Chapter 5 - Now I Know

772 84 4
                                        

Aku berlari di belakang Sehun, mengikuti kemana dia menuju. lalu dia sampai di depan sebuah pintu dan membukanya dengan kasar. Kulihat dia duduk di ranjang, berusaha menenangkan seseorang tapi aku masih tidak tau siapa.

Akhirnya aku sampai di dalam kamar itu, aku berdiri di tepi ranjang dan melihat dengan jelas siapa yang tadi berteriak dan siapa yang sedang di tenangkan oleh Sehun sekarang.

Itu dia. Nayeon.

Tiba-tiba saja aku sudah berada di sisi lain ranjang, bersebelahan dengan Sehun. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan.

"Nayeon! Nayeon, bangun, Nayeon! Jangan lakukan ini lagi kumohon." Ucap Sehun sambil mengguncang bahu Nayeon-berusaha membangunkannya.

Tapi Nayeon tidak bangun dan tetap berteriak. Sepertinya dia bermimpi sangat buruk.

Tanpa aku sadari tanganku sudah menggenggam tangan Nayeon dan tanganku yang lain meraba keningnya. Dan tanpa kami duga, Nayeon bangkit dan langsung memelukku, meskipun matanya belum terbuka sama sekali.

"Taehyung." Hanya itu kata yang keluar dari mulut Nayeon.

Aku memandang Sehun, terkejut. Dan Sehun juga sama terkejutnya denganku. Aku berusaha melepaskan pelukan Nayeon tapi pelukannya terlalu kencang dan sesuatu di mata Sehun mengurungkan niatku. Kalau ini bisa menolong Nayeon, kenapa tidak.

Kubiarkan Nayeon tenang dalam pelukanku beberapa saat, menunggunya benar-benar terlepas dari mimpi buruknya. Sehun tidak pergi, tapi dia duduk di kursi yang menghadap ke jendela. merenungi sesuatu-aku rasa.

Biasanya aku tidak suka memeluk sembarang orang, tapi entah mengapa memeluk Nayeon terasa lain bagiku. Ku pegang bagian belakang kepalanya, basah. Ternyata Nayeon berkeringat karena mimpinya itu. Aku benar-benar tidak menduga bahwa ada mimpi yang benar-benar membuat orang ketakutan dan berteriak seperti itu-teriakan yang memilukan. Mendengar teriakannya saja sudah membuatku takut bagaimana Nayeon?

Setelah kurasakan nafas Nayeon cukup tenang dan teratur-yang menandakan dia sudah tertidur kembali dan terlepas dari bayang-bayang mimpi buruk yang tadi mengikatnya, dengan hati-hati agar dia tidak terbangun, kubaringkan kepala Nayeon diatas bantal lalu menyelimutinya. kuusap kening Nayeon sekali lagi sebelum aku beranjak ketempat dimana Sehun sedang duduk. Aku harus meminta penjelasan atas semua ini.

Dan lagi-lagi, Taehyung.

Duduk disebelah Sehun dan menikmati pemandangan diluar cukup menenangkan. karena hanya ada rumput hujau dan pepohonan. Aku merindukan suasana seperti ini. Aku mendesah dan kuambil nafas dalam-dalam. Tapi sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun Sehun sudah bicara terlebih dahulu.

"Gomabda, Baekhyun." Entah mengapa aku merasa Sehun kesulitan mengucapkan namaku. Tapi kuabaikan saja itu dan berusaha fokus pada apa yang akan kutanyakan.

Kumulai dari hal yang mudah terlebih dahulu. "Apa dia sering seperti ini?"

Sehun menghembuskan nafas dengan suara keras lalu menutup matanya. "Ne. Sejak dua tahun yang lalu." Perkataannya membuatku terkejut. Bagaimana mungkin sesuatu seperti itu berlangsung begitu lama? Dan pada dia?

Kupandangi Nayeon yang sedang tertidur di ranjang. "Apa kalian tidak berusaha membantunya?" Tanyaku.

"Sudah. Percayalah padaku kami sudah berusaha semampu kami." Sehun membuka matanya. Matanya kini menerawang jauh, seperti berada ditempat lain. "Tapi dia terus kembali seperti ini. Kami sudah mengajaknya kedokter tapi dia tidak mau. Kami juga memintanya untuk menemui terapis dan, tentu saja, dia tidak mau. Kami juga sempat membawa terapis kerumah tapi apa yang terjadi? Nayeon tidak mau bicara dengan terapis itu, bahkan tidak mau menemuinya. Dan dia mengamuk karena kami memaksanya. Kami takut dia melakukan sesuatu yang bodoh dan membahayakannya, jadi setelah itu kami tidak mengungkit-ungkit lagi tentang dokter atau terapis lagi." Sehun mengedipkan matanya beberapa kali, kembali ke masa sekarang. "Tapi terkadang aku tidak tahan melihatnya dan memarahinya." Sehun tersenyum sendu.

Forever & Always | VNAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang