Part V - Baekhyun POV
Aku tidak tau apa yang terjadi pada Nayeon, tiba-tiba saja dia terjatuh pingsan. Aku panik, dan hal berikutnya yang aku ingat adalah dia sudah berada dalam dekapanku. Tanpa pikir panjang aku langsung menggendongnya, bisa kucium aroma shamponya dan aku suka. Bisa kurasakan Sehun dan Jisoo berlari tepat di belakangku.
Jisoo.
Tidak sempat terpikirkan olehku saat aku mendekap Nayeon dalam dadaku bagaimana perasaan Jisoo. Apakah dia cemburu, marah, atau apa? Aku benar-benar tidak memikirkan bagaimana perasaan Jisoo. Aku harus bicara dan minta maaf padanya nanti. Aku tidak ingin menyakitinya. Dia terlalu baik untuk disakiti.
Kubaringkan Nayeon di kamarnya lalu menyelimutinya. Jisoo membawa sesuatu untuk membangunkan Nayeon, aku tidak tau apa itu namanya.
"Nayeon, Nayeon, sadarlah." Kata Jisoo, benar-benar mengkhawatirkannya.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Nyonya Kim dari arah pintu.
"Dia belum sadar." Jawabku.
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
"Kami tidak tau, tiba-tiba saja Nayeon pingsan dan terjatuh." Kataku sembari duduk di sisi ranjang Nayeon, berseberangan dengan Jisoo.
Sementara Jisoo terus berusaha membuat Nayeon sadar. Nyonya Kim keluar untuk membuatkan Nayeon minum. Aku tidak tau harus bagaimana lagi. Dan kulihat Nayeon mulai sadar, lalu mulai menggumamkan sesuatu.
"Taehyung." Suara lembut Nayeon mulai terdengar.
Taehyung. Ternyata dia sedang memikirkan Taehyung saat dia pingsan. Sebegitu berhargakah Taehyung bagi Nayeon?
Tentu saja, Pabbo!
Lalu kenapa aku merasa tidak suka pada kenyataan itu? Apa hak ku untuk marah kalau memang Nayeon selalu memikirkan Taehyung? Toh Nayeon bukan siapa-siapaku.
"Nayeon?" Jisoo berusaha membuat Nayeon sadar. "Nayeon, kau bisa mendengarku?" Tidak ada respon.
"Nayeon?" Kali ini Sehun mencoba untuk membuat Nayeon sadar. "Nayeon, ayo bangun. Aku yakin kau pasti bisa mendengarku." Tetap tidak ada respon.
"Bagaimana ini?" Suara Jisoo terdengar sangat khawatir. Tentu saja, mereka telah menjadi teman baik selama ini. Dugaanku ternyata benar. Mereka berdua memang orang yang sangat baik. "Apa kita panggil dokter saja?" Jisoo semakin khawatir.
"Kurasa itu ide yang baik." Aku setuju dengan ide Jisoo.
"Akan kupanggilkan dokter keluargaku saja." Kata Jisoo lalu bergegas keluar kamar untuk mengambil ponselnya.
"Aku akan mengambil kompres, kau bisa menjaganya sebentar, kan?" Tanya Sehun padaku.
"Naega?" Aku bingung harus bilang apa. Tapi masa iya aku harus menolak untuk menjaganya sebentar? "Baik, tidak masalah."
"Oke." Lalu Sehun keluar dan tinggallah aku dan Nayeon sendiri.
Ku pandangi raut wajahnya, meski sedang tidak sadar, namun kesedihan tergambar jelas di raut wajahnya. Kenapa hal seperti ini terjadi pada gadis sebaik dan selembut dia? Dia ini rapuh, meski dia berusaha mati-matian untuk menutupi semua itu dari orang lain, tapi mataku tidak bisa dibohongi. Tapi, entahlah, aku merasa tau kalau dia hanya berpura-pura tegar. Dan yang jelas, dia gadis yang berani.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever & Always | VNAY
FanfictionSUMMARY: "Ini adalah Cinta Sejati, dan Cinta Sejati Takkan Berakhir. Selalu dan Selamanya!" Disclaimer : Ini bukan FF asli author ya. FF ini aslinya milik penulis di fanfiction.net yang nama usernya Irabella Robsten. Author disini cuman ganti castn...
