0.32

4.4K 615 216
                                        

Setelah puas naik bianglala, Jaemin langsung heboh menarik Jeno dan Guanlin untuk naik viking dan wahana ekstrim lain. Chenle sudah tidak lagi menggenggam tangan Jinyoung karena sekarang mereka berkumpul ditempat yang tidak terlalu ramai sembari menikmati es krim.

Sementara itu Mark dan Haechan tampak canggung pasca kejadian di bianglala. Haechan yang tidur di pundak Mark dan kepala Mark yang bersandar di kepala Haechan membuat keduanya sama-sama terkejut saat bangun. Wajah Haechan memerah sempurna sementara Mark kehilangan kata-katanya. Daehwi yang menjadi saksi mata kebisuan keduanya hanya menggeleng gemas.

Jinyoung memperhatikan Daehwi yang hanya terdiam, seperti kebiasaannya dua tahun belakangan ini. Membuat Jinyoung khawatir Daehwi sedang memikirkan hal-hal buruk yang akan membuatnya stress.

Ketika Jinyoung hendak menghampiri Daehwi, Chenle lebih dulu menahannya dan mengajaknya kesuatu tempat untuk bicara empat mata. Mau tak mau Jinyoung pun mengikuti kemana Chenle membawanya setelah berpamitan pada Daehwi, Mark dan Haechan.

"Hyung, ada yang mau aku tanyain." Ucap Chenle saat keduanya sudah menemukan tempat sunyi yang pas untuk berbicara.

"Apa ?"

"A.. antara aku sama Daehwi, siapa yang paling hyung suka ?"

Tubuh Jinyoung menengang tiba-tiba diberi pertanyaan mengejutkan seperti itu. Jinyoung membuka mulutnya namun tidak ada yang suara yang keluar.

"Aku pernah beberapa kali mergokin hyung sama Daehwi lagi gandengan dan skinship lain.. um.. Hyung juga suka ngusap rambut Daehwi." Suara Chenle melirih. Ia menundukan kepalanya dalam.

"Hyung punya perasaan lebih ya sama Daehwi ?" Tanya Chenle lagi bahkan Jinyoung saja belum sempat menjawab pertanyaan yang sebelumnya.

"A..aku.."

"Hyung, aku suka sama hyung."

Mata Jinyoung membola mendengar confess dari mulut anak majikannya.

"Tapi gimana sama Jisung ?"

Tangan Chenle yang menggenggam tangannya terasa bergetar. Jinyoung bisa melihat dengan jelas bagaimana Chenle mendekati tubuhnya dan menaruh satu tangan di pundaknya. Wajah Chenle semakin mendekati wajahnya dan sialnya Jinyoung sama sekali tak berkutik ketika bibir ranum itu menempel di bibirnya.

Jinyoung membeku, Chenle hanya menempelkan bibir mereka namun sedikit menekanny hingga Jinyoung bisa merasakan bagaimana kenyal dan hangatnya bibir itu.

Detik berikutnya Chenle menjauhkan wajahnya. Tersenyum manis melihat Jinyoung yang seperti patung dihadapannya.

"C-Chenle.." Jinyoung masih dengan keterkejutannya.

"Aku pernah berharap bisa jadi yang pertama dan terakhir buat hyung. Tapi.. aku cuma pengen jadi yang pertama, tapi itu juga ciuman terakhir aku sebagai orang yang suka sama hyung. Mulai saat ini, aku cuma sekedar adik dan murid nya hyung. Aku percaya, hyung bisa kasih kebahagiaan buat Daehwi." Ucap Chenle dengan begitu lancar dan tegas.

Tidak ada nada kesedihan disana meskipun dari sorot matanya, Jinyoung bisa melihat bagaimana Chenle belum bisa melepaskan perasaannya sepenuhnya.

Dengan sadar, Jinyoung menarik Chenle kedalam pelukannya. Mengelus surai pemuda yang lebih muda darinya itu yang memang selama ini hanya Jinyoung anggap sebagai adik.

"Semoga kamu juga bisa segera nemuin kebahagiaan kamu." Bisik Jinyoung. Ia merasakan pergerakan kepala Chenle di dadanya. Dan juga suara isakkan yang sangat pelan.

Jinyoung tau, pasti berat bagi Chenle karena ini merupakan pengalaman pertamanya. Apalagi Jinyoung juga tidak menyangka bahwa cinta pertama Chenle adalah dirinya. Mulai saat ini ia akan lebih melindungi Chenle sebagai seorang adik, bukan lagi sebagai anak majikan.

Si Kembar | DAEHWI X CHENLE [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang