Part IX - Baekhyun POV
Aku senang punya kesempatan untuk berdua saja dengan Nayeon. Aku tidak tau apa yang dirasakan Nayeon, tapi itulah yang kurasakan-bahagia. Aku tau Nayeon pasti tidak ingin aku mengungkit-ungkit lagi masalah semalam, jadi aku juga tidak akan membicarakan itu. Aku hanya mengenal Nayeon lebih jauh, sikapnya membuatku penasaran.
Setelah makan siang selesai, kami langsung berpisah seperti rencana kami-Jisoo dan Sehun lalu aku pergi dengan Nayeon. Karena Jisoo yang mengusulkan ide ini, jadi aku tidak perlu khawatir bagaimana perasaan Jisoo. Kalau dia tidak suka atau cemburu, pasti dia tidak akan mengusulkan ide ini.
Kami sibuk masing-masing, sepertinya Nayeon memang benar-benar ingin mencari buku. Bukan berarti aku berpikir kalau Nayeon berbohong, hanya saja aku mendapat kesan kalau Nayeon terlihat seperti menghindar. Tapi aku tidak mau menghindar dari Nayeon, jadi sekalian saja aku dekati.
Bahkan di toko bukupun Nayeon terlihat menghindar, langsung sibuk dengan buku-buku itu. Meski aku tau Nayeon tidak fokus seratus persen pada apa yang sedang dia lakukan. Sekali-kali Nayeon terlihat mencuri pandang kearahku. Dan begitu mata kami bertemu, dia langsung mengalihkan pandangan pada buku didepannya. Ini sedikit membuatku tertawa geli, dan aku harus berusaha untuk tidak tertawa.
Aneh. Kenapa hal sepele seperti ini bisa membuatku merasa sebahagia ini?
"Menemukan buku yang kau cari?" Tanyaku setelah kurang lebih setengah jam kami mencari-cari.
"Um. .belum." Jawabnya tanpa menatapku. Well, sudah jelas dia grogi-lihat saja wajahnya yang memerah.
Saat aku ingin menanyakan buku apa tepatnya yang dia cari, teleponku berbunyi. "Halo, Jisoo."
"Hai, Chagi. Apa kalian sudah selesai?"
"Belum, kami masih mencari-cari. Ada apa? Apa kau sudah selesai?"
"Well, sebenarnya belum semua." Suara Jisoo terdengar sedikit kecewa. "Tapi aku mendapat telepon dari Hyemi," Hyemi? Bukankah dia asisten Jisoo?. "ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan, jadi aku harus pulang sekarang. Tidak apa-apa, kan?"
"Tidak apa-apa. Selesaikan saja dulu urusanmu." Merasa sedikit senang sih, karena bisa tetap berdua dengan Nayeon. "Tapi kau pulang dengan Sehun, kan?" aku memastikan.
"Ne, aku pulang dengannya. Dan kau tidak keberatan, kan, kalau kau yang mengantar Nayeon pulang nanti?"
"Kau jangan khawatirkan hal itu." Sudah jelas aku tidak keberatan, dengan senang hati.
"Syukurlah kalau begitu. Tolong sampaikan permintaan maaf ku pada Nayeon."
"Baik, akan aku sampaikan." Aku melirik kearah Nayeon. "Hati-hati dijalan."
"Tentu. Saranghae. Dah."
"Dah." Hanya kalimat terakhir yang aku balas.
Setelah memasukkan teleponku kesaku, aku berpaling pada Nayeon. Nayeon juga melihat kearahku dengan sorot mata ingin tau. "Itu tadi Jisoo. Dia bilang ada urusan mendadak jadi harus pulang bersama Sehun." Wajah Nayeon terlihat syok sesaat sebelum dia bisa memperbaiki ekspresinya. "Dia minta maaf padamu karena harus meninggalkanmu"
"Um. . ." Nayeon seperti kesulitan menemukan kata-kata. "Yeah, tidak masalah. Aku bisa pulang sendiri." Apa dia bercanda? Lalu dianggapnya aku ini apa?
"Kau tidak akan pulang sendiri, Nayeon. Memangnya kau pikir aku akan membiarkanmu pulang sendiri dikota sebesar ini?" Aku merasa sedikit marah karena tidak dianggap olehnya, tapi nada suaraku kubuat bercanda.
Muka Nayeon sidikit memerah, aku asumsikan kalau dia sedikit tersinggung dengan ucapanku. Tapi marahnya itu terlihat menggemaskan, bukan menakutkan. "Memangnya kau pikir aku ini anak kecil yang tidak bisa pulang sendiri?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Forever & Always | VNAY
Fiksi PenggemarSUMMARY: "Ini adalah Cinta Sejati, dan Cinta Sejati Takkan Berakhir. Selalu dan Selamanya!" Disclaimer : Ini bukan FF asli author ya. FF ini aslinya milik penulis di fanfiction.net yang nama usernya Irabella Robsten. Author disini cuman ganti castn...
