Ini adalah hari paling bahagia dalam hidupku, meski hanya sementara. Aku senang punya kesempatan untuk bersama Nayeon. Aku tidak tau sejak kapan hasrat untuk bersamanya muncul, yang aku tau hanya aku menginginkannya. Bahkan meskipun itu berarti melukai Jisoo. Tapi bagaimana bisa dinamakan melukai kalau Jisoo tidak tau?
Setelah menaruh buku-buku di bagasi aku mengusulkan untuk berjalan kaki saja mencari restoran. Dan sepertinya Nayeon tidak keberatan dengan itu karena dia langsung menyetujuinya. Ini kali kedua Nayeon tidak menolakku dalam sehari ini. Bahkan hal sepele seperti itupun membuatku bahagia.
"Kau mau makan apa?" tanyaku saat kami berjalan menyusuri trotoar.
"Aku tidak tau. Terserah kau saja."
Bagus. "Well, aku dengar disekitar sini ada sebuah restoran yang makanannya sangat enak." Dan tempatnya juga romantis. Tambahku dalam hati.
"Kau dengar?" Tanya Nayeon sambil menyipitkan matanya.
Memang ada yang salah dengan pertanyaanku? Oh, aku tau. "Ya, aku mendengarnya dari beberapa teman yang pernah kesana. Aku sendiri belum pernah datang kesana." Kulirik Nayeon. "Jadi, mumpung kita masih disini, bagaimana kalau kita kesana?" Ajakku.
God, please, semoga dia mau.
"Baiklah, aku juga penasaran." Kata Nayeon sambil memasukkan tangannya kesaku celananya. "Tapi tempatnya tidak terlalu jauh, kan? Aku tidak mau saat acara kembang apinya mulai kita ketinggalan karena kita makan di tempat yang terlalu jauh."
"Tenang, bisa dibilang kau malah tidak usah khawatir," Nayeon semakin curiga mentapku. "Restoran itu lebih dekat dengan tempat kembang apinya akan berlangsung."
"Kalau begitu aku setuju-setuju saja." Sepertinya Nayeon benar-benar bersemangat mengenai kembang api ini.
Akhirnya kami sampai didepan restoran yang kami tuju, Nayeony Resto. Kulirik Nayeon yang sedikit tercengang setelah melihat nama restoran itu. Aku tersenyum. "Yang namanya Nayeon bukan kau saja, tau." Masih sedikit tersenyum geli melihat ekspresi tersinggungnya lalu berjalan kedalam restoran. Nayeon mengikuti tepat dibelakangku.
Kami langsung disambut seorang pelayan. Aku tidak terlalu mempedulikannya, tidak ada hal lain yang dapat menyita perhatianku kecuali gadis yang sekarang sedang berdiri disebelahku. "Untuk dua orang?"
Pelayan itu mengedipkan kedua matanya. Aku tidak tau apa yang terjadi padanya, tapi dari sudut mata bisa kurasakan Nayeon sedikit tersenyum. Apanya yang lucu?
"Baik. Mari ikuti saya." Kata pelayan itu dan bergegas menunjukkkan tempat bagi kami.
Meja kami cukup strategis —didekat kaca— sebenarnya ini cukup mengganggu mengingat orang-orang yang banyak berseliweran di jalan. Sebenarnya aku juga ingin punya tempat yang cukup pribadi bersama Nayeon —tidak banyak orang yang menonton. Tapi sepertinya Nayeon tidak terlalu keberatan dengan tempat ini, jadi aku tidak protes.
"Kau mau pesan apa, Nayeon?"
"Um. . .aku mau satu Samgyeoptang dan minumnya. . ." aku terus memperhatikan Nayeon yang sedang melihat menu. Dia kelihatan cantik malam ini—bukan berarti kemarin-kemarin tidak cantik. "Coke saja. Kau mau apa, Baekhy?" sekarang mata cokelat Nayeon menatapku, tatapannya begitu hangat. "Baekhyun?" Nayeon melambaikan tangannya yang mungil didepan wajahku. Ternyata aku melamun. Memalukan.
"Uh. . .sama."
"Baiklah." Pelayan itu terlihat sedikit marah dan kecewa. Tapi kenapa? Kami disini juga bayar, kan? Pelayan yang aneh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever & Always | VNAY
FanficSUMMARY: "Ini adalah Cinta Sejati, dan Cinta Sejati Takkan Berakhir. Selalu dan Selamanya!" Disclaimer : Ini bukan FF asli author ya. FF ini aslinya milik penulis di fanfiction.net yang nama usernya Irabella Robsten. Author disini cuman ganti castn...
