"Siapa? Bukankah tadi gue sendirian di sini? Apa hantu kaki ya? Ish gue cowo masa takut hantu. Apa Sania? Eh gak mungkin, Sania kan anti hujan. Apa iya Acha? Iya ini pasti Acha. Uhuy! Ternyata Acha peduli juga sama gue. Mana pas lagi momennya. Di bawah hujan, satu payung berdua!" Aldi terkekeh kecil menyadari pikirannya.
Aldi berbalik dengan pelan. Berharap pikirannya menjadi nyata. Aldi terkejut menyadari bahwa orang yang membawa payung untuknya adalah ....
❤❤❤
Seorang bapak-bapak yang masih cukup muda, namun entah mengapa rambutnya telah beruban.
"Loh bapak ngapain di sini?" tanya Aldi kepo. Ia bangkit dari duduknya menatap bapak-bapak di depannya.
"Tadi ada seorang cewek yang minta saya buat ngasih payung ke mas nya!"
"Cewek yang mana?" tanya Aldi kepo.
"Saya kurang tahu. Tadi setelah ngomong gitu, ceweknya langsung pergi. Tapi dia nitip ini." Bapak itu menyerahkan selembar kertas dan payung yang sedari tadi melindungi mereka. Sang bapak segera berlari menembus hujan dengan payung lain yang ia bawa.
Aldi termenung, ia menatap selembar kertas itu. Ia membuka lipatannya dan tampaklah tulisan tangan rapi khas seorang cewek.
To : Aldi
From : someone
Lets play game baby. Okey, chat "i'am ready to play game beb" ke nomor di bawah ini.
Nb : 085×××××××××
Otak Aldi mengelana, menganalisis pengirim surat ini. Entahlah, mendadak dia kepo dengan dalang di balik ini. Logikanya beropini untuk segera pulang, namun hatinya meyuruhnya untuk mengikuti game misterius ini.
Dengan ragu Aldi mengambil hp hnya dari saku celananya. Ia menekan tombol power, ya sejak tadi hpnya ia matikan. Agak ragu dia mengetik sebuah pesan pada no asing tersebut.
Tak sampai 5 detik, sebuah pesan masuk ke dalam hp nya.
"Aku, sunset, spechlees♡"
Aldi terdiam membaca sebaris pesan itu. Mengusap wajahnya kasar sebab tak mengerti akan petunjuk ini. Ia menatap sunset yang kini mulai tercipta.
Ia mengingat suatu tempat. Segera ia berlari menuju tempat tersebut. Namun kosong, tak ada orang di sini, "sunset place" . Namun seketika perhatiannya teralihkan ke arah sebuah botol kaca yang di dalamnya terdapat gulungan kertas.
"Hadeh" batin Aldi.
Dibukanya gulungan tersebut. Kertasnya terlihat lucu dengan aksen bentuk love di sepanjang backgroundnya.
"Laper tapi mager"
"Nih orang ngasih petunjuk apa curhat sih. Aneh-aneh aja. Kalo laper ya tinggal makan lah, kalo mager ya tidur. Curhat gak bikin kenyang dodol. Kalo gak delivery aja kan bisa. Dasar manja. Eh DELIVERY!!!!"
"Delivery place!"
Aldi berlari membelah rumpu setinggi lututnya yang cukup menggangu. Nafasnya memburu ketika ia hampir sampai. Yah di tempat ini ada sebuah tempat bernama Delivery Place. Khusus untuk orang-orang kelaparan yang malas untuk membeli makanan ataupun pesan secara online. Disana pengunjung hanya perlu memberitahu kepada petugas, dan TRING! makanan diantarkan.
Ia sampai di tempat itu ketika matahari kian meredupkan sinarnya. Membungkukkan badan sembari mengatur nafasnya yang tak teratur. Hingga akhirnya dia terlonjak dengan sebotol air minum dingin terulur di depannya. Ia mendongak.
KAMU SEDANG MEMBACA
TARAXACUM
Novela Juvenil"Cinta saja tak cukup untuk bertahan, bagiku kejujuran adalah pondasi utama suatu hubungan" -Acha "Cinta tanpa diikuti percaya itu bohong! Hubungan tanpa sebuah kepercayaan itu sia-sia!" -Aldi Cerita klise tentang kisah cinta anak sma. Dimana ketika...
