Part X - Nayeon POV
Sebenarnya aku tidak mau pergi berdua terlalu lama dengan Baekhyun. Tapi aku benar-benar sedang ingin melihat kembang api. Terakhir kali aku melihatnya adalah bersama Taehyung, dua tahun yang lalu. Dan yang membuatku sedikit terkejut adalah ternyata Baekhyun juga sama sepertiku, meski dia tidak begitu ingat kapan tepatnya terakhir kali melihat kembang api
Aku semakin penasaran, kenapa kehidupan Baekhyun seolah-olah hanya berputar di sekitar dua tahun terakhir ini? Aku sempat bertanya padanya dibutik, tapi dia belum sempat menjawabnya. Jujur saja, aku ingin menanyakannya lagi mengenai itu. Tapi aku terlalu pengecut. Kalaupun dia benar-benar Taehyung, mana mungkin sudah sejauh ini dia tidak mengingatku?
Alasan lain aku setuju pergi dengannya adalah karena dia mirip dengan Taehyung, sangat mirip. Dan aku memang berharap dia adalah Taehyung, meski itu tidak mungkin. Aku tidak ingin membohongi diriku kalau aku memang mengharapkan itu.
Tapi kalau dia memang benar Taehyung, bagaimana bisa dia sampai di sini—Gwangju? Padahal tempat kecelakaannya ada di Daegu. Untuk apa dia repot-repot berjalan sejauh ini dengan keadaan terluka kalau aku lebih dekat dengannya—Seoul.
Okay, mungkin pikiranku tadi benar-benar aneh.
Dan saat aku melihat foto kami berdua, tercetak jelas disana kemiripan mereka. Itu Taehyung, tidak mungkin kalau bukan. Tapi pada kenyataannya memang bukan. Aku semakin bimbang. aku memutuskan untuk kesini guna mencari ketenangan bukan kebimbangan. Aku tidak kuat kalau seperti ini terus. Cukup rasanya aku dianggap gila oleh hampir semua orang, tidak perlu ditambah dengan semua ini.
"Aku benar-benar minta maaf. Nayeon. Aku tidak bermaksud membuatmu teringat. . ."
"Gwaenchana." Aku memotong perkataannya. "Aku baik-baik saja. Bisakah kita tidak memikirkan hal itu malam ini? Sangat sayang kan kalau kembang api sebagus ini disia-siakan?" Kutelan semua keruwetan pikiranku tadi dan berusaha bersikap normal didepannya.
"Kalau itu maumu, aku sangat setuju sekali." Baekhyun tersenyum lebar saat mengatakannnya. "Bagaimana kalau kita berdua malam ini melupakan semua masalah yang membebani pikiran kita dan tidak memikirkan apa-apa selain kita dan acara malam ini?" Senyum dibibirnya semakin lebar oleh pemikiran itu.
Kita?
Well, sebenarnya tidak terlalu buruk sih. "Oke, setuju." Aku ikut tersenyum. Setidaknya untuk malam ini saja.
"Kajja," Ajaknya sembari mengulurkan tangan kearahku. "Sepertinya permainan disini sangat mengundang untuk dicoba." Senyumnya benar-benar mematikan.
Kuraih tangannya lalu ikut berlari bersamanya menikmati malam ini. Aku tau mungkin ini sedikit salah—sangat salah. Tapi aku sudah memutuskan untuk melupakan semua masalah malam ini, hanya malam ini. Satu malam saja tidak membuatku rugi, kan? Seperti kata Baekhyun tadi.
Mula-mula kami hanya mendekati tempat dimana kembang api itu dinyalakan. Tapi karena terasa menakutkan, kami akhirnya menjauh. Lalu Baekhyun menawarkan untuk membeli popcorn. Well, kenapa tidak?
Kembang api masih menyala di atas langit kota Gwangju. Kami memilih duduk diayunan dan menikmati popcorn sambil terus melihat bentuk-bentuk yang gemerlapan dilangit. Aku merasa damai malam ini, aku merasa. . .hidup kembali. Aku tau aku memang masih hidup, tapi hidupku dua tahun belakangan ini tidaklah pantas disebut hidup. Mungkin lebih lepat kalau aku disebut sebagai mayat hidup, zombie. Aku hidup paling tidak untuk mereka yang menyayangiku, tidak ingin membuat mereka sedih atau apa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever & Always | VNAY
FanfictionSUMMARY: "Ini adalah Cinta Sejati, dan Cinta Sejati Takkan Berakhir. Selalu dan Selamanya!" Disclaimer : Ini bukan FF asli author ya. FF ini aslinya milik penulis di fanfiction.net yang nama usernya Irabella Robsten. Author disini cuman ganti castn...
