"Selamat datang, ingin memesan sesuatu?"
Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi, dan Seongwoo sudah sigap berdiri di belakang kasir dengan baju seragamnya.
Tadi pagi, ia terpaksa berangkat dengan bus menggunakan kartu e-ticket milik Daniel karena tidak tega membangunkan Daniel yang tertidur dengan pulas. Tenang, ia sudah memasak bubur untuk Daniel dan menaruh surat di nakasnya. Beruntung hari ini mereka tidak ada kelas.
"Jadi total semuanya 16,000 won," Seongwoo mengetikkan jarinya di atas mesin kasir dan memberikan kembalian kepada pengunjung.
"Hyun! Satu iced frappucino, bawa pulang!" teriak Seongwoo kemudian mengambil kue pesanan pengujung tadi.
"Ini pesanan anda, silahkan dinikmati," ujar Seongwoo ramah.
"Selamat pagi, anda ingin memesan..." ucapan Seongwoo terhenti saat melihat Jonghyun, pemuda yang membantunya di bus kemarin berdiri di hadapannya.
"Eh Jonghyun kan?"
Jonghyun tersenyum, kemudian mengangguk, "Iya hehe, aku kesini mau nagih hutang lho," ujarnya bercanda.
Seongwoo tersenyum, "Hyun, bisa gantiin aku bentar ngga? Aku mau ngobrol sebentar," teriaknya lagi.
"Siap sedia, Woo!" Minhyun berteriak balik dari arah belakang.
--
Keduanya kini tengah menyesap iced vanila latte pemberian Seongwoo dengan khidmat.
"Jadi, kamu beneran kerja disini?" Seongwoo mengangguk.
"Berapa pegawainya?"
Seongwoo tersenyum, "Cuma kami berdua, aku sama Minhyun," timpalnya
"Ngga kecapekan?"
Gelengan. Seongwoo kembali menyeruput minuman miliknya, "Capek si...ngga cuman kadang kalau kafenya rame bisa kewalahan," jawab Seongwoo.
"Kalau kamu kerja dimana?"
"Oh, aku dosen di universitas X," jawab Jonghyun jujur.
Mata Seongwoo membulat seketika, "Loh? Aku kuliah disitu, jurusan kedokteran," ia bingung, bagaimana dosen bisa terlihat semuda dan setampan ini.
"Oh, kalau aku ngajar di jurusan hukum. Bukan jodoh kita berarti," Jonghyun sedikit terkekeh menanggapi jawaban Seongwoo yang terlalu ekspresif.
"Waduh ngga enak ngomong informal sama dosen, maaf pak," ujar Seonwgoo sungkan.
Jonghyun hanya terkekeh, "Eh eh, ngga apa-apa, asalkan jangan manggil aku pake nama aja di kampus, bisa-bisa murid-murid yang lain mikir yang ngga-ngga," ujar Jonghyun bercanda.
Mereka kembali menikmati minuman masing-masing dan angin sepoi-sepoi yang sesekali melintas.
"Oh udah jam 12, aku pergi dulu Woo. Mau ngajar,"
"Hehe, iya pak, semangat!" ucap Seongwoo sembari mengepalkan kedua tangannya di udara, memberikan semangat untuk Jonghyun.
Setelah dirasa Jonghyun sudah menjauh, Seongwoo kembali masuk kedalam kafe dan bekerja kembali.
--
"Aku pulang," teriak Seongwoo yang baru saja pulang dari pekerjaannya.
Ia meregangkan tubuhnya kemudian berjalan ke atas, menuju kamar milik Daniel.
"Niel?"
Tidak ada orang didalamnya, hanya suara shower yang dihidupkan. Mungkin Daniel sedang mandi, pikir Seongwoo.
Ia membuka bajunya, berniat menggantinya dengan kemeja rumahan yang nyaman dipakai. Saat tengah membuka bajunya, suara shower berhenti digantikan suara pintu kamar mandi yang terbuka dengan menampilkan Daniel yang baru saja keluar hanya dengan memakai boxer dan handuk di atas kepalanya.
"Eh Seongwoo, baru pulang?" Seongwoo mengangguk kaku.
Ia menelan ludahnya gugup karena melihat Daniel yang terkesan seksi dimatanya sekarang. Baru pulang langsung melihat ginian, emang rezeki ya, Woo.
"Um aku mau mandi dulu Niel," Seongwoo bohong hanya untuk menetralkan detak jantungnya.
Namun sebelum memasuki kamar mandi, Daniel menarik tubuh toplessnya dan memeluknya. Membuat punggung telanjang Seongwoo menyentuh dada bidang hangat milik Daniel dan itu sangat tidak bagus untuk kesehatan jantung keduanya.
"Aku kangen," ucap Daniel setelah kira-kira lima menit mereka berpelukan. Atau lebih tepatnya, Daniel memberikan Seongwoo back hug.
Seongwoo tesenyum mendengarnya, "Hm, ya. Aku juga," ucap Seongwoo seadanya namun dengan hati yang berbunga-bunga.
"Kamu udah makan, Niel?"
"Belum, aku nungguin kamu daritadi," jawabnya jujur.
"Jadi kamu belum makan daritadi siang?" tanya Seongwoo panik.
Daniel mengangguk, "Aku ngga selera makan kalau ngga ada kamu," ucapnya yang membuat Seongwoo merona.
Dengan sedikit ketegaran, Seongwoo melepas pelukan Daniel dan langsung memakai bajunya dengan cepat.
"Gimana sih kamu Niel? Nanti kalau tambah sakit gimana?" amuk Seongwoo pura-pura dan Daniel menundukkan kepalanya.
Seongwoo sedikit tersenyum karenanya, "Yaudah, aku bikinin kamu makanan dulu. Sebentar ya, nanti aku panggil kalau udah jadi,"
Seongwoo bergegas menuju dapur dan meninggalkan Daniel sendiri dikamarnya. Ia memandang kamarnya dengan tatapan horror, mengingat ia tidak mau makan tadi siang bukan karena tidak ada Seongwoo, namun takut karena menonton film horror tadi siang.
"Woo! Tunggu, aku ikut! Hii! Serem"
--
Hayooo, siapa tadi yang minta update cepet?
How about...triple update for today???
-Dev
KAMU SEDANG MEMBACA
Him - OngNiel
Fanfiction[End][BxB] Hanya kisah cinta Ong Seongwoo dengan berbagai masalah yang ia hadapi dan dia.
