Part XII - Nayeon POV
Duduk disana, mendengarkan apa yang keluar dari mulutnya. Aku terdiam. Aku tahu apa maksud pembicaraannya, tapi benarkah itu semua? Mungkinkah?
Aku tidak tahu harus berbuat apa. Kulepaskan sabuk pengamanku lalu kubuka pintu dan lari. Aku butuh menjernihkan pikiranku. Aku sangat ingin ini menjadi kenyataan, tapi lagi-lagi, mungkinkah? Ini bukan dongeng.
"Aku Taehyung, Nayeon."
Dan kata itu seolah menamparku.
Apa… apa yang kurasakan, apa yang harus kulakukan, setelah semua yang selama ini kucari ada di depan mataku? Harusnya aku tersenyum bahagia dan memeluknya, tapi aku hanya bisa berdiri dan melihatnya. Aku membeku. Bisa kurasakan darahku mendesir dipembuluhku, detak jantungku yang memburu. Tapi tubuhku beku.
"Kau tidak percaya, benar, kan?" Katanya, bisa kulihat kepedihan dimatanya. "Hatimu ingin mempercayainya tapi pikiranmu tidak memperbolehkannya. Aku tidak… aku hanya… aku…" Perkataannya tersendat. "Katakan padaku apa yang harus kulakukan agar membuatmu percaya kalau aku ini Taehyung? Kalau aku ini memang masih hidup seperti yang selalu kau percayai selama ini. Dan bahwa aku disini, dihadapanmu. Dan aku mencintaimu."
Kata terakhirnya membangunkan tubuhku yang membeku. Tanpa kusadari, tanganku mulai bergerak kearah wajahnya. Sesuatu yang selalu kulakukan. Dan kalau Ia memang Taehyung Ia tahu apa yang akan Ia lakukan selanjutnya. Dan seketika itu juga aku merasakan sentuhan tangannya dipipiku.
Air mata mulai keluar dari mataku, mengaburkan pandanganku.
"Ini kau. Kau nyata. Kau benar-benar masih hidup." Senyum mengembang diwajahnya.
"Ya." Hanya itu yang Ia ucapkan dan aku langsung menghambur kepelukannya. Kupeluk Ia erat-erat, kubenamkan wajahku dilehernya, menghirup aroma tubuhnya. Semua masih sama seperti dulu, Ia masih Taehyungku yang dulu.
"Taehyung. Taehyung. Taehyung." Aku terus menyebut namanya berulang-ulang. Berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa ini semua nyata, bahwa aku tidak bermimpi atau berimajinasi.
Satu tangannya berada dipunggungku dan tangannya yang lain berada dibelakang kepalaku, mengusap-usap rambutku. Hal yang selalu menenangkanku. Dia memang benar-benar Taehyung, dan dia ada disini.
Aku tidak tahu berapa lama kami berpelukan, waktu terasa tidak berarti saat ini bagiku. Dan sekarang aku duduk di dalam mobilnya, Taehyung masih memelukku, sepertinya enggan untuk melepaskanku, begitu juga aku.
Kami begitu menikmati kesunyian ini tapi banyak yang ingin aku tanyakan padanya. Bagaimana Ia selama ini, bagaimana Ia mendapatkan lagi ingatannya. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara memulainya. Kuhembuskan nafas dalam-dalam, berharap menemukan cara untuk memulainya.
"Apa kabar Joonmyeon dan Seulgi?" Taehyunglah yang pertama kali memecahkan kesunyian.
"Mereka baik-baik saja. Saat Chanyeol dan Rose menikah kau juga bertemu dengan mereka, kan?"
"Benar. Hanya saja… sepertinya sudah sangat lama." Kurasakan Taehyung mempererat pelukannya.
"Benar." Kupejamkan mataku dan semakin menyandarkan kepalaku kedadanya. "Apa yang selama ini kau lakukan, Taehyung?" Menyebut namanya membuat jantungku berdetak lebih kencang. "Aku tahu apa yang kau lakukan beberapa bulan ini. Maksudku, sebelum kita bertemu lagi."
Taehyung mengangkat bahunya. "Tidak ada yang menarik. Hanya menjalankan bisnis keluarga. Atau yang saat itu aku yakini sebagai keluarga. Lalu aku bertemu denganmu. Kau tahu sendiri kelanjutannya." Katanya sambil menyentuh ujung hidungku. Kami sama-sama tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever & Always | VNAY
FanfictionSUMMARY: "Ini adalah Cinta Sejati, dan Cinta Sejati Takkan Berakhir. Selalu dan Selamanya!" Disclaimer : Ini bukan FF asli author ya. FF ini aslinya milik penulis di fanfiction.net yang nama usernya Irabella Robsten. Author disini cuman ganti castn...
