26. pelita

121 11 1
                                        

"Siapa?" tanyanya kembali sembari mengangkat kepalanya. Memandang ribuan pelita di bawah sana yang berkelap-kelip dengan bahagianya.

"Siapa dia?" tanyanya untuk ketiga kalinya. Masih sunyi.

"I'am sorry. I can't tell you about it. But, please trust me"

❤❤❤

"I'am sorry. I can't tell you about it. But, please trust me!" Aldi menggenggam tangan cewek di depannya.

"Aldi! Lo kemana aja sih? Gue pusing nyariin lo dari tadi!" Aldi terhenyak mendengar suara merdu itu. Acha.

"Al! Dia siapa? Kok lo pegang-pegang tangan dia?" Acha menatap penuh selidik hingga membuat Aldi cepat-cepat melepas genggamannya.

Aldi dan cewek itu bangkit menghadap Acha yang tengah menatap mereka berdua bingung.

"Dia siapa Al?" tanya cewek itu.

"Cha, kenalin. Ini Pelita, sahabat gue dari bayi. Dan Lit, ini Acha pacar gue."

Acha mengulurkan tangannya. "Acha" Dengan ragu Pelita menyambut uluran tangan Acha, "Lita".

"Owh iya Cha, lo bawa kendaraan kan? lo pulang sendiri ya? Gue mau nganterin Pelita pulang." ucap Aldi.

"Tapi Al ...."

"Duluan ya, Cha. Ntar kalo udah sampe rumah kabarin!" Aldi memotong perkataan Acha dan segera menyeret pelan Pelita menjauhi Acha yang masih termenung disana.

"Padahal gue cuma bilang kalo gue tadi naik taksi. Yah gue harus naik taksi lagi dong. Mana uang gue masih di atm lagi." Gerutu Acha pelan sembari berlari menghindari hujan yang mulai turun perlahan.

❤❤❤

"Aldi!" Acha memanggil Aldi yang tengah lewat di depan kelasnya.

Aldi berhenti dan tersenyum canggung pada Acha. "Iya, Cha?"

"Ehm, nanti sore bisa gak temenin gue ...."

"Kemana?" tanya Aldi cepat, bahkan tanpa repot-repot menunggu pertanyaan Acha selesai.

"Ke toko buku, gue mau beli komik."

"Sorry, Cha. Nanti sore gue musti nganterin mama ke dokter."

"Mama lo sakit apa?" tanya Acha khawatir.

"Enggak kok, cuma sakit biasa. Faktor umur."

"Gw ikut ya?"

Aldi membulatkan matanya dan menggeleng cepat. "Gausah, gw sendiri aja. Beli komiknya next time aja ya?

Acha menghela napas kesal. "Owh oke next time!"

Aldi meninggalkan Acha yang tengah menelan kekecewaan. Menatap punggung pacarnya membuat rasa asing itu menyelusup ke dalam relung hatinya. Antara perih dan sakit. Entahlah mengapa ia mendadak merasakan hal demikian.

"Acha!" panggil Lisa sembari menepuk keras pundak Acha.

"Eh iya?" tanya Acha tergagap.

"Lo gak papa? Lagi ada masalah sama Aldi?" tanya Fira kepo.

"Heheh enggak kok. Ke kelas aja yuk guys!" ajak Acha sambil merangkul mereka berdua di sisi kanan dan kiri.

"Kalian nanti ada acara gak?" Lisa melepaskan rangkulan Acha diikuti Fira yang mulai risih.

"Enggak. Lo mau ngajak kemana?" tanya Fira dan Lisa bersamaan.

"Ke toko buku aja kuy! Gue mau beli komik sama novel!"

TARAXACUMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang