"Putri... Kenapa tadi kamu menghindar dari aku."
Ridho bingung juga sama itu cewek.
" gak papa ka idho... "
Sebenarnya ia bingung, takut Ridho marah.
" jawab pertanyaan aku mput... "
Ridho terus membujuk Putri.
" hmmm.... Kemarin ka Randa bilang sama aku kalau ka idho cuma memanfaatkan aku aja ka. "
Setelah berpikir sejenak. Akhirnya Putri memberanikan diri mengatakan itu.
" APA!!!... Jadi Randa bilang seperti itu!!! "
Ridho tiba-tiba marah mendengar penjelasan dari Putri.
" sabar ka idho... Ya ampun ka... Mput salah ngomong ya... "
Putri memegang dada cowok itu berusaha menenangkannya.
" gue gak terima!!!... "
Kata Ridho. Yang namanya orang gampang marah. Di sentuh dikit aja pasti langsung marah.
"ka idho mau kemana..."
Putri berusaha menahan Ridho, ketika cowok itu buru-buru pergi.
"loe jangan ikuti gue!!! "
Ridho langsung pergi meninggalkan cewek itu yang kebingungan.
Ridho mencari keberadaan Randa. Ia benar-benar marah. Kenapa Randa memburukkannya seperti itu di hadapan Putri. Sebelumnya Randa tidak perduli dengan urusan Ridho. Kenapa sekarang Randa tiba-tiba seperti itu.
"Randa..!!! "
Teriak Ridho ketika melihat orang itu.
" hai kawan... "
Randa menyambut kedatangan Ridho.
" gue mau bicara... Tapi, tidak di sini. "
Kata Ridho.
" oke.. "
Randa mengikuti Ridho. Hingga mereka tiba di belakang sekolah.
" brengsek loe nda!!! "
Ridho menonjok muka Randa hingga mengeluarkan darah di sisi bibirnya.
" loe apaan dho... "
Randa balas menonjok Ridho.
" brengsek loe..!!! " Ridho kembali menonjok muka Randa dan menendang perut nya.
Perkelahian itu terus berlanjut hingga Randa tersungkur ke tanah. Randa berusaha untuk bangun.
" loe kenapa jadi begini dho.. "
Randa mengusap darah di bibirnya.
" seharusnya... Gue yang nanya sama loe... Kenapa loe jadi menjelek-jelekkan gue di hadapan Putri"
Kata Ridho sambil menunjuk muka Randa.
" kenapa loe marah... Biasanya loe gak perduli. Kalau gue bilang gue suka sama Putri, terus loe mau apa.... " kata Randa.
" Brengsek loe nda...!!! " Ridho kembali menghajar cowok itu.
" jangan pernah loe sentuh dia, dia milik gue..!!! " kata Ridho sambil mencengkram kerah baju Randa.
" memangnya semua cewek itu milik loe!!! Hah!!! Ibu loe pasti menderita di alam sana melihat kelakuan anaknya seperti ini" kata Randa.
"jangan pernah sebut nama ibu gue..!!! "
Ridho semakin marah dan terus menghajar cowok itu.
Hingga akhirnya Irwan dan Rizki datang. Mereka melerai perkelahian Ridho dan Randa.
" udah dho hentikan. "
Rizki berusaha menahan Ridho.
" gue gak butuh bantuan loe ki... Gue muak melihat muka loe. "
Ridho berusaha melepas pegangan Rizki.
" gue juga gak akan perduli dho... Kalau loe gak berkelahi dengan Randa. "
Kata Rizki
" lepaskan gue.!!! "
Rizki akhirnya melepaskan Ridho. Setelah itu Ridho langsung pergi meninggalkan tiga temannya itu.
" kenapa kalian masih di sini... Laporkan saja Ridho ke kepala sekolah. Biar dia di hukum. " kata Randa kepada Rizki dan Irwan.
" sudah lah nda... Kalau Ridho di laporkan, loe juga pasti akan kena masalah. " kata Irwan menenangkan Randa.
Rizki dan Irwan membantu Randa berdiri dan membawanya meninggalkan tempat itu.
****
" ka Ridho kenapa... "
Putri panik ketika melihat muka cowok itu seperti habis berkelahi.
" aku gak papa... "
Jawab Ridho.
" kita ke Uks ya ka... Obati dulu luka kaka... "
Putri melingkarkan tangan Ridho ke pundaknya dan membawa cowok itu ke ruang Uks.
Ruang Uks,
" sini aku obati dulu.... "
Kata Putri.
Ridho meringis kesakitan menahan lukanya.
Tiba-tiba Ridho memandang wajah cewek yang ada di depannya itu. Ia teringat dengan seseorang yang sudah lama ia lupakan. Entah mengapa ia teringat wajah itu lagi.
" Salsa... "
Tiba-tiba nama itu terucap di bibirnya.
" ka idho... "
Putri berhenti mengobati muka Ridho.
" eh... Iya. Ada apa... "
Kata Ridho
" kaka tadi menyebut nama siapa? " tanya Putri.
" bukan.... Bukan siapa-siapa.. "
Kata Ridho. Ia tidak ingin menyebut nama itu lagi di depan cewek yang bersamanya saat ini.
" ya sudah... Sedikit lagi selesai kok... "
Kata Putri, kembali mengobati luka Ridho.
" sudah selesai.. "
Sambung Putri.
" kalau begitu.... Aku mau ke kelas ya... "
Kata Ridho.
" iya ka... Aku mau mengembalikan obatnya dulu. "
" aku duluan ya.... "
Ridho langsung meninggalkan Putri yang saat itu sedang membereskan obat-obatnya.
Putri tersenyum melihat kepergian cowok itu. Setelah ia mengembalikan obat ke tempatnya. Ia langsung kembali ke kelasnya.
****
Di kamar Ridho
Ridho terus membayangkan wajah Putri. Entah mengapa ada satu perasaan yang sulit untuk di jelaskan. Ridho tidak henti-hentinya memikirkan cewek itu.
"kenapa gue jadi begini.... "
Kata Ridho.
" gue tidak bisa membohongi perasaan gue lagi. Lupakan Ridho yang playboy. Lupakan gengsi. Gue harus jujur dengan perasaan gue. " lanjutnya.
Kalau Ridho sudah bicara seperti itu. Ia pasti nekat melakukan apa pun demi mandapatkan apa yang ia inginkan. Apakah cinta Ridho kali ini tulus?
Tunggu aja lanjutannya.... 😉
KAMU SEDANG MEMBACA
Jodoh
Fiksi RemajaKetika putri mulai merasa nyaman berada didekat Ridho--- cowok dingin, brengsek, emosian, cemburuan, dan terkenal playboy di sekolah. Tiba-tiba datang seorang wanita yang tidak mau melepaskan Ridho untuk putri. Bagaimana cara Ridho dan Putri memp...
