Rahangmu banggg 😍
Ben POV
Aku mengunyah kacang macadamia setelah meraupnya dari kemasan yang iseng aku bawa sambil mengisi waktu menunggu kedatangan anak perempuan yang membuatku penasaran.
Kemarin dia tidak datang. Aku melirik pergelangan tanganku, sudah lewat 10 menit dari waktu yang biasa dia muncul.
Kemarin Sam bilang, aku terlihat terobsesi karena terlalu penasaran dengan anak itu.
Bukan, kalian jangan mengira aku menyukai anak perempuan yang umurnya jauh di bawahku ya, entah kenapa, seperti ada sesuatu yang mengganjal.
Rasa penasaranku semakin hari semakin besar, bukannya melupakan dia, yang ada malah setiap sore aku selalu menyempatkan diri untuk mampir sehabis jogging, sudah rutinitasku.
Mataku berbinar ketika melihat sosoknya melangkah masuk ke dalam arena taman sambil menenteng skateboard dan sebotol minuman.
Rambut panjangnya tergerai sampai punggungnya, sangat cantik untuk ukuran seorang anak kecil.
Wajahnya mengingatkanku akan seseorang, ketika kemarin lusa aku duduk di sampingnya, kulihat warna manik matanya berwarna coklat keemasan.
Tidak seperti warna mata orang asia kebanyakan yang berwarna hitam atau coklat tua.
Anak perempuan itu berdiri di dekat tempat duduk tidak jauh dari tempatku berada.
Tangannya meletakkan skateboardnya di atas tempat duduk lalu tangannya menguncir rambut panjangnya dengan cekatan.
Aku terkesima melihat gerakannya. Sebelum dia melakukan peregangan, anak itu meneguk air minumnya langsung dari botol dalam tegukan besar.
Dengan lincah tubuhnya meluncur ke bawah meninggalkan botol minumannya di atas tempat duduk.
Mataku memicing ke arah botol minumannya, ada beberapa stiker yang menempel di atasnya.
Untuk memenuhi rasa penasaranku, aku berjalan ke arah tempat duduknya, berpikir, mungkin saja stiker itu bertuliskan namanya. Bisa jadi kan?
Aku duduk di samping botol minuman miliknya, mataku langsung mengarah ke stiker yang bertuliskan 'milik Riri' di satu sisi.
Ok, jadi namanya Riri, terjawab sudah rasa penasaranku ini.
Keningku berkerut, ada stiker lain yang menempel di sisi yang lainnya dengan warna berbeda. Stiker apalagi itu?
Aku mengedarkan pandanganku ke arah arena skateboard, anak perempuan itu terlihat fokus bermain, aman.
Rasa penasaranku benar-benar mengalahkan kode etik karena mengganggu privasi orang lain.
Kalau orang lain melihat gerak-gerikku sekarang ini, mungkin terlihat mencurigakan, seperti ingin....
"Om mau nyolong botol saya ya?"
Suara di belakang membuatku berjengit kaget ketika tanganku sudah mengulur untuk memutar letak botol ke arah sisi menghadapku agar terlihat stiker yang melekat di sisi lain itu.
Aku mengusap tengkukku dengan wajah meringis. Tertangkap ketika sedang menjalankan aksi itu rasanya gimana ya?
"Nggak kok, saya cuma mau liat stikernya aja" Jawabku jujur, aku rasa dalam keadaan seperti ini, mau jujur atau bohong tidak akan menolong juga.
"Bener kan, penjahat mana ada yang ngaku om" Katanya dengan menatapku tajam, rasa-rasanya aku sudah mendengar perkataan itu, kapan ya?
Aku menggaruk-garuk rambutku lalu bergeser memberikan ruang untuknya karena kulihat dia berjalan melewatiku dan mengambil botolnya, aku pikir anak itu mau duduk di sampingku ternyata dia hanya berdiri lalu bersedekap memeluk botolnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
back for good
UmorWarning for +21 only Penulis hanya menuangkan ide cerita, tidak menganjurkan untuk dipraktekkan, harap bijak dalam membaca Happy reading 13/5/18 - 7/7/18
