ujian pertamanmu. Akhirnya, kamu sudah satu langkah untuk menyusulku. Maaf, aku tidak biaa hadir di salah satu hari bersejarah dalam hidupmu.
Ingat, hubungan tidak hanya sekedar rasa cinta dan sayang antara dua insan manusia. Namun saling menghargai, saling pengertian dan saling memahami satu sama lain. Menerima setiap kelebihan dan kekurangan, adalah kunci dalam suatu hubungan.
Aku di sini akan selalu menunggu kamu, Mai. Kita berjuang bersama-sama, kita juga harus berhasil sama-sama. Sekali lagi, aku tunggu kamu di AAU, calon Pia Ardhya Gariniku. I love you.
Pesan itu dikirim Juna empat hari lalu. Nampaknya laki-laki itu memang sudah mempersiapkan ucapan itu jauh-jauh hari sebelum Maisa diwisuda menjadi seorang prajurit.
Terima kasih sudah setia menemani, Ju. Terima kasih kata-kata motivasinya tiap minggu. Serasa punya motivator pribadi nih. Hehehe.
Minggu depan kalau pesiar, jangan lupa ngabarin ya. Love you.
***
Jauh-jauh pesiar ke Yogyakarta, yang Maisa inginkan hanya satu hal: makan di Jejamuran. Jejamuran, salah satu tempat makan yang tidak akan pernah ia lewatkan ketika berkunjung ke Yogyakarta. Menu lengkap, rasa enak, dan harga bersahabat.
Antrean kendaraan di jalan menuju resto sudah mengular. Petugas parkir dengan sigap mengarahkan mobil Maisa menuju lapangan parkir di pinggir jalan. Syukurlah, masih ada space bagi kendaraan Maisa. Menjelang jam-jam sore seperti ini, Jejamuran resto memang selalu ramai. Kebanyakan tamu resto adalah keluarga dan rombongan wisata.
Begitu masuk, Maisa langsung menuju ke meja registrasi.
"Selamat siang, Mbak. Ingin makan di ruangan yang non perokok atau smoking area?" tanya salah satu staf Jejamuran.
"Yang non perokok aja, Mbak," jawab Maisa. Setelah itu, ia mendapatkan nomor meja yang tempatnya disesuaikan dengan jumlah rombongan.
Selesai masalah registrasi, Maisa dan keluarganya segera masuk. Di beranda depan, mereka disambut oleh dua orang karyawan resto yang menawarkan brownis jamur untuk diicipi secara cuma-cuma.
"Ngapain aja sih di sana dek sampai mukamu kumus-kumus gitu?" tanya Mama sedikit meledek.
Menghitam, kurus, dekil, begitulah gambaran Maisa sekarang. Selama 3 bulan menjalani latihan dasar Chandradimuka, yang selalu ia hadapi adalah latihan, latihan, dan latihan di bawah teriknya sinar matahari.
Semua anggota keluarga tak henti-hentinya menatap Maisa yang terlihat sangat berubah, baik dari segi fisik maupun kepribadian.
"Ya banyak sih, Ma, kegiatannya. Mulai dari senam pagi, apel pagi, pelajaran, latihan luar," ujar Maisa memulai cerita. "Tiap kali ketemu orang pakai baju kuning dan topi merah, pasti dibikin capek."
"Baju kuning? Topi merah?" tanya Papa penasaran.
"Pelatih jasmani, Pa. Tiap ketemu mereka, pasti ada aja kegiatannya. Entah itu samapta, renang militer, lintas medan, halang rintang, senam praktek, parkour, sama bela diri militer. Bahkan nggak jarang ada yang sampai elek karena males-malesan."
"Ya namanya juga bagian dari pembentukan, dek. Apapun yang ada, harus dijalani dan dilewati. Merasa capek boleh, tapi menyerah jangan. Cuma beberapa waktu aja masa bggak kuat," ujar Mama memberi semangat.
Belum puas bercerita, waktu tak terasa malam telah tiba, dan kini saatnya Maisa untuk kembali masuk ke Lembah Tidar untuk melaksanakan apel malam.
Walaupun hari itu terasa singkat, namun keluarga Maisa sangat bahagia. Mendengar bagaimana serunya gadis itu bercerita tentang latihan dasar Chandradimuka yang ia jalani selama 3 bulan dan bagaimana susah senangnya ia menjalani itu semua, sudah cukup bagi mereka untuk melepas rindu.
Meski sedikit berat melepas Maisa kembali di depan gerbang Akmil pada malam itu, kedua orang tua Maisa tetap merasa bahagia karena mereka tahu pasti tempat itulah yang selalu menjadi pilihan hidupnya semenjak masih kecil. Mereka juga tak lupa bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan kesempatan mengantarkan putri tercintanya meraih cita-cita.
==========
Maafkan saya yang baru bisa update cerita sekarang setelah sekian lama hiatus 🙈
Jangan lupa vote + comment ya ✨💕😆
KAMU SEDANG MEMBACA
Rindu Komandan
Ficção Adolescente[UNPREDICTABLE UPDATE] "Seseorang yang benar-benar mencintaimu tidak akan pernah melepaskanmu. Bahkan jika ada ratusan kata untuk menyerah, dia punya satu alasan untuk bertahan." - Maisadipta Deepika Cadudasa "Terkadang dua orang harus berpisah unt...
