Kancingin lah om Ben itu kemejanya, eike tewes perut yeay k'belah2 gitu ga kaya bapak2 berkaus singlet tetangganya Jeni 😂😂😅
Ben POV
3 hari sudah, Riri tidak terlihat di taman ini. Aku yakin Gita pasti melarangnya untuk menemuiku, itu sudah pasti.
Darn!
Penjelasan Sam kemarin tidak membuatku puas.
Aku boleh saja curiga ada affair di antara Sam dan Gita, dulu kami selalu bersama, sering double date.
"Bagaimana bisa Riri itu anak gue, untuk ngebangunin junior gue aja susahnya minta ampun" Kata Sam kemarin.
"Gue selalu ngejawab setiap omongan orang-orang yang nanya, kapan punya anak, ya jawabannya bikin anak itu susah, susah dalam artian sebenarnya, junior gue susah bangun, makanya susah bikin anak" Lanjutnya dengan nafas memburu.
Keningku mengernyit menatap wajahnya lurus.
"Tapi elu bilang orientasi elu berubah sejak 3 tahun yang lalu" Aku masih saja tidak menerima penjelasannya, yang menurutku sangat tidak masuk akal.
Kulihat kepalan tangan Sam mengerat.
"3 tahun yang lalu itu gue benar-benar menyadari kalo selama ini orientasi gue berubah, selama ini gue bingung, liat perempuan memang bikin gue nafsu, tapi pas mau have sex, nafsu yang tadi meluap-luap langsung padam"
"Sarah menutupi kekurangan gue selama ini, tapi akhirnya dia give up juga, siapa yang bertahan kalau gue lebih gampang turn on liat video sex dan gue lebih fokus ngeliatin cock pemeran lelaki di video yang kami tonton selama kami have sex..."
Aku menjulurkan jari telunjukku ke depan hidungnya.
"Stop, jangan di terusin lagi, i don't want to hear the whole story" Potongku sebelum mendengar Sam menceritakan seluruh kisah percintaannya yang selama ini tidak pernah kami bahas.
Dan Sam sudah terlalu banyak bicara mengenai orientasi seksualnya yang menyimpang itu.
Aku mengacak rambut belakangku dengan kasar.
"Terus siapa ayah Riri sebenarnya?" Tanyaku pada diri sendiri.
Ku lihat Sam menghela nafas.
"Riri itu anak elu Ben! Can you see her face? Her talent? She looks like you bro!" Suaranya terdengar kesal.
Aku menggeleng.
"Her talent? Dia memang jago main skateboard, tapi jangan lupa, kita berdua bisa saja mewarisi bakatnya, elu juga skater, selain surfer, kasih gue alasan yang lebih masuk akal" Sanggahku lagi.
"Elu udah gila sampe menyangkal dia anak elu, dan lebih gila lagi mikir gue ada affairs sama Gita, you so idiot, bro" Sam mengusap wajahnya frustasi. Lalu berdiri.
"Saran gue, tes DNA, biar elu lebih yakin lagi" Sam melangkah keluar dari apartmentku.
Aku menarik nafas panjang, mengusir lamunanku atas kejadian kemarin malam.
Aku mengedarkan pandanganku ke arah taman dan berniat untuk melanjutkan track running yang baru separuh aku tempuh. Ketika meraih botol minuman, mataku menangkap sosok anak perempuan yang aku tunggu-tunggu kedatangannya sejak beberapa hari yang lalu.
Riri berjalan dengan santai menenteng skateboard lalu melakukan pemanasan, merenggangkan tangannya ke atas kepalanya, lalu memutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
back for good
HumorWarning for +21 only Penulis hanya menuangkan ide cerita, tidak menganjurkan untuk dipraktekkan, harap bijak dalam membaca Happy reading 13/5/18 - 7/7/18
