Ini klo eike ngambil putu vantatnya dari atas trs eike zoom penampakannya kek melonnya Anastasia tahhhh 😅😅😂 montoeqquee 🍈🍈
Ya ampun Riii, bapakmu kok ya nyari duit gitu banget yakkk 😆😂
Gita POV
"Riri tau mama ngeboong"
Aku menoleh ke arah pintu kamarku, Riri berdiri menatapku tajam.
"Jangan bikin mama tambah pusing deh Ri" Kataku sambil memijat keningku.
Belum siap untuk berdebat pendapat lagi, masa harus menghadapi celotehan anaknya setelah bersitegang dengan ayahnya beberapa puluh menit yang lalu.
Aku butuh menghirup udara segar dulu agar otakku kembali tegak lurus.
"Ayah Riri belum mati, tapi gak mungkin juga ayah Riri om yang jari kelingkingnya keriting itu kan?"
Aku terdiam, mulutku total menganga mendengar perkataan Riri barusan. Jari tanganku berhenti memijat keningku dan menggantung di udara.
Mau ketawa, tapi....
Aku membuang pandanganku ke arah jendela, menyembunyikan wajahku yang sudah pasti merah menahan tawa.
"Ya kan ma?" Suara Riri mendesakku.
Aku berusaha menahan diri untuk tidak tertawa sampai bahuku sedikit berguncang.
Ya ampun, dari mana Riri menemukan kata-kata itu, jari kelingking keriting tadi dia bilang?
Sebentar-sebentar, maksud Riri apa ya?
Aku menarik nafas panjang-panjang, mengontrol diriku agar tidak tertawa.
"Maksudnya apa jari kelingking keriting itu Ri?" Tanyaku sambil menegakkan punggungku.
Pundaknya yang hanya separuh muncul di pintu bergerak-gerak.
"Om yang mama bilang ayah Riri itu, gak mungkin dia ayah Riri, kayanya dia itu penyuka sesama jen...."
"Op, op, op, jangan di terusin, kamu tau dari mana kata-kata kaya begitu Ri?" Tanyaku sedikit panik, aku melangkah menghampiri dirinya dan menarik tangannya masuk ke dalam kamarku.
Aku pernah bilang kan anakku ini sangat kritis.
Tapi mendengar perkataannya barusan, bikin aku kaget.
Umurnya masih 9 tahun, dan bisa mengatakan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh anak seumurannya.
Aku menatap wajahnya begitu kami berdua duduk saling berhadapan. Menuntut jawaban darinya.
"Dari IG sama YouTube" Jawab Riri, wajahnya terangkat membalas tatapanku.
Ok, Riri menjawab jujur.
Ugh, aku harus memblokir tontonan yang tidak pantas untuk umurnya, bahaya nih.
Telapak tanganku mengulur ke arahnya.
Riri mengerutkan dahinya bingung melihat tanganku.
"Mama sita handphone kamu Ri, apa yang kamu liat di IG sama YouTube itu gak boleh kamu tonton" Kataku.
Riri bersedekap seakan menantangku.
"Riri bakal kasih handphonenya kalo mama bilang jujur siapa ayah Riri" Riri benar-benar menantangku.
Aku memijat keningku.
"Mama bakalan sita skateboard kamu" Kataku kemudian.
Riri mengerucutkan bibirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
back for good
HumorWarning for +21 only Penulis hanya menuangkan ide cerita, tidak menganjurkan untuk dipraktekkan, harap bijak dalam membaca Happy reading 13/5/18 - 7/7/18
