28. extra part (stiker)

23.9K 1.7K 388
                                        

Gita POV

Aku menatap Ben yang baru keluar dari kamar mandi dengan berbalutkan bathrobe.

Rambutnya sedikit basah, aku termangu memandangnya, Ben terlihat seksi dan menggiurkan.

Kami berada di kamar hotel setelah melaksanakan resepsi pernikahan kami beberapa jam yang lalu.

Aku meneguk ludahku melihatnya berjalan melewati ranjang king size kamar hotel ini sambil menyeka rambutnya memakai hand towel.

Ketika kami memasuki kamar hotel ini beberapa puluh menit yang lalu, begitu pintu di belakang kami menutup, Ben langsung melahap bibirku dengan rakus dan menghimpit tubuhku di dinding.

Hanya dengan usapan dan belaian lembut dari tanganku yang menyelusup masuk ke dalam celana bahannya dan langsung menemukan inti Ben yang sangat keras, Ben meledak dengan nafas memburu tidak lama setelah aku meremas dan memijit intinya dengan gerakan cepat.

Wajahnya menunduk menatap tanganku yang masih menggenggam dirinya.

Ben meringis mendongak menatapku.

"Hehehe akhirnya meledak juga" Katanya dengan wajah konyol.

Saat itu Ben bilang kalau dia sudah tidak tahan lagi, sentuhan sedikitpun dariku pasti akan membuatnya meledak seketika.

Aku mengamati Ben yang berdiri memunggungiku setelah melempar hand towel ke arah sofa. Kulihat Ben membuka belitan tali bathrobe lalu mengikatnya kembali tak lama kemudian.

Ben memutar tubuhnya berjalan melangkah menghampiriku yang duduk bersender di kepala ranjang.

Aku meneguk air liurku melihat caranya menatapku, matanya fokus menatap bibirku dengan tatapan yang tidak bisa kubaca.

Ben berdiri di samping ranjang menatapku, lalu cengiran aneh menghiasi wajahnya yang mulus dari bulu-bulu tipis yang biasa tumbuh di rahangnya.

"Kenapa sekarang aku gugup banget ya?" Katanya sambil mengusap tengkuknya.

Aku tersenyum.

"Kamu gak sendiri kok, aku juga gugup" Kataku tidak menutupi apa yang aku rasakan.

Ben menunduk lalu membuka belitan tali bathrobe yang ku pakai.

Dengan canggung aku menegakkan punggungku dan duduk menghadap dirinya.

Perlahan Ben menurunkan  bathrobeku, matanya berbinar melihatku yang polos di balik bathrobe yang ku pakai.

Tanganku membuka keseluruhan bathrobe yang menutupi tubuh bagian atasku dan membiarkan bathrobenya teronggok di pinggulku.

Kulihat jakunnya bergerak naik-turun. Dengan gerakan pelan Ben mengusap pangkal pahanya.

Aku melihat intinya yang bergerak di balik bathrobe yang di pakainya.

Tangannya lalu bergerak mengusap puncak payudaraku.

Aku melenguh dan memejamkan mataku menikmati usapannya yang kian turun menelusuri perutku.

Dengan pelan aku bergerak mundur untuk naik ke atas ranjang lebih ke tengah, bathrobe yang ku pakai akhirnya menjadi alas tubuhku.

Mataku perlahan terbuka karena tidak merasakan usapan tangannya di tubuhku.

Punggungku menegak dengan kedua siku menopang tubuhku.

Kulihat Ben sudah melepaskan bathrobenya, tubuh polosnya yang terpahat indah bergerak mendekatiku.

Mataku memicing melihat sesuatu yang menempel di bawah pusarnya.

back for goodTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang