Tentu semua remaja memiliki konsep pernikahan impiannya masing-masing. Mulai dari menargetkan umur berapa mereka akan menikah, seperti apa pasangan yang idamkan, hingga berapa anak yang akan lahir dalam rumah tangga impian itu. Semua terkonsep secara matang dan penuh kehati-hatian. Alam bawah sadar kita terus berorientasi, memikirkan hal terbaik dalam hidup.
Namun, pasti ada saatnya semua hal yang kita impikan malah tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Banyak hal yang tidak terduga, dan mau-tidak mau kita harus menjalaninya. Meski pada akhirnya menerima juga. Bahkan terkadang, ternyata jauh lebih baik dari apa yang tumbuh di alam khayal kita selama ini.
Hong Jisoo. Latih dan tumbuh besar di Amerika Serikat. Namun, wajahnya malah begitu kental dengan khas Asia. Atau yang lebih tepatnya Korea. Meski pada awalnya ia begitu takut dengan dunia luar karena merasa berbeda, siapa yang menyangka kalau darah campuran Korea yang ia terima dari sang Ibu malah berhasil membuat siapa saja terkagum?
Tentu Jisoo memiliki konsep pernikahan hingga rumah tangga impiannya sendiri. Jisoo ingin menikah dengan seorang pria yang dapat menuntunnya dengan baik. Dapat menjadi sandaran empuk kala sikap manjanya kembali kambuh, hingga menjadi seorang Ayah yang baik untuk anak-anaknya kelak. Begitu sederhana, bukan?
Jisoo seringkali merengek pada kedua orangtuanya. Hendak coba tinggal di Korea Selatan. Wajahnya begitu mirip dengan warga Korea, bukankah aneh kalau ia tidak pernah menginjakkan kaki di sana? Untuk itu Jisoo berusaha sekuat tenaga bagaimana pun caranya agar begitu lulus dari sekolah menengah atas, ia bisa berkuliah di tanah kelahiran sang Mama.
Tidak berhasil. Jisoo sudah menjalani masa kuliahnya selama empat semester di Amerika. Hingga akhirnya,
"Baiklah, tapi dengan satu syarat," ujar Tuan Hong, yakin.
Kedua mata Jisoo berbinar cerah seketika. "Apa syaratnya? Akan aku lakukan apa pun itu!"
"Menikah dengan pria Korea."
"M-menikah? Papa bercanda? Aku tidak mengenal satu pun orang Korea selain keluarga Mama, Pa!"
"Tenang saja, Papa sudah menyiapkan seorang pemuda Korea untukmu. Dia sangat tampan, cerdas, memiliki pekerjaan tetap, dan seumuran denganmu. Kau tahu, kan, kalau Papa dan Mama begitu menyayangimu? Tidak mungkin Papa sembarangan mencarikan pemuda untuk menjagamu selama tinggal di sana. Dia akan menjagamu dengan sepenuh hati."
Tapi, apakah benar bahwa pernikahan ini adalah kehidupan rumah tangga impian Jisoo? Jika menilai dari sudut pandang dengan siapa Jisoo menikah, jawabannya adalah: iya. Sosok Seokmin sesuai dengan harapan Jisoo. Pemuda itu begitu memanjakan Jisoo, meski dengan terbata-bata. Mengajarkan Jisoo banyak hal, terutama bagaimana bersikap dan bertindak. Dan Jisoo yakin kelak Seokmin akan menjadi seorang Ayah yang baik untuk anak-anak yang ia lahirkan nantinya.
Tapi jika dinilai dari bagaimana kehidupan setelah menikah berlangsung, Jisoo hanya bisa mengucap selamat tinggal pada kehidupan impian. Perempuan mana yang tidak mau jalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama orang yang paling ia sayangi? Istri mana yang mau terus disembunyikan? Semua orang butuh pengakuan! Termasuk Hong Jisoo.
Kini perempuan Hong yang telah mengubah marganya menjadi Lee itu tengah berendam air hangat di kamar mandi. Tidak menikmati. Hanya bersandar, lalu memejamkan mata. Musik yang mengalun melalui ponselnya tepat di atas wastafel terus berputar tanpa henti. Mulai dari lagu bernada mellow, hingga EDM berteriak nyaring. Jisoo tak terganggu. Otaknya memiliki cara lain untuk menikmati hari itu.
Tentu Jisoo lelah disembunyikan. Juga lelah dengan Jihoon yang mengaku tertarik pada suaminya. Ditambah lagi Soonyoung terus menempeli. Sekarang? Seokmin malah secara langsung mengizinkan Jisoo untuk berselingkuh. Lengkap sudah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ssstt! (✓)
Fanfiction[Seoksoo GS Fanfiction] Seokmin adalah laki-laki culun yang sering menjadi korban bully oleh teman-temannya di kampus. Sebaliknya, baru hari pertama kuliah, Jisoo langsung berhasil menarik perhatian siapa saja yang melihatnya. Sebagai perantau dari...
