6. Bel lucknut

271 53 73
                                        

Ia maju beberapa langkah dan berhenti tepat di depan Aldi. Acha berjinjit dan ....

"Itu bakal bikin gue tambah hitz, dan siap-siap aja lo nembak gue di depan umum" bisik Acha di telinga kanan Aldi.

"Dan gue juga tahu lo belum pernah nembak cewek kan? Jadi, lo harus latihan nembak cewek yang romantis biar gak malu-maluin" lanjut Acha di telinga kiri Aldi.

❤❤❤

Aldi pov

What dia tahu?

Acha tersenyum setelah membisiki kata-kata yang-gue yakin- gak akan pernah terjadi.

Acha menjauhkan wajahnya, sepintas Acha terlihat seperti baru saja mencium ke pipi gue. Ingat SEPERTI, bukan kenyataannya. Gue juga ogah di cium sama dia.

"Segitu terpesonanya lo sama gue, ya? Sampe gak sadar bola lo udah di tangan gue" sindir Acha.

Ia mengangkat bola itu sejajar dengan wajah cantiknya. Gue membolatkan mata tapi secepat kilat gue rubah ekspresi gue jadi datar lagi.

"Gue ngalah sama cewek" elak gue.

"Lo salah dengan ngalah sama gue."

Aldi pov end

Acha berlari dengan cepat sambil mendrible bola menuju ring. Saat sampai depan ring ia menoleh dan tersenyum singkat pada Aldi yang sedang kesusahan mengejarnya.

Acha melempar bola perlahan ke atas ring. Dan ... masuk.

"1 and 0!"

Acha melempar tas dan heatseat yang ia pakai ke tepi lapangan, lalu mengambil bola yang masih memantul. Tapi ia kalah cepat dari Aldi yang telah mendribel bolanya ke arah ring. Dengan gerakan slowmotion Aldi melempar bola ke arah ring.

"1 sama!" teriak Aldi.

"Percuma lo curang, tetep gue yang akan menang" lanjut Aldi ketika tepat berhadapan dengan Acha.

"Awas lo Al!" gerutu Acha.

❤❤❤

"Dek Acha semangat ya!!!!!"

"Acha Acha Acha!"

"Aldi ...."

"Cemungut dedek Aldi ganteng!"

Dan masih banyak lagi teriakan histeris dari penggemar Acha dan Aldi. Mereka bersemangat menyoraki jagoan masing-masing dari pinggir lapangan.

Acha maaih berusaha mendrible bola ke arah ring tapi Aldi berhasil merebutnya. Dengan keringat di seluruh wajah Acha berusaha mengejar Aldi. Ketika sudah dekat dengan ring, Acha berhasil merebut bola tersebut.

Permainan selalu imbang. Bahkan skor masih sama, 1 sama. Padahal mereka sudah cukup lama tanding basket.

Hingga suara bel yang nyaring menghentikan pertandingan yang sangat sengit ini.

Kriiiiiiiiiiiiiiinnnnggggg

"Aggggggrrrrrrrrhhhhhh!!"

Acha berteriak tanpa peduli keadaan sekitar. Pasalnya, ia hampir saja mencetak poin jika saja bel tidak berbunyi.

Dengan kesal Acha melempar bola ke sembarang arah dan sialnya kena kepalanya kak Alvin. Acha memungut tas dan headseat nya seperti tanpa dosa.

"Eh adek kelas!" teriak Kak Alvin.

Tapi Acha malah berjalan pergi meninggalkan lapangan yang masih ramai.
Sementara Alvin terus memegangi kepalanya yang berdenyut.

Aldi menepuk pundak Alvin pelan.

"Sabar kak!"

Aldi berjalan menjauhi Alvin yang hanya bisa menatapnya cengo.

"Gue di tinggal gitu aja??????" tanya Alvin tak percaya.

❤❤❤

Dikit banget........... Lagi 😭😭😭😭
I'am sorry...

Salam sayang from
KR💕

TARAXACUMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang