Seokmin terduduk di depan Perpustakaan. Termenung, memikirkan bagaimana caranya ia pulang.
Kacamata tebal berbentuk bulan kesayangan Seokmin telah patah. Tanpa benda itu, ia tidak mungkin bisa pulang. Mata pemuda mancung ini rabun jauh. Kalau nekat, bisa-bisa ia pulang ke rumah dengan keadaan tanpa kepala. Akibat kecelakaan.
Minta bantuan pada Jisoo? Yang benar saja! Seokmin sendiri yang meminta Jisoo untuk merahasiakan status pernikahan mereka. Dengan meminta tolong, mungkin ia sendiri yang akan membongkar semuanya.
Dddrrrr!
Ponsel Seokmin yang berada dalam mode getar, menerima panggilan masuk. Kelopak matanya melebar, menangkap nama yang tertera di layar ponsel.
Soo-ie.
Ya, sebut saja itu panggilan kesayangan.
Kemarin malam, Jisoo seratus persen berada dalam mode manjanya. Memanggil Seokmin dengan sebutan 'Minnie', hingga melakukan berbagai macam aegyo sebagai bonus istimewa.
Sejak saat itu, mereka meresmikan panggilan Soo-ie dan Minnie menjadi panggilan kesayangan. Selain itu, nama tersebut juga akan dipakai sebagai pelindung. Agar teman-teman di kampus tidak curiga.
Jisoo akan mengaku bahwa ia telah memiliki kekasih, dipanggil Minnie. Dan Seokmin juga sudah memiliki kekasih, namanya Soo-ie. Trik ini dilakukan agar semua teman-teman di kampus tidak tahu status nikah mereka, dan tetap tidak berniat untuk mendekati keduanya karena telah memiliki kekasih.
"Ya, sayang?" sapa Seokmin, sedikit ragu.
Seandainya Seokmin bisa melihat raut wajah Jisoo sekarang, pasti akan meleleh karena saking gemasnya. Kedua pipi tembam Jisoo tengah merona hebat, mendengar suara Seokmin yang sedikit serak memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Minnie, kau pasti belum pulang, kan? Aku punya hadiah spesial untukmu. Masuklah lagi ke dalam kelas. Di atas meja paling depan, samping pintu."
Seokmin tersenyum senang mendengarnya. "Wah... Hadiah apa?"
"Kau lihat saja sendiri. Sudah, aku pulang dulu. Aku tunggu di rumah, ya! Aku mencintaimu!"
Pengantin baru memang selalu membuat iri, ya!
"Baiklah, sampai jumpa di rumah. Aku juga mencintaimu." Seokmin berbisik saat mengucapkan kalimat terakhirnya.
Memutus sambungan telpon mereka, Seokmin menyentuh pipinya sendiri. Sedikit memukul. Tak percaya bahwa ia telah memiliki istri semanja serta menggemaskan seperti Jisoo.
Namun, ada kesalnya juga. Istrinya itu menjadi primadona kampus, meski sekarang ini baru hari pertama masuk kuliah. Banyak laki-laki berhidung belang berusaha mendekati istri tercintanya.
Tanpa ragu, Seokmin menyambangi kelas yang Jisoo maksudkan.
Di sana, Seokmin mendapati sebuah kotak kacamata dengan pita merah muda di atasnya. Begitu ia buka pun, Seokmin sangat terkejut mendapati sebuah kacamata yang berada di dalam sana. Kacamata itu sama persis dengan kacamata milik Seokmin yang baru saja patah.
Dengan cepat pemuda Lee itu menciumi kacamata baru pemberian Jisoo di setiap inchinya. Memeluk erat, lalu memasang benda tersebut dengan penuh percaya diri.
Seokmin mengambil ponsel. Bercermin dan mengambil beberapa selca. Mengagumi betapa tampan dirinya yang tengah mengenakan kacamata, hadiah pertama yang diberikan oleh Jisoo semenjak resmi menjadi istrinya.
Bergumam pelan, "terima kasih, sayang. Malam ini akan kupastikan kau puas dengan belaianku."
Lalu pergi begitu saja, memekik kegirangan. Layaknya seekor kuda poni yang baru saja mendapat jatah rumput berkualitas impor.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ssstt! (✓)
Fanfiction[Seoksoo GS Fanfiction] Seokmin adalah laki-laki culun yang sering menjadi korban bully oleh teman-temannya di kampus. Sebaliknya, baru hari pertama kuliah, Jisoo langsung berhasil menarik perhatian siapa saja yang melihatnya. Sebagai perantau dari...
