Semilir angin sore terasa sangat menyejukkan. Rasanya berada di halaman belakang rumah sakit lebih menyenangkan ketimbang terkurung diruang rawat bersama Guanlin yang kerjaannya hanya tidur.
Lagipula Mark sedang pergi untuk mencarikan sup kaki sapi yang Daehwi minta dan juga mommy nya belum kembali. Daehwi jadi penasaran, apakah daddy nya berhasil menangkap penculik itu atau tidak ya ?
Beberapa kali Daehwi menelpon mommy nya namun tak kunjung mendapatkan jawaban. Tapi mommy nya sempat mengirimi pesan bahwa ia dan daddy nya akan segera pulang.
"Saya cari dikamar ternyata tuan muda disini."
Daehwi tersentak mendengar suara dibelakangnya. Ada Jinyoung yang sepertinya baru saja sampai setelah Daehwi memintanya untuk pulang dan mengambil beberapa pakaian untuknya.
"Boleh saya duduk disebelah tuan muda ?" Tanya Jinyoung sopan.
Daehwi terkekeh pelan lalu menggeser tempat duduknya.
"Santai aja kali, apa sih tuan muda tuan muda." Cebik Daehwi.
Jinyoung tersenyum tipis lalu mendudukkan dirinya disebelah Daehwi.
Kini keduanya menikmati suasana damai sore hari itu karena kebetulan tak banyak orang berlalu lalang disana.
"Hubungan lo sama Chenle sejauh apa ?" Tanya Daehwi tiba-tiba.
Jinyoung sedikit terkejut dengan pertanyaan yang terlontar seperti itu, namun ia masih bisa mengendalikan ekspresinya.
"Maksudnya ?" Jinyoung balik bertanya.
Dia gak peka ternyata. Daehwi berucap dalam hati.
"Hubungan saya sama Chenle cuma sebatas senior-junior di kampus, guru-murid saat les dan juga sebagai pembantu dengan majikan dirumah." Jelas Jinyoung jujur.
Daehwi mengangguk saja mengiyakan ketidakpekaan Jinyoung. Padahal ia saja yang baru beberapa hari di rumah sudah menyadari bahwa sang adik itu memiliki perasaan lain pada pria disampingnya ini.
Perasaan Chenle terlalu ketara dimata Daehwi. Sebagai saudara kembar instingnya cukup kuat untuk menyadari sikap Chenle yang berbeda saat sedang bersama dengan Jinyoung.
"Kenapa tiba-tiba nanya kayak gitu ?" Daehwi menoleh pada Jinyoung yang ternyata sedang menatapnya.
Pemuda manis itu menggeleng kecil.
"Ya kalian kan bertahun-tahun tinggal serumah, siapa tau ada sesuatu." Canda Daehwi.
"Itu.. gak akan terjadi. Tuan Daniel punya peraturan ketat dirumah."
"Peraturan ?" Kening Daehwi mengkerut. Lalu sedetik kemudian ia menyadari sesuatu.
"Ah iya, daddy emang ngelarang anak-anaknya pacaran sebelum lulus SMA." Ucapnya.
Daehwi tau larangan itu dan ia juga memang sengaja melanggarnya. Toh ia menyukai Samuel, dan perasaannya tak bisa ia tahan. Ia tak bisa seperti Chenle yang tidak blak blakan pada pria yang disukainya. Jadi selama daddy nya tak tau, hubungan Daehwi dan Samuel akan tetap aman.
Lagipula meskipun Seungwoo sering bertemu dengan Samuel saat sedang berkunjung ke Amerika, yang Seungwoo tau Samuel adalah teman Daehwi sama seperti Mark dan Guanlin.
"Lo tau sesuatu tentang gue ?" Tanya Daehwi.
"Tentang foto tuan muda sama laki-laki Amerika itu ?"
Tadi saat mengemasi baju Daehwi ia tak sengaja melihat foto Daehwi bersama pria selain Mark dan Guanlin di atas meja belajar Daehwi.
Daehwi terkekeh. "Iya dia pacar gue. Gue amat sangat mencintai dia."
KAMU SEDANG MEMBACA
Si Kembar | DAEHWI X CHENLE [END]
Fanfiction[END] Daehwi & Chenle itu kembar tak identik. Yang satu berwajah Korea yang satunya Chinese. Begitupula ada cerita dibalik nama mereka yang jauh berbeda tidak seperti anak kembar pada umumnya. Tak hanya berbeda wajah & nama, Daehwi & Chenle juga mem...
![Si Kembar | DAEHWI X CHENLE [END]](https://img.wattpad.com/cover/142515556-64-k891410.jpg)