5. Kok gue disini?

282 59 86
                                        

"Kita berjalan ke arah yang berbeda. Tapi jika takdir berkehendak, kita bisa apa?"

~Acha&Aldi~

"Kok gue bisa di sini?" tanya Acha sambil melepaskan headseat nya.

"Lo nanya gue?" Cowok itu menunjuk dirinya sendiri.

Acha mengangguk singkat.

"Ya gue gak tau lah. Lo sendiri yang jalan ke sini" ucap cowok itu acuh.

"Aduh! Kok bisa sih gue nyampe lapangan basket. Pas di tengah lapangan yang lagi buat latihan lagi. Gue kan malu" batin Acha.

Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan sambil mengatur nafasnya.

Pasalnya sekarang ia berdiri tepat di antara kak Alvin dan Aldi yang lagi tanding basket. Dan parahnya ratusan siswa berdiri mengelilingi lapangan untuk menonton pertandingan ini.

"Mati gue!" rutuk Acha dalam hati.

Ia membuka matanya perlahan. Aldi menatapnya datar, kak Alvin dengan raut jailnya dan ratusan siswa dengan tatapan berbagai macam dari biasa aja sampai mau makan hidup-hidup.

"Karna lo dah ganggu tanding gue sama ni cowok," Aldi menunjuk cowok di belakang Acha, Alvin.

"Lo harus tanding basket sama gue dan harus satu lawan satu" sambung Aldi.

Acha membulatkan matanya.

"Lo gila?" teriak Acha.

"Setuju gak guys?" Aldi meminta pendapat siswa yang ada di sana tanpa menghiraukan pertanyaan Acha.

"Setuju!" sorak semua siswa.

"Gimana?" tantang Aldi.

"Ogah! Panas gini, males gue" jawab Acha. Ia menengok dengan cepat ke arah belakang, lebih tapatnya ke arah kak Alvin sehingga rambutnya yang diikat ponytail terkibas mengenai wajah Aldi.

"Awww .... Sakit ogeb!" pekik Acha ketika rambutnya di tarik kebelakang oleh Aldi.

"Salah rambut lo yang kena muka gue" geram Aldi seraya menarik lebih kencang rambut digenggamannya.

"Awww .... isshhhh!" Acha memekik keras.

Spontan kak Alvin berusaha menarik tangan Aldi dari rambut Alvin. Sekilas posisinya seperti kak Alvin memeluk Acha dan Aldi yang di belakang Acha sedang menjambak rambut Acha. Yang dilakukan kak Alvin tak membuahkan hasil karena yang terjadi malah rambut Acha yang semakin tertarik kuat.

"Kak Alvin rambut gue mau lepas! Aaggghhrrhrr!!!!! Acha gak mau botak! Entar Acha gak cantik lagi, gak imut lagi! Nanti bukannya followers yang nambah tapi malah hetters! Aghhrrr! Ntar gak ada yang mau jadi pacar Acha lagi ... Acha gak mau ... Awww! Kak Alvin!" jerit Acha histeris.

Kak Alvin, Aldi dan semua siswa yang tadinya tengah bersorak-sorak mendadak cengo mendengar jeritan Acha.

Acha tak melewatkan kesempatan ini. Di saat semua orang masih terbengong, Acha segera berbalik meski rambutnya sedikit tertarik lebih kuat. Ia memegang tangan Aldi yang masih bertengger manis di rambutnya yang sekarang ada di bahunya.

Secepat kilat ia membanting tubuh kekar Aldi membuat semua orang memekik kaget.

"Awwsss!" pekik Aldi. Ia merasa sedikit nyeri dengan bahu dan punggungnya yang menghantam kerasnya lapangan.

Acha tersenyum sinis melihat Aldi yang berusaha berdiri meski dengan sedikit meringis.

Aldi menatap tajam ke arah Acha yang masih menampilkan senyum sinisnya. Aldi mengangkat sebelah alisnya.

"Gue terima tantangan lo tanding basket" jawab Acha mantab.

Ia maju beberapa langkah dan berhenti tepat di depan Aldi. Acha berjinjit dan ....

❤❤❤

Dan apa ya? Sorry dikit dulu ya, tugasnya lagi buaaaaaaaaaaaaanyaaak banget.

Jangan lupa vote and coment guys......

Salam sayang from
KR💕

TARAXACUMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang