Chapter 25 - People Who Loves Each Other Should Be Together. But We Don't

367 40 6
                                        

Part XVII - Taehyung POV

        Panik.

        Selama beberapa detik aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku hanya melihat bagaimana Sehun berlari ke arah Jisoo untuk menangkapnya sebelum Jisoo terjatuh. Aku pikir tidak ada yang tahu selain aku, Nayeon dan keluargaku, jadi aku yakin bukan itu sebabnya kenapa Jisoo pingsan. Lalu apa?

        "Tae, Taehyung?" Kudengar sayu-sayu suara Nayeon memanggilku. "Taehyung?!" Aku tersentak dari pikiranku dan Nayeon sudah berdiri di depanku.

        Kulihat di dalam matanya ada kekhawatiran, ketakutan dan… menyerah? Tidak, tidak. Tidak boleh! Aku harus melakukan sesuatu.

        Kupegang kedua lengannya. "Nayeon…"

        "Taehyung, kita harus membawa Jisoo kerumah sakit." Oh, Tuhan.

        Untuk sejenak aku mempertimbangkan untuk menarik tangan Nayeon dan membawanya pergi jauh dari sini. Jauh dari kegilaan ini. Tapi itu tidak mungkin. Aku bukan tipe orang yang main kabur saja. Begitu pula Nayeon.

        "Okay." Aku menghampiri Jisoo yang sedang berusaha membangunkan Jisoo. "Sehun, kita harus membawa Jisoo ke rumah sakit." Tanpa banyak kata Sehun langsung menggendong Jisoo, Ia mendekap erat Jisoo di dalam dadanya sambil membisikan sesuatu dengan lirih. Teramat lirih hingga kami tidak bisa mendengarnya. Aneh.

        Karena Sehun dan Nayeon tidak memakai mobil ke sini jadi kami memakai mobilku. Nayeon duduk didepan denganku sementara Jisoo berada dipangkuan Sehun dikursi belakang. Secara teknis akulah pacar Jisoo, tapi kenyataannya lebih terlihat bahwa Sehunlah pacar Jisoo. Well, aku tidak masalah. Andai Jisoo memiliki perasaan lebih pada Sehun…

        Kami sampai di rumah sakit dan Jisoo langsung dibawa ke ruang ICU. Nayeon menyarankan agar aku menghubungi ayah Jisoo.

        "Namjoon sedang kemari." Kataku pada Nayeon dan berdiri disamping Nayeon lalu kugenggam tangannya. Sementara Sehun berjalan mondar-mandir didepan kami.

        Lihat, ada sesuatu yang tidak beres.

        "Sehun, berhenti mondar-mandir, kau membuatku tambah pusing." Ucap Nayeon sembari mengusap-usap pelipis matanya.

        Sehun berhenti dan menoleh ke arah kami untuk mengatakan sesuatu, tapi pandangannya terhenti. Aku baru saja akan bertanya saat Sehun tiba-tiba bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi daripada biasanya.

        "Apa-apaan ini?!"

        Aku bingung apa maksud Sehun sampai aku mengikuti arah pandangannya dan sadar bahwa tanganku masih menggenggam erat tangan Nayeon. Nayeon menyadari pada saat bersamaan denganku lalu melepaskan tanganku.

        "Sehun, ini tidak…" Nayeon berusaha menjelaskan tapi Sehun memotong perkataannya dan menghampiriku.

        Sehun berdiri tepat didepanku. "Kau tahu siapa yang ada di dalam?" Tanyanya, nada suaranya kasar.

        "Tentu saja."

        "Kalau kau tahu kenapa kau hanya berdiri disini? Tanpa merasakan sedikitpun kekhawatiran? Yang ada di dalam itu tunanganmu!" Sehun mulai berteriak.

        "Sehun, Jjebal, pelankan suaramu. Kita ada di rumah sakit." Nayeon, seperti biasa, berusaha menenangkan suasana.

        Tapi aku sudah terlanjur terpancing oleh Sehun. "Oh, benar sekali. Tunanganku. Tapi kenapa kau tampak lebih khawatir? Padahal kau tahu, yang tunangannya adalah aku, bukan kau. Tapi terlihat kalau kau lah yang menjadi tunangannya."

Forever & Always | VNAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang