16. Jangan-jangan....

208 33 21
                                        

Semakin dekat ....

Makin dekat ....

Lebih dekat ....

Dan ....

Cup

OH MY GOD! ACHA NYIUM PIPI GUE!

Sontak gue nengok ke Acha yang lagi senyum ke gue. Manis gile! Bisa diabetes nih!

"Gue tahu lo bisa Al!"

Tangan Acha yang bebas dari genggaman gue perlahan naik ke kepala gue dan mengacak rambut gue.

Gue cuma bisa cengo di tempat. Tanpa sadar dokter sudah selesai mengambil darah gue.

❤❤❤

"Thanks udah bantu gue." ucap Acha.

Saat ini dia lagi nyuapin Aldi di kamar mamanya setelah selesai dengan acara donor darah.

"Heem." dehem aldi.

Ia memandang Acha yang duduk di sebelahnya.

Acha tersenyum kecil.

"Gue gak nyangka, playboy kek lo takut di suntik."

Muka Aldi berubah menjadi merah padam karena malu.

"Gue gak takut ya!" elak Aldi.

"Maca cih?" Acha tergelak mengingat wajah Aldi yang ketakutan.

"Diem lo!" sentak Aldi pelan.

Bukannya terdiam, Acha justru semakin tertawa tanpa ingat dimana dia berada.

Karena gemas, Aldi membekap mulut Acha dengan ....
















... tangannya. Sontak Acha terdiam dengan muka marahnya dan sorot mata tajam.

"LEPASIN!!! TANGAN LO BAU ALDI!" teriak Acha heboh sambil berusaha melepaskan tangan Aldi yang menyiksanya.

"Diem!" bisik Aldi tajam tepat di telinga Acha.

Karena tak kunjung di lepaskan bekapannya Acha menggingit tangan aldi.

"AWWW!! Gigi manusia apa macan sih? Sakit gile!"

Aldi mengibaskan tangannya yang terdapat bekas gigitan Acha. Lain halnya dengan Acha yang langsung ke kamar mandi untuk muntah-muntah.

"Heh lo abis ngapain sih, tangan lo bau banget!" omel Acha dengan muka pucatnya.

Aldi nyengir lebar.

"Tadi waktu ngejar lo, gue nyungsep di gunungan pasir depan RS. Dan tangan gue gak sengaja megang tai kucing. Niatnya gue masuk mau cuci tangan. Eh keburu donor darah dulu jadi lupa."
Aldi cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"ALDIIII! IHHH LO SUMPAH NYEBELIN!" teriak Acha yang kembali masuk ke dalam kamar mandi.

Kak Alvin ngakak di tempatnya sambil megangin perutnya sedangkan papa dan mama acha hanya tersenyum. Yah tak lama setelah Aldi pergi untuk mendonorkan darah, mama Acha, Rere sadar dari pingsannya.

"Beneran Al?" Tanya Kak Alvin. Yang hanya dibalas cengiran oleh Aldi.

Setelah Acha keluar dari kamar mandi ia segera masuk kamar mandi untuk mencuci tangannya.

TARAXACUMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang