"Nyaman, itulah yang membuatku bertahan meski logikaku berontak"
~Acha~
"Aldi sayangnya Acha. Mau ya?"
"Acha sayangnya Aldi,...." gue menghentikan omongan gue, karena gue baru aja sadar kalo ternyata........
Aldi pov end
❤❤❤
Hening.....
Canggung.....
Gak tau mau ngomong apa......
Absurd........
Setelah percakapan yang aneh tadi suasana jadi canggung bin absurd.
"gue tadi bilang apa? Aldi sayang? Aldi sayangnya Acha? Gue tadi ngomong pake aku kamu sama Aldi? Ini gak bisa di percaya!" batin Acha.
"Acha sayangnya aldi? Bego! Bego! Bego! Ogeb banget sih lo al?" rutuk aldi dalam hati.
"Cha"
"Al"
Panggil mereka bersamaan.
"Lo duluan"
"Ladies first"
Ucap mereka bersama (lagi). Mereka saling tatap lalu tertawa tanpa peduli keadaan sekitar.
Saat tersadar, mereka langsung terdiam dan hening kembali.....
"Lupain kata-kata gue tadi" ucap Aldi
"Gak usah pikiran omogan gue"
Mereka ngomong bareng lagi tanpa ada yang mengomando.
"Kok lo ikut-ikutan?" teriak Aldi.
"Gue. Gak. Tau!" sinis Acha.
"Waktu lo tinggal 1 minggu" sindir Aldi.
"Hm" ketus Acha.
Aldi bersandar pada kursi sementara Acha duduk di sampingnya. Mereka hanya diam menikmati suasana yang hening ini.
Tes
Tes tes
Tes
Acha heran, mengapa lengan sebelah kanannya seperti basah.
"Hujan?" tanya Acha lirih.
"Emang ada tanda-tanda kalo sekarang lagi hujan?" sinis Aldi.
"Tapi kok lengan gue rasanya basah?" gerutu Acha.
"Tikus kebelet lupa arah toilet mungkin"
"Ih nyebelin ya lo" cibir Acha.
Acha menengok ke arah lengannya....
"Oh darah.... Gue kira hujan" ucap Acha pelan.
"Darah?"
"Iya darah" Acha masih tenang-tenang saja sambil mengangguk pelan.
"WHAT? Apa lo bilang? Darah???" teriak Acha heboh sendiri.
Acha menengok pelan ke arah lengan Aldi.
Dan sukses membuat mata Acha melotot.
"ALDI!!!! Lengan lo berdarah" teriak acha sekeras mungkin.
❤❤❤
Aldi pov
Sumpah!!! Suer dah!! Gue bingung banget. Nih cewek ngapain coba...
Perasaan gue dah yang berdarah tapi kok dia yang nangis.
"Diam. Lo berisik banget tau gak" ketusku.
Hwaaaaaaaaa
Tuh cewek aneh malah jadi nangis kenceng banget. Gue bingung gak tau harus ngapain. Akhirnya gue peluk dia. Tubuhnya menegang, tapi gak usaha buat lepas dari pelukan gue.
"sttt gak usah nangis" gue mengusap punggungnya pelan.
Gue mengusap kepalanya pelan. And....
"ALDI LEPASIN GUE" teriaknya sambil berontak dari pelukan gue yang nyaman ini.
"Ih kok lo modus banget sih?" ucap nya tapi masih dengan suara serak khas orang habis nangis, mata sebab, dan sesenggukan.
Gue cuma bisa ngangkat satu alis gue.
"Lo nangis, gue peluk. Kalo lo gak mau ya udah, gak usah nangis depan gue" ucap gue pelan.
Acha menatap gue dengan tajam. Dan perasaan gue gak enak banget.
"ALDIIIIIIII"
"Eh bego, gue gak budek ya... GAK USAH PAKE TERIAK"
"LO JUGA TERIAK OGEB!!!"
"COWOK GANTENG MAH BEBAS"
"CEWEK CANTIK LEBIH BEBAS"
"TERSERAH LO!!" geram gue.
❤❤❤
Hai author update lagi nih...
Jangan lupa vote ya guys....
Salam 😀 cium 😘 dari ACHA ALDI....
Salam sayang from
KR💕
KAMU SEDANG MEMBACA
TARAXACUM
Fiksi Remaja"Cinta saja tak cukup untuk bertahan, bagiku kejujuran adalah pondasi utama suatu hubungan" -Acha "Cinta tanpa diikuti percaya itu bohong! Hubungan tanpa sebuah kepercayaan itu sia-sia!" -Aldi Cerita klise tentang kisah cinta anak sma. Dimana ketika...
